
Setelah melakukan perjalanan selama enam belas jam lebih , akhirnya Aulia tiba di Paris . Kemudian dia langsung menuju apartemen milik Alvian.
Alvian berangkat bersama dengan Alvian. Sedangkan kedua orangtuanya berangkat lebih dulu . Ternyata tempat Aulia bekerja berbeda kota dari orang tuanya.
Perusahaan milik Alvian berada di tengah kota Paris . Meskipun tergolong perusahaan baru , tetapi perusahaan itu sudah mampu mengikuti ajang bergengsi seperti Paris fashion week.
Kini Alvian dan juga Aulia sudah berada di depan pintu apartemen. Alvian menekan kode pintu sebelum memasukinya.
" Masuklah... maaf jika keadaannya masih kotor. Maklum ditinggal lebih dari seminggu."
" Terimakasih kak ."
Aulia memasuki apartment dengan takjub . Bagaimana tidak ... Apartment itu sungguh mewah. Tempatnya pun luas .
Di dalam apartment itu ada tiga kamar , satu dapur , ruang tengah dan ruang tamu . Untuk kamar mandi sudah ada di dalam kamar masing masing-masing.
" Kamu aku yang di depan . Kamu tinggal pilih yang di ujung apa yang di tengah terserah," ucap Alvian memberi tahu ."
" Aul pilih yang diujung saja ."
" Memangnya kalau yang tengah kenapa ?"
" Ya nggak kenapa-napa."
" Kirain takut sama aku ."
" Nggak lah kak . kalau Aul takut ma nggak mungkin ikut kakak ke sini ."
" Kalau begitu kak Al mau ke kamar dulu . Capek nih ."
" Aul juga ."
" Oke ."
Setelah itu keduanya masuk kedalam kamar masing-masing. Aulia meletakkan koper miliknya di pojok ruang . Kemudian dia masuk kedalam kamar mandi . Sudah dari tadi dia menahan untuk tidak buang air kecil .
__ADS_1
Aulia mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai . Kemudian naik ke atas ranjangnya dan tidur .
Tidak tahu berapa lama Aulia tidur . Dia bangun saat pintu kamarnya di ketuk dari luar .
Tok tok tok
" Bangun dulu Aul !"
" Iya sebentar."
Aulia merapikan dengan malas bangun dari tidurnya. Kemudian merapikan baju yang ia pakai sebelum membuka pintu kamarnya.
" Ada apa sih kak ... Aul masih ngantuk nih ," ucap Aulia dengan mata yang hampir terpejam ."
Melihat penampilan Aulia membuat Alvian tertawa .
" Bukanya jawab kok malah tertawa ."
" Kamu lucu sih ."
" Memangnya Aul badut apa ."
" Aul cuci muka dulu ya ."
" Iya ... kakak tunggu di depan ."
" Siap bos ."
Karena gemas Alvian mengacak rambut Aulia yang memang sudah berantakan.
" Kak Al nih !"
" Sorry... habisnya kakak gemas ," jawab Alvian santai .
Mendengar jawabannya membuat bibir tipis Aulia mengerucut. Tanpa buang-buang waktu lagi Aulia meninggalkan Alvian ke kamar mandi . Dia mencuci mukanya sampai bersih .
__ADS_1
Sebelum keluar dari kamar Aulia juga masih sempat menyisir rambutnya yang berantakan.
" Kak Al beli apa ?" tanya Aulia begitu duduk di depan Alvian .
" croissant, quiche dan macaron ."
" Kakak keluar?"
" Nggak lah . Kakak pesan lewat hp . Kebetulan di lantai bawah ada yang menjual ini . Tenang ... semua halal kok ."
" Kok kak Al bisa tahu ."
" Kebetulan yang jual seorang muslim dari Indonesia."
" Wow... kok nggak jual makanan Indonesia saja?"
" Katanya sih dia nggak bisa masak makanan Indonesia."
" Pantesan."
" Dimakan dong , jangan dilihatin doang ."
Aulia mengambil satu macaron dan memakannya. Begitu makanan itu ia kunyah sensasinya membuat orang meleleh .
" Enak banget kak . Renyah diluar , manis , kenyal ."
" Baru pertama kali ini makan macaron ?"
" Ya iya lah kak. Ke Paris aja baru sekali ini ," jawab Aulia dengan mengunyah makanannya.
" Nanti kakak akan ajak kamu jalan-jalan saat ada waktu senggang."
" Beneran nih yah ?"
" Iya ."
__ADS_1
Malam itu Alvian menghabiskan waktunya dengan bercerita sebelum kembali ke kamarnya masing-masing.
Terimakasih masih setia menunggu cerita ini 🙏🙏😘