
" Wah ... cowok ini cakep banget ," kata Nadia saat tiba di rumah Aulia. Di memandang Yusuf sampai berliur . Sedangkan Aulia masih belum juga bangun.
" Ini ma rejeki nomplok.... cium dikit ah ," ujar Nadia sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Yusuf.
" Astaghfirullah...!" ucap Yusuf sampai terbangun dari tidurnya. Entah apa yang sedang ia impikan. Tetapi menyelamatkan bibirnya dari hantu mesum.
" Gagal lagi ... gagal lagi , emang nggak boleh ciuman kali ya !" gerutu Nadia karena keinginannya tidak terpenuhi .
Yusuf menghampiri adik sepupunya yang masi betah memejamkan matanya. Padahal sudah dua jam dia menunggu. Sedangkan Arfan sudah pulang sedari tadi .
Yusuf menuju kamar yang disediakan untuk tamu . Dia ingin melaksanakan sholat asar . Sebelum itu dia membersihkan badannya dahulu .
Nadia membuntuti Yusuf hingga ke kamar. Begitu Yusuf masuk kamar mandi dia langsung keluar. Dia tidak mau dijuluki hantu mesum .
Aulia perlahan membuka matanya. Dia melihat kesekeliling yang ternyata ruang keluarga. Siapa yang sudah mengangkatnya dari mobil. Apa pak Dadang ?
Aulia melihat jam dinding . Ternyata sudah pukul setengah lima sore. Lama juga dia pingsan.
" Nona sudah bangun ?' tanya Bu Yem yang melihat keadaan majikannya. Dia bersyukur nona mudanya itu sudah sadar .
"Sudah Bu .... siapa yang bawah Aul ke dalam ?" tanya Aulia penasaran.
" Den Yusuf non ."
" Mas Yusuf datang . Sekarang dimana ?"
Aulia tidak menyangka jika kakak sepupunya yang sudah tiga tahun tinggal di New York datang kerumahnya. Padahal saat koma kemarin tidak pulang . Karena orang tuanya memang merahasiakan keadaan Aulia.
" Mungkin di kamar tamu non ."
" Boleh ... ibu membawakan makanan. Perut Aul lapar ," pinta Aulia dengan ramah .
" Tentu saja non. Tadi ibu buat bubur ayam spesial buat nona ."
" Kok bubur?"
__ADS_1
" Kata dokter tadi nona disuruh makan bubur dahulu ."
" Dokter .... kapan dokter kesini ?"
" Tadi waktu non Aul pingsan ."
" Baiklah kalau begitu . Maaf jika merepotkan Bu Yem ."
Bu Yem pergi ke belakang. sedangkan Aulia menyalakan televisi yang ada di ruangan itu.
" Eh ... Lo udah sadar . Gimana keadaannya?"
" Lo dari mana ?" tanya Aulia sambil memicingkan matanya.
" Matanya nggak usah kayak gitu bisa kali !" sindir Nadia yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Aulia.
" Kan gua cuman tanya Lo dari mana ?"
" Gua barusan ketemu cowok ganteng banget loh !" kata Nadia sambil tersenyum membayangkan wajah Yusuf.
" Enak saja ! tadi gua beneran _"
" Loh udah sadar dek !" ujar Yusuf tiba-tiba nongol di ruangan tersebut .
" Mas Yusuf dari tadi di sini ?"
" Sejak kamu pulang dari kuliah tadi ," jawab Yusuf sambil duduk disamping adik sepupunya.
" Adek habis kecelakaan?"
" Iya ."
" Kok nggak ada yang ngasih kabar mas Yusuf sih !"
" Nggak tahu dong mas , adek kan koma ," jawab Aulia seadanya.
__ADS_1
" Mas pulang sendiri?"
" Iya ... Papa masih sibuk , belum bisa kembali ke Indonesia.
" Mas sudah lama banget loh nggak Bali ke Indonesia."
" Ya mau bagaimana lagi dek . Mas kan mesti dampingi papa . Sejak mama meninggal papa sering menangis sendiri. Untung sekarang sudah bisa fokus kerja."
Papa Yusuf memang asli orang New York. Dia menikah dengan adik kandung Rangga. Kebetulan papa Yusuf itu sebelumnya adalah sahabat Rangga. Mereka pun menikah terlebih dahulu dibandingkan Rangga . Untuk itulah usia Yusuf dia tahun lebih tua dari Aulia.
" Mas lama nggak di Indonesia?"
" Tergantung !"
" Jadi selama di Indonesia mas tinggal dimana?"
" Di rumah oma dong . Tapi Oma nggak ngomong kalau adek habis koma ?"
" Mungkin papa nggak bilang sama Oma . Lagian Oma kan nggak begitu suka sama Aul."
" Eh ..."
" Mas nanti nggak usah bilang sama Oma . Kasian papa nanti malah diomelin ."
" Oke deh !. Ngomong-ngomong tadi adek ngomong sama siapa ?"
" Ngomong apa ?"
" Ngomong _"
" Silahkan non ... buburnya !"
" Terimakasih Bu . Oh ya mas , lebih baik mas sekarang makan saja dulu !"
" Siap ... perut mas juga sudah lapar ."
__ADS_1