Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Semua gara-gara pocong


__ADS_3

" Hua.... Lo kenapa tiba-tiba di sini sih, cong . Kan gua mau nyium Arfan bukan Lo . Dasar pocong rese !" teriak Nadia tidak terima dia mencium teman pocongnya.


" La .... salah situ sendiri , ngapain mau nyium pakai tutup mata . Kan jadi salah sasaran. Jadi bukan salah gua dong ," bantah pocong tak terima dirinya disalahkan. Padahal hatinya sangat senang bisa dapat ciuman gratis .


" Katanya tadi mau ganggu orang pacaran kok malah disini sih !"


" Suka-suka gua lah ."


" Tapi gara-gara Lo ciuman per _"


" Jadi itu ciuman pertama Lo ," ucap pocong dengan berseri . Akhirnya pipinya mendapatkan bibir perawan 😘😘😘.


" Ngapain Lo senyum-senyum sendiri gitu . Sudah seperti orang gila saja . Lagian ni yah .... itu bukan ciuman pertama gua kali . Ciuman pertama gua ma buat cinta pertama gua ," kata Nadia dengan percaya diri .


Padahal cinta pertama Nadia ya papa nya . Moga aja nih pocong bisa gua kadalin batin Nadia penuh harap . Kalau tidak bagaimana bisa natap ni pocong hi ......


" Bodoh amat ... yang penting dapat ciuman gratis! ingat jangan suka cium orang sembarangan, oke !!" kata si pocong sebelum menghilang dari pandangan Nadia. Sedang


kan langsung mencak-mencak.


Arfan , Huda dan Dhika masih terus berlari . Mereka menjadi pemandangan yang indah bagi para wanita yang suka dengan ketampanan .Mereka berpikir Arfan dan teman-temannya sedang lomba lari . Tidak tahu saja jika mereka sedang ketakutan.


Setelah capek berlari , arfan mendudukkan dirinya di bangku taman . Di ikuti oleh kedua teman nya.


" Capek banget gua ," kata Arfan sambil ngos-ngosan.


" Sama .... lagian kenapa sih Lo tiba-tiba lari ?" tanya Dhika yang duduk di sampingnya


" Gua tadi ngerasa ada yang dorong . Tidak mungkin kalian kan ?"


" Kagak ! sumpah ! " jawab Huda tanpa ragu .


" Gua juga bukan ," bantah Dhika.


" Gua bukan nuduh kalian . Lagian kalau itu beneran kalian , ngapain gua lari . Langsung aja gua balas ," ungkap Arfan

__ADS_1


" Betul juga !"


" Terus ?"


" Tadi gua ngerasa bulu kuduk merinding . Dan hawanya nggak enak banget gitu . Gua lari deh . Terus kalian sendiri ngapain lari?"


" Ya kita ikutin Lo lah ." Kata Huda dan Dhika kompak.


" Biasa aja kali ngomongnya, kok bisa kompak gitu kalian jawabnya .... tapi ngomong-ngomong perut gua kok jadi lapar ya ."


" Kan kita emang rencananya mau cari makan . Ngapain _"


" Siapa yang mau cari makan , la wong tadi kita mau main basket," potong Dhika sebelum Huda menyelesaikan ucapannya.


" Iya juga... kok gua jadi Lola gini . Aduh ...kalau cewek-cewek lihat gua pas kayak gini , pasti pamor gua langsung turun ," ucap Huda membenarkan omongan sahabatnya.


" Kalau gitu langsung ke kantin aja gimana ?"


" Boleh juga !"


" Tungguin gua dong Fan !" teriak salah satu mahasiswi yang masih satu jurusan dengan mereka bahkan satu kelas. Brenda namanya.


Brenda terkenal cantik dan baik hati . Dia biasa dipanggil Cinderella kampus. Sudah berulangkali pula dia menjadi bahan bully Aulia . Sebab dia adalah salah satu gadis yang cukup dekat dengan Arfan. Banyak yang mengharapkan Brenda dan Arfan menjadi sepasang kekasih.


Mendengar suara Brenda ketiganya menghentikan langkah . Dengan cepat Brenda berjalan ke arah mereka .


" Terimakasih," ucap Brenda saat sudah disamping Arfan. Seperti biasa dia selalu berjalan berdampingan dengan Arfan. Sedangkan Huda dan Dhika sudah seperti bodyguard mereka.


" Hem .." jawab Arfan dingin .


" Tidak masalah cantik . Apakah Cinderella kita ini mau ikut ke kantin juga ? "


" Tentu , perutku sudah lapar."


Mereka melanjutkan langkah mereka dengan hening. Tidak ada perbincangan sama sekali. Arfan dan teman-temannya hanya berbicara santai saat tidak ada orang lain diantara mereka.

__ADS_1


Saat mereka sampai di kantin , suasana langsung hening. Mereka mencari tempat kosong sebelum memesan makanan .


" Kalian mau pesan apa biar aku yang pesankan ," kata Brenda seperti biasa.


" Sang putri lebih baik duduk saja dengan manis . Biar kami berdua yang pesan ," ujar Huda.


" Tapi _"


" Lebih baik pesan masing-masing," kata Arfan sambil melangkah mengambil makanan yang ia inginkan. Membuat ketiganya melongo . Biasanya dia hanya terima beres , kenapa sekarang malah milih antri ?


Meskipun kaget mereka mengikuti Arfan. Arfan memilih bakso urat . Setelah apa ia inginkan siap dia langsung kembali ketempat semula.


" Tumben makan nasi pecel?" Tanya Arfan begitu melihat Dhika membawa sepiring nasi pecel lengkap dengan gorengannya.


" Lagi pengen . Lihat anak- anak makan kayaknya enak banget."


Arfan mengambil sambal tiga sendok makan , membuat temannya ngeri . Ternyata setelah di cicipi masih tambah dia sendok lagi .


" Kasian ibu kantin kalau Lo makannya kayak gitu fan !" sindir Dhika.


" Kenapa?"


" Gua denger sekarang cabai satu kilo seratus ribu . Lo makan bakso sepuluh ribu cabai nya .... waduh ... kasihan!"


" Betul juga ucapan Lo ... gua lupa kalau sekarang cabai lagi mahal . Tenang saja nanti gua bayar lebih ."


" Gitu dong !"


Mereka makan dengan hening . Disamping mereka ada Nadia sudah berdiri . Dia masih penasaran pengen mencium arfan. Dia pikir dengan Arfan yang sedang sibuk makan pasti lebih mudah nyium nya.


Perlahan dia mengerucut bibirnya ke arah Arfan . Mula-mula dia masih membuka matanya, saat sudah hampir dekat pipi dia memejamkan matanya.


byur !!!!


" Uhk uhk uhk uhk !"

__ADS_1


" Dasar pocong sialan!!!!"


__ADS_2