
" Terimakasih... karena saranmu , pengkhianat itu berhasil ditangkap, " ucap Alif begitu di ruangan itu tinggal tiga orang .
" Sama-sama pak ," jawab Aulia.
" Kalau boleh tahu ... kenapa kamu bisa mengetahui jika orang itu jahat ?"
" Bisa dibilang insting !"
" Ha?"
" insting pak ," jawab Aulia mengulang jawaban yang sama ."
" Terserah deh . Oh iya kamu bisa langsung pulang setelah ini!"
" Beneran pak ?"
" Beneran ... tapi jangan lupa, Senin depan bekerja seperti biasa!"
" Siap !"
" kalau begitu tunggu apa lagi ?"
" Yes ... terimakasih pak."
Aulia merapikan semua barang-barangnya sebelum pulang . Kemudian berpamitan pada sepasang adik kakak itu .
" Saya permisi dulu pak, assalamualaikum!"
" Wa alaikum salam warahmatulloh."
Setelah kepergian Aulia tinggal Alif dan Arfan yang berada di ruangan itu . Keduanya terdiam . Tidak ada percakapan sama sekali diantara mereka setelah itu . Mereka kembali ke perusahaan dalam diam.
__ADS_1
Aulia pulang menggunakan ojol . Dia senang sekali bisa pulang , jadi tidak perlu melihat Alif maupun Arfan untuk saat ini . Dan besok dia juga bisa mengistirahatkan dirinya di rumah . Baginya hari ini sangat berat ia rasakan. Padahal belum setengah hari .
Ojol yang ia naiki berhenti di depan gerbang . Satpam yang melihat Aulia turun dari motor bergegas membuka pintu gerbang . Setelah membayar dan berterima kasih pada tukang ojol , Aulia segera masuk kedalam .
Bu Yem dan Fitri kaget melihat kedatangan Aulia di jam segini . Mereka yang sedang mencabut rumput langsung menghentikannya kegiatannya.
" Non Aul kok sudah pulang ?" tanya Fitri.
" Kenapa... memangnya tidak boleh pulang jam segini ?"
" Ya boleh dong non, Fitri kan cuma tanya ," jawab Fitri dengan cemberut.
" Aul ke kamar dulu ya , capek nih !"
" Silahkan non!"
" Permisi !"
Aulia berjalan meninggalkan kedua pembantunya ke kamar . Meskipun Bu Yem dan Fitri masih ingin bertanya, tetapi tidak ada yang bisa mereka lakukan.
" Ish ... ish ish dasar jorok !" gumam Nadia yang baru saja tiba .Entah dari mana ia datang .
" Tapi kasian juga nih anak ... karena sikapnya yang dulu buruk , menjadi bumerang untuknya sekarang. Semoga saj dia baik-baik saja ," ucap Nadia sebelum ikut merebahkan dirinya disamping Aulia .
Ternyata Aulia tidur cukup lama . Dia bangun jam dua siang . Tanpa membuang waktu dia segeralah membersihkan diri sebelum menunaikan ibadah sholat dhuhur.
Aulia keluar dari kamar setelah sholat . Perutnya terasa lapar . Bekal yang tadi belum ia makan , ia bawa ke dapur .
" Masak apa Bu ?" tanya Aulia pada Bu Yem yang sedang bersih - bersih .
" Barusan ibu , buat sayur asam , tempe goreng , mujaer goreng dan sambal non ."
__ADS_1
" Enak nih ... Aul makan dulu ya Bu !"
" Silakan non !"
" Terimakasih!"
Aulia mengisi piringnya dengan nasi dan lauk . Dia makan sangat lahap. Bahkan nambah sampai dua kali hingga membuat Bu Yem yang masih ada disekitar situ melongo.
" Terimakasih Bu ... makanan Bu Yem lezat banget sampai Aul kalap," kata Aulia dengan malu . entah kenapa dia bisa makan sebanyak itu .
" Ibu ma Alhamdulillah non ... jadi tadi ibu masak tidak sia-sia."
" Aku ke depan dulu , Bu !"
" Silahkan non !"
Aulia berjalan ke ruang keluarga. Dia menyalakan televisi dan berbaring di atas sofa . Akhirnya dia bisa santai .
Nadia yang terbangun dari tidurnya, kaget saat Aulia tidak ada di kama. Dia mencari ke kamar mandi sebelum keluar dari kamar . Ternyata Aulia memang sudah keluar dari kamarnya. Dia mendudukkan dirinya di samping Aulia.
" Kok nggak bangunin saya sih Ul ?" tanya Nadia dengan cemberut .
" Sorry habisnya saya lihat tidurmu begitu nyenyak . Jadi nggak enak ganggu ."
" Bagaimana perasaan mu sekarang?"
" Sudah lebih baik kok . Terimakasih sudah khawatir ."
" Biasa aja kali ... lagian apa gunanya seorang sahabat. Aku sudah menganggap mu sebagai sahabat"
" K ok kamu mu jadiin saya sahabat. Kamu tau sendiri kan sikap ku dulu bagaimana?"
__ADS_1
" Itu masa lalu . Bagiku kamu sudah berubah ..Dan aku tahu kamu sahabat yang baik," jawab Nadia santai .
" Terimakasih!"