Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Terimakasih


__ADS_3

" Terimakasih... karena saranmu , pengkhianat itu berhasil ditangkap, " ucap Alif begitu di ruangan itu tinggal tiga orang .


" Sama-sama pak ," jawab Aulia.


" Kalau boleh tahu ... kenapa kamu bisa mengetahui jika orang itu jahat ?"


" Bisa dibilang insting !"


" Ha?"


" insting pak ," jawab Aulia mengulang jawaban yang sama ."


" Terserah deh . Oh iya kamu bisa langsung pulang setelah ini!"


" Beneran pak ?"


" Beneran ... tapi jangan lupa, Senin depan bekerja seperti biasa!"


" Siap !"


" kalau begitu tunggu apa lagi ?"


" Yes ... terimakasih pak."


Aulia merapikan semua barang-barangnya sebelum pulang . Kemudian berpamitan pada sepasang adik kakak itu .


" Saya permisi dulu pak, assalamualaikum!"


" Wa alaikum salam warahmatulloh."


Setelah kepergian Aulia tinggal Alif dan Arfan yang berada di ruangan itu . Keduanya terdiam . Tidak ada percakapan sama sekali diantara mereka setelah itu . Mereka kembali ke perusahaan dalam diam.

__ADS_1


Aulia pulang menggunakan ojol . Dia senang sekali bisa pulang , jadi tidak perlu melihat Alif maupun Arfan untuk saat ini . Dan besok dia juga bisa mengistirahatkan dirinya di rumah . Baginya hari ini sangat berat ia rasakan. Padahal belum setengah hari .


Ojol yang ia naiki berhenti di depan gerbang . Satpam yang melihat Aulia turun dari motor bergegas membuka pintu gerbang . Setelah membayar dan berterima kasih pada tukang ojol , Aulia segera masuk kedalam .


Bu Yem dan Fitri kaget melihat kedatangan Aulia di jam segini . Mereka yang sedang mencabut rumput langsung menghentikannya kegiatannya.


" Non Aul kok sudah pulang ?" tanya Fitri.


" Kenapa... memangnya tidak boleh pulang jam segini ?"


" Ya boleh dong non, Fitri kan cuma tanya ," jawab Fitri dengan cemberut.


" Aul ke kamar dulu ya , capek nih !"


" Silahkan non!"


" Permisi !"


Aulia berjalan meninggalkan kedua pembantunya ke kamar . Meskipun Bu Yem dan Fitri masih ingin bertanya, tetapi tidak ada yang bisa mereka lakukan.


" Ish ... ish ish dasar jorok !" gumam Nadia yang baru saja tiba .Entah dari mana ia datang .


" Tapi kasian juga nih anak ... karena sikapnya yang dulu buruk , menjadi bumerang untuknya sekarang. Semoga saj dia baik-baik saja ," ucap Nadia sebelum ikut merebahkan dirinya disamping Aulia .


Ternyata Aulia tidur cukup lama . Dia bangun jam dua siang . Tanpa membuang waktu dia segeralah membersihkan diri sebelum menunaikan ibadah sholat dhuhur.


Aulia keluar dari kamar setelah sholat . Perutnya terasa lapar . Bekal yang tadi belum ia makan , ia bawa ke dapur .


" Masak apa Bu ?" tanya Aulia pada Bu Yem yang sedang bersih - bersih .


" Barusan ibu , buat sayur asam , tempe goreng , mujaer goreng dan sambal non ."

__ADS_1


" Enak nih ... Aul makan dulu ya Bu !"


" Silakan non !"


" Terimakasih!"


Aulia mengisi piringnya dengan nasi dan lauk . Dia makan sangat lahap. Bahkan nambah sampai dua kali hingga membuat Bu Yem yang masih ada disekitar situ melongo.


" Terimakasih Bu ... makanan Bu Yem lezat banget sampai Aul kalap," kata Aulia dengan malu . entah kenapa dia bisa makan sebanyak itu .


" Ibu ma Alhamdulillah non ... jadi tadi ibu masak tidak sia-sia."


" Aku ke depan dulu , Bu !"


" Silahkan non !"


Aulia berjalan ke ruang keluarga. Dia menyalakan televisi dan berbaring di atas sofa . Akhirnya dia bisa santai .


Nadia yang terbangun dari tidurnya, kaget saat Aulia tidak ada di kama. Dia mencari ke kamar mandi sebelum keluar dari kamar . Ternyata Aulia memang sudah keluar dari kamarnya. Dia mendudukkan dirinya di samping Aulia.


" Kok nggak bangunin saya sih Ul ?" tanya Nadia dengan cemberut .


" Sorry habisnya saya lihat tidurmu begitu nyenyak . Jadi nggak enak ganggu ."


" Bagaimana perasaan mu sekarang?"


" Sudah lebih baik kok . Terimakasih sudah khawatir ."


" Biasa aja kali ... lagian apa gunanya seorang sahabat. Aku sudah menganggap mu sebagai sahabat"


" K ok kamu mu jadiin saya sahabat. Kamu tau sendiri kan sikap ku dulu bagaimana?"

__ADS_1


" Itu masa lalu . Bagiku kamu sudah berubah ..Dan aku tahu kamu sahabat yang baik," jawab Nadia santai .


" Terimakasih!"


__ADS_2