
" Ya Alloh... Fitri... , bisa tidak sih sesekali kalau nyuci itu nggak pakai gaduh ," kata bu Yem yang datang menghampirinya. Bu Yem sampai harus meninggalkan pekerjaannya untuk melihat Fitri yang histeris .
" Lihat bi .... ponselnya kok bisa melayang ?" tanya Fitri menunjuk tempat dimana ponselnya tadi melayang . Padahal Nadia sudah menurunkannya sambil tertawa .
" Kayaknya matamu mesti di obati deh , fit . Ponsel kamu kan ada di atas meja , malah dibilang melayang ," omel Bu Yem sambil berkacak pinggang.
" Beneran deh bi , tadi ponsel Fitri melayang .... masak bibi nggak percaya sama Fitri sih ," kata Fitri dengan bibir mengerucut .
" Musyrik kali bibi percaya sama kamu , fit !" elak Bu Yem .
" Bukan percaya yang itu maksud Fitri , bi ...!" jawab Fitri gemes .
" Nggak usah protes kalau orang tua ngomong . Sekarang selesaikan semua sebelum nyonya turun," titah Bu Yem tidak mau dibantah.
" Baik ndoro putri ," ujar Fitri sambil berpose layaknya dayang pada tuannya.
Melihat tingkah keduanya membuat Nadia tidak berhenti tertawa . Dia malah duduk di kursi yang ada di dekat mesin cuci. Bu Yem kembali ke dapur , sedangkan Fitri melanjutkan acara nyucinya.
Aulia merasa perutnya sudah lapar . Dia membuka matanya perlahan. Dia menoleh kiri ada mamanya, sebelah kanan ada papanya . Dia tersenyum senang , apalagi keduanya memberi pelukan. Meskipun agak sesak tetapi tidak membuatnya risih .
karena lapar , dia membangunkan keduanya.
" Ma ... pa ... bangun dong !" kata Aulia sambil menggoyangkan tubuh keduanya bergantian .
" Iya .." gumam sang mama. Lily bangun dan mencium kening Aulia dengan sayang . Di ikuti oleh Rangga yang sebenarnya bangun lebih dulu dibanding Aulia .
Rangga dan Lily keluar dari kamar Aulia dan kembali ke kamarnya. Mereka akan mandi sebelum sarapan dan keluar untuk healing.
Aulia memakai celana hitam dibawa lutut yang dipadukan kaos putih dan jaket pink . Rambutnya ia ikat kuncir kuda tak lupa dengan topinya. Tas dan ponsel tak lupa ia bawa agar tidak perlu lagi ke kamar .
__ADS_1
Setelah semuanya siap, Aulia keluar dari kamar dan menuju ruang makan . Semua makanan sudah terhidang di atas meja .
" Selamat pagi Bu Yem ," sapa Aul pada Bu Yem.
" Pagi menjelang siang , non," jawab Bu Yem.
" Emang sekarang jam berapa ya Bu ?" tanya Aulia sambil duduk di kursi . Dia memang belum melihat jam.
" Sudah jam setengah sebelas non," jawab Bu Yem tanpa menghentikan pekerjaannya.
" Siang juga ternyata. Puas banget loh Bu , Aul tidur ," ujar Aulia . Dia masih menunggu kedua orangtuanya.
" Ada apa ini kok kayaknya seru banget ?" tanya Lily yang baru tiba bersama Rangga . Dari tampilannya, mereka juga sudah siap untuk healing.
" Aul nggak nyangka ternyata sudah setengah sebelas ma ... pa . Lama banget Aul tidur ," jawab Aulia .
" Mumpung libur sayang ."
" Wah ... Bu Yem masak sayur daun singkong , enak nih ," kata Lily sambil mengisi piring Rangga.
" Enak banget loh mam ," ujar Aulia yang sudah menyantap makanannya.
" Hem .... cocok banget sama sambelnya. Seger lagi ... Jan uenak pol !!!"
" Setuju papa ... Mak nyus!!"
Mereka menikmati makanan mereka dengan sesekali memuji rasanya . Apalagi saat perut lapar . Muantab ...betul !
" Alhamdulillah... akhirnya kenyang juga ," kata Aulia saat makanan di piringnya habis .
__ADS_1
" Alhamdulillah...!"
" Kita langsung berangkat kan ma ?"
" Tentu ... terus kita naik apa ? kan kamu belum bisa naik mobil ?"
" Mama sama papa naik mobil saja , biar Aul naik motor. Sekalian mau coba , pakai motor sendiri."
" Apa nggak sebaiknya di antar pak Dadang ?"
" Nggak usah ma ... Aul mau berlatih biar lancar . Lagian kalau keluar masuk kantor masak harus telpon pak Dadang dulu ."
" Ya sudah kalau begitu . Mau kemana dulu nih ?"
" Bagaimana kalau ke danau ?" Rangga mengemukakan idenya.
" Asyik juga tuh ... Yuk lah kita berangkat," kata Aulia dengan antusias .
Aulia berdiri dan mengambil tas yang tadi ia letakkan di meja . Rangga dan Lily sangat senang melihat putrinya antusias seperti itu . Karena sudah sangat lama mereka tidak lagi jalan bereng Aulia .
Aulia mengendarai motornya dengan kecepatan sedang . Sedangkan Rangga mengemudikan mobilnya di belakang Aulia . Hanya butuh satu jam untuk sampai ke danau.
Suasana danau cukup ramai , karena memang hari minggu . Banyak orang yang berlibur kesini bersama keluarga mereka .
Aulia memarkirkan motornya di tempat parkir yang berada di area danau . Begitu dengan Rangga . Setelah kendaraan mereka terparkir, mereka mencari tempat yang bisa digunakan untuk istirahat.
Ada pohon beringin besar yang tumbuh di sebelah danau . jika dilihat dari besarnya pohon , bisa dipastikan jika pohon itu sudah berusia puluhan tahun . Aulia juga bisa melihat penghuni pohon itu .
Rangga mengajak Lily dan Aulia ke bawah pohon beringin itu. Aulia sebenarnya agak gimana gitu . Tetapi dia bersikap biasa saja seolah tidak bisa melihat mereka .
__ADS_1
Sebenarnya Aulia masih belum begitu tahu tentang kelebihan yang ia miliki. Yang ia tahu , dia bisa melihat makhluk halus . Dia tidak tahu jika kemampuannya bukan hanya itu saja . Dia juga bisa menghadapi hantu yang jahat . Ada saatnya dia akan mengetahui kemampuannya itu .