
Sudah seminggu sejak Aulia sadar dari koma . Sekarang dia sudah bisa kembali pulang . Sesuai dengan apa yang di instruksikan oleh dokter, jika Aulia sudah bisa berjalan dan beraktivitas secara normal Aulia sudah di perbolehkan untuk pulang .
Lily sedari tadi merapikan semua barang-barangnya sebelum sang suami menjemput. Beliau memastikan barang-barangnya tidak ada yang tertinggal.
" Apa papa jadi menjemput kita , ma ?" tanya Aulia yang hanya duduk manis di ranjang. Dia ingin membantu sang mama , tetapi dilarang dengan tegas dengan alasan baru pemulihan.
" Tentu sayang . Sekarang papa sudah ada di perjalanan. Sebentar lagi juga sampai. Apa putri mama sudah ingin pulang?"
" Tentu saja . Aul sudah bosan tiduran di rumah sakit ."
" Sabar sayang ."
" Ada yang merindukan papa tidak ?"
Rangga tiba-tiba masuk kedalam ruangan. Dibelakangnya ada asisten yang siap untuk membantunya.
" Papa kok lama amat sih kan Aul sudah lama nunggu," ujar Aulia dengan manja. Sekarang dia lebih manja kepada orangtuanya.
" Maaf sayang ," hanya itu yang bisa dikatakan pada sang putri . Mau bagaimana lagi pekerjaan yang menumpuk membuatnya tidak bisa menjemput lebih cepat. Bahkan saat dia berangkat pun , banyak pekerjaan yang ia tinggalkan.
" Oke deh ... yang penting papa sudah datang dengan selamat. Itu lebih penting , " kata Aulia.
" Terima kasih sayang . Tolong bawa semua ini ke mobil Ram ," ujar Rangga kepada sang asisten.
__ADS_1
Dengan patuh Romi mengambil barang-barang yang sudah di siapkan oleh Lily.
" Apa perlu pakai kursi roda, sayang?"
" Buat apa ... Aul kan sudah bisa berjalan sendiri."
" Baiklah kalau begitu. Ayo Kita keluar !"
" Sepertinya kehadiran ku sudah dilupakan oleh suamiku ," kata Lily sok dramatis. Dia yang sedari tadi berdiri di samping lemari belum disapa sama sekali oleh Rangga.
" Ya Alloh... bagaimana hamba bisa melupakan istri tercinta," ucap Rangga dengan lebay . Dia mendekati sang istri dengan penuh kasih sayang .
" Bagaimana kabarnya sayang ," goda Rangga dengan mengedipkan satu matanya. Kemudian memeluk sang istri dan memberikan ciuman di kening.
" So sweet banget orang tua Lo ," kata Nadia yang tiba-tiba ada di sampingnya.
" Sudah dong romantisnya... nanti dilanjut lagi ."
" Lo ma ganggu ," sindir Nadia yang tidak suka adegan romantis itu selesai.
" Maaf sayang ... kasian mama kalau tidak di peluk papa ," kata Rangga sambil melepaskan pelukannya.
" Enak saja !" bantah Lily tidak terima. Padahal dalam hati pengen dipeluk lebih lama lagi 🤭🤭🤭🤭.
__ADS_1
" Administrasinya sudah selesai kan sayang ?" tanya Rangga pada sang istri .
" Sudah dong .... nunggu papa , nggak jadi pulang ," jawab Lily jutek .
" Sorry."
Mereka pun akhirnya keluar dari ruangan itu. Nadia terus mengikuti langkah Aulia dan keluarga.
Butuh waktu lima menit untuk sampai ke depan . Romi sudah menunggu di depan rumah sakit . Melihat kedatangan sang majikan dia membukakan pintu mobil .
" Terimakasih om ," ucap Aulia sebelum masuk mobil .
" Sama-sama nona."
Lily duduk di samping Aulia. Sedangkan Rangga duduk disamping sang asisten yang ada di kursi depan . Tiga puluh menit kemudian mereka telah sampai di rumah.
" Selamat datang kembali di rumah sayang ," ucap Lily saat mereka turun dari mobil .
" Dua bulan ya ma Aul tidak pulang ke rumah ?"
" Iya sayang ... sekarang ayo masuk ! Pasti bibi senang melihat Aul pulang ," jawab Lily dan mengajak sang putri untuk segera masuk ke dalam.
" Selamat datang nona ," ucap para pelayan dengan serempak. Mereka menunggu kedatangan nona mudanya sedari tadi. Meskipun Aulia terkenal sombong dan arogan tetapi tidak untuk para pelayannya.
__ADS_1
Aulia terkenal ramah dan hangat pada semua pelayan . Tidak sekali dua kali Aulia memberi bonus pada mereka. Entah itu makanan ataupun uang . Karena Aulia sudah menganggap para pelayan sebagai keluarga sendiri. Maklum dia lebih sering dengan pelayan dari pada orang tuanya.
" Pada rindu Aul tidak ," kata Aulia sambil memeluk satu persatu pelayan . Hal itu membuat Nadia shock. Itu benar Aulia si putri bar-bar, kan ?