
" Terimakasih... sudah ngantar Aul , mas ," kata Aulia begitu dia turun dari motor.
" Nggak masalah... mas seneng bisa nganterin kamu kok ," jawab Andre santai . Dia memang sudah menganggap Aulia seperti adiknya sendiri. Sejak bertemu Aulia kemarin, dia seperti melihat adiknya yang sudah meninggal hidup kembali .
" Masuk dulu yuk mas," ajak Aulia agar Andre berkenan mampir ke rumahnya.
" Lain kali saja... sekarang sudah sore . Mas juga pengen mandi , gerah banget!" elak Andre menolak tawaran Aulia.
" Ya sudah kalau begitu . Mas bawa motornya hati-hati... nanti kalau lecet bisa kena marah bos loh ," kata Aulia diakhiri dengan tawa. Sungguh aneh bosnya itu .
" Mas ingat kali ... bisa-bisa bos beneran marah sama mas sampai motor kesayangannya lecet ," jawab Andre sambil ikut tertawa .
" Ya udah mas ... pulang dulu . Udah hampir Maghrib!" lanjut Andre dengan tawa yang masih tersungging di bibirnya.
" Oke !"
" Assalamualaikum...," ucap Andre sambil menyalakan mesin motornya .
" Wa alaikum salam warahmatulloh," jawab Aulia .
Aulia masih berdiri disana sampai motor Andre hilang dari jangkauan. Aulia masuk kedalam, karena pintu gerbang sudah dibuka. Dia menyapa satpam dengan ramah . Setelah itu dia langsung masuk kedalam rumah yang tidak terkunci.
" Assalamualaikum..."
" Wa alaikum salam warahmatulloh... non Aul sudah pulang . Kok sore banget non?" tanya Bu Yem yang memang menunggu majikan mudanya.
" Iya Bu ... tubuh Aul sampai lelah banget ," adu Aulia dengan manja .
" Kalau begitu non Aul mandi dulu . Pasti belum sholat asar nih ."
" Bu Yem tau saja ," jawab Aulia sambil nyengir.
__ADS_1
" Bu Yem cuma nebak non ," kata Bu Yem dengan jujur.
" Kirain Bu Yem bisa nerawang ," canda Aulia .
" Memangnya Bu Yem peramal. Non Aul ma ada-ada saja ."
" Aul ke kamar dulu ya Bu ," pamit Aul .
" Silahkan non."
Aulia meninggalkan bu Yem ke kamarnya. Begitu memasuki kamar dia langsung meletakkan tasnya ke atas meja . lalu mengambil baju bersi dan masuk ke kamar mandi .
" Uh ... seger nya ," ucap aulia begitu dia mengguyur badannya dengan air lewat shower.
Aulia membersihan tubuhnya dengan bersih . Tidak lupa ia mensucikan diri dengan whudu . Saat keluar dari kamar mandi , ia melihat Nadia yang sudah tiduran di atas ranjang . Ia sudah tidak kaget lagi dengan kehadiran Nadia yang tiba-tiba.
" Kok Lo baru pulang sih , Aul?" tanya Nadia sambil mendudukkan dirinya di pinggir ranjang.
" Tadi aku kesini , tetapi kamu belum pulang .Aku sampai bosan melihat Bu Yem yang mondar-mandir di depan . "
" Bu Yem tidak pernah berubah . Aku sholat dulu ya ," kata Aulia sambil mengambil mukena dan sajadah. Dia sholat di kamar, sebab di rumahnya belum tersedia musholla pribadi.
" Sholat saja ... aku mau keluar sebentar," kata Nadia sebelum menghilang.
Ternyata Nadia muncul di samping Fitri yang sedang nonton televisi. Semua tugas Fitri sudah selesai jadi dia bebas untuk istirahat ati nonton televisi. Fitri dan Bu Yem dibebaskan nonton televisi di ruang keluarga selama kedua orang tua Aul tidak ada di rumah . Itu pun atas suruhan Aulia yang tidak suka nonton televisi sendiri.
" Dasar cowok brengsek... ceweknya cakep gitu masih aja selingkuh," gerutu Fitri sambil terus menonton siaran itu .
Nadia geleng-geleng kepala melihatnya. Kemudian dia mendudukkan dirinya disamping Fitri. Dia juga ikut menonton telivisi.
Fitri merasa bulu kuduknya merinding . Dia menengok kearah Nadia yang tidak bisa ia lihat .
__ADS_1
" Kok tubuh aku merinding gini ya ," kata Fitri sambil celingak-celinguk. Melihat tingkah Fitri membuat sifat jahil Nadia kambuh . Tiba-tiba Nadia mendekatkan bibirnya di samping telinga Fitri .
" Wuh...." Nadia meniup telinga Fitri . Fitri yang merasa hembusan angin ditelinga langsung berjangkit kaget . Dia sontak berdiri dan siap berlari . Sialnya dia menabrak Aulia yang entah dari kapan sudah ada dibelakangnya.
Bruk !!
" Ngapain kamu lari sih fit ... jadi jatuh kan ," tegur Aulia yang merasa pantatnya sakit . Nadia yang melihatnya tertawa terbahak-bahak. Dan itu disadari oleh Aulia .Dia melirik Nadia yang masih tertawa sambil memegang perutnya.
" Maaf non ," kata Fitri sambil menunduk . Aulia bangun dan duduk di kursi yang tak jauh darinya.
" Memangnya kamu tadi ngapain sih pakai lari segala?" tanya Aulia sambil mengelus pantatnya yang sakit .
" Ehm ... gimana ya non ." Fitri menggaruk tengkuknya yang tidak gatal . Mau bilang malu tapi tidak bilang juga nggak nyaman .
" Bilang saja !"
" Non Aul tidak ... tadi ada yang niup telinga Fitri . Padahal kan Fitri nonton televisi sendirian. Lihat bulu tangan Fitri aja masih berdiri," kata Fitri sambil memperlihatkan buku tangannya.
" Kamu sudah sholat asar apa belum ?"
" Eh ... sepertinya belum non," jawab Fitri malu .
" Kalau begitu sholat dulu sana!"
" Baik , non . Kalau begitu Fitri masuk kamar dulu ," jawab Fitri . Kemudian dia keluar dari ruang keluarga menuju kamarnya.
Kini tinggal Aulia bersama Nadia yang masih tertawa.
" Kamu jail banget sih ," tegur aulia pada Nadia .
" Sorry... tadi aku lihat dia fokus banget nontonnya. Membuat sifat jahil ku meronta-ronta," jawab Nadia santai .
__ADS_1
" Terserah deh !"