Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Tragedi


__ADS_3

Semakin hari hubungan Aulia dan Alvian Sakin dekat . Aulia bahkan tak segan bermanja dengan Alvian . Dalam artian masih dalam hal yang wajar sih .


" Kak ... jalan yuk ," rengek Aulia pada Alvian.


Kebetulan mereka sedang menonton televisi bersama. Bukan hanya mereka berdua . Ada Tomi, Andre dan juga kekasih Andre yang bernama sonia.


" Males dek ."


" Kak Al ma gitu ," cebik Aulia dengan bibir mengerucut.


" Ya elah ... gini amat ya nasib . Semua udah ada gandengannya lah gandengan aku kok nggak muncul-muncul ," ujar Tomi sebelum Alvian mengeluarkan suaranya.


" Cari dong bro ... masak truk aja gandengan Lo kagak , " ejek Andre tanpa rasa bersalah.


" Cari dimana ?"


" Di pasar banyak loh . Tinggal pilih mau yang bagaimana mau besar , kecil atau _"


" Mulutmu _"


" Nggak usah bertengkar bisa kan . Berisik tahu nggak ," ucap Alvian membuat semua diam . Bahkan Aulia yang tadi bersandar di bahunya langsung duduk dengan tegap .


" Kenapa tu orang ?" tanya Andre tanpa suara .


Suasana hati Alvian memang lagi galau . Sebentar lagi masa magang Aulia berakhir sudah pasti dia akan kembali ke Indonesia. Dia masih tidak rela jika harus berjauhan dengannya.


" Sudah malam lebih baik Lo antar Sonia pulang ," ucap Alvian pada Andre. Melihat Alvian yang seperti itu membuat nyali Andre ciut . Tanpa membantah dia mengajak sang kekasih untuk pulang .


Tomi pun mengikuti Andre dan Sonia dari belakang . Dari pada diusir lebih baik sadar diri . Itu yang selalu Tomi lakukan saat suasana hati Alvian tidak sedang baik .

__ADS_1


Sedangkan Aulia bingung mau melakukan apa . Sebenarnya dia lapar namun takut untuk bilang pada Alvian . Jadi dia berpamitan ke kamarnya.


" Kalau begitu Aul ke kamar dulu ya kak ?"


" Hem," jawab Alvian datar . Bahkan dia tidak menoleh pada Aulia .


Aulia bangun dan berjalan ke kamarnya. Sebenarnya dia masih bingung dengan Alvian.


Namun dia tidak ingin melebihi batasnya sebagai seorang karyawan. Meskipun dilihat dari segi manapun mereka lebih layak disebut sebagai sepasang kekasih.


Ternyata hingga keesokan harinya mood Alvian belum membaik . Untuk pertama kalinya bagi Aulia berangkat kantor sendiri. Karena saat dia keluar dari kamar Alvian sudah tidak ada.


Cristin yang melihat Aulia dan Alvian makin dekat merasa cemburu . Cristin berkali-kali ingin mencelakai Aulia. Namun semua usaha yang ia lakukan tidak pernah berhasil.


Kali ini dia mencoba keberuntungan untuk membuat Aulia celaka . Dan seolah keberuntungan sedang berbaik hati padanya .


Cristin melihat Aulia berjalan sendirian. Otaknya langsung bekerja. Ia lihat kondisi jalan sepi . Entah itu memang kebetulan atau memang keberuntungan untuknya .


Bruk !!!


Aulia terpental hingga beberapa meter . Cristin melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi agar tidak ada yang menyadarinya.


Namun malang untuknya saat di tikungan ada kendaraan besar yang sedang menerobos. Alhasil kedua kendaraan itu mengalami kecelakaan. Cristin meregang nyawa di lokasi kejadian.


Alvian bekerja tidak tenang . Berulang kali ia melihat jam yang berada di dinding . Namun hingga siang hari yang ditunggu tidak datang juga .


Dia sudah mencoba menghubungi nomer Aulia namun tidak ada yang mengangkatnya.


Ceklek!

__ADS_1


Tomi masuk kedalam ruangan itu dengan setumpuk berkas di tangannya.


" Silahkan bos ."


" Hem ... apa Aul sudah datang ?"


" Belum ada bos ."


Tomi memang tadi pagi izin untuk tidak menjemput. Dia harus menjemput orang tuanya di bandara .


Alvian menghubungi nomer Aulia sekali lagi . Dan ternyata kali ini diangkat.


" Kamu kemana saja Aul ?"


" ...."


" What !!! are you sure?"


deg !


" ...."


" Yes i Will go there now ."


" ..."


" Thanks!"


" Ada apa bos ?"

__ADS_1


" Siapkan mobil sekarang Aulia kecelakaan."


" What!!!"


__ADS_2