Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Interogasi


__ADS_3

" Siapa namamu ?" tanya tuan Mahendra menatap Aulia tajam . Dia ingin menguji nyali gadis cantik yang menjadi incaran sang putra. Bukanya takut , Aulia malah menatap tuan Mahendra dengan senyum lembutnya.


" Aulia tuan ," jawab Aulia santai .


" Kenapa kamu manggil saya tuan ... saya bukan majikanmu."


" Tetapi anda adalah ayah dari bos saya tuan ... jadi anda termasuk bos besar ."


"What !! kamu nggak takut sama saya ?"


" Kenapa saya harus takut sama tuan besar ... memangnya tuan besar suka makan manusia ?" tanya Aulia dengan wajah yang serius .


" Enak saja saya dikatakan kanibal ... saya masih suka makan nasi tahu ?" elak tuan Mahendra tidak terima .


" Kirain makan manusia , kalau makan nasi ma ... Aul juga makan nasi . Baru kalau tuan besar makan manusia Aul takut ."


" Ha ha ha om salut akan keberanian mu !" wajah yang tadi nampak seram berangsur lembut. Meskipun masih terkesan datar .


" Om bisa tertawa juga ?"


" Memangnya om robot nggak bisa tertawa ?"


" Bukan om ....tapi kulkas empat pintu ."


" Alloh hu Akbar Aul !" pekik seseorang yang baru tiba .


" Eh ... pak dosen , gimana kabarnya pak ."


" Kamu manggil Rani siapa ?"


" Kakak ."


" Manggil Alvin ?'


" Kak Al ."

__ADS_1


" Papa ?"


" Tuan besar ."


" Terus panggi saya ?"


" Pak dosen."


" Memangnya kamu nggak merasa bersalah gitu ?'


" Salah apalagi to pak ... tinggal lulus aja susah amat . Amat aja lulusnya nggak susah ," gerutu Aulia membuat semua orang menahan tawa .


" Sudah atuh ... Bram . Kamu ini baru masuk rumah, bukannya salam . Malah marah-marah."


" Maaf ma ... tadi Bram mau ucap salam , tapi keburu denger suara Aul jadi darah tinggi Bram agak naik gitu ," jawab Bramasta menghampiri sang mama untuk mencium tangan beliau . Begitupun dengan istrinya yang sedari tadi mengekor di belakang.


" Gimana kabarnya ma ?"


" Alhamdulillah mama baik... ayo duduk di sini ," ucap Erika dengan lembut . Dia menarik lengan menantunya untuk duduk disampingnya yang kosong. Sedangkan samping yang lain di isi oleh Aulia .


" Beres ! hanya saja boleh tidak Aul tahu di mana Aul magang . Kebetulan orang tua Aul juga akan tinggal sementara di Paris. Jadi kalau memang memungkinkan Aul bisa tinggal bersama mereka."


" Perusahaan D ' fashion alamatnya di *****." ucap Alvian menjawab pertanyaan Aulia .


" Sebentar Kak Al ... biar Aul catat dulu."


" Tante ! " teriak seorang wanita mengalihkan perhatian mereka.


" Maaf tuan ...nyonya . Nona Felisha ngotot ingin masuk ."


" Tidak papa biarkan dia masuk kedalam."


" Apa aku bilang ... Tante pasti membiarkan aku masuk kedalam," cerocos wanita itu kepada penjaga rumah.


" Maaf nona ."

__ADS_1


" A kamu sudah selesai nulis kan ," bisik Rani yang berjalan ke arahnya.


" Ada apa kak ?" tanya Aulia turut berbisik .


" Ayo ikut aku ke dalam. "


Tanpa meminta persetujuan dari keluarganya, Rani membawa Aulia masuk ke dalam kamarnya. Dia tidak suka dengan wanita yang baru masuk itu . Pasti dia ingin menggoda kakaknya . Dari pada melihat drama tidak bermutu lebih baik nonton drama Korea .


Tidak ada yang melihat kepergian mereka . Karena fokus melihat drama yang ditunjukkan oleh Felisha .


" Apa kabar tante . Hai Al sudah lama kita berjumpa . Kamu tahu tahu begitu aku mendengar kalau kamu pulang aku langsung ke sini ," Oceh Felisha sambil duduk di sofa yang ada di dekat Alvian .


" Oh ... ada om sama kak Bram juga ternyata. Salam semuanya."


" Kamu dari mana fel ?"


" Dari rumah kak .... kenapa?"


" Cuma tanya ... kok seperti mau kondangan."


" Oh ... cantik tidak kak ?"


" Bagiku sih lebih cantik istriku ."


" Kan aku tanya penampilan aku kak ! " rengek Felisha dengan manja . Membuat orang ill feel.


" Terserah mungkin Al bisa jawab ."


" Bagaimana Al ?"


" Kamu punya kaca kan ?"


" Tentu saja punya , kenapa ?"


" Kamu ngaca deh , cantik kagak !'

__ADS_1


" Allll !!!"


__ADS_2