
" Siapa namamu ?" tanya tuan Mahendra menatap Aulia tajam . Dia ingin menguji nyali gadis cantik yang menjadi incaran sang putra. Bukanya takut , Aulia malah menatap tuan Mahendra dengan senyum lembutnya.
" Aulia tuan ," jawab Aulia santai .
" Kenapa kamu manggil saya tuan ... saya bukan majikanmu."
" Tetapi anda adalah ayah dari bos saya tuan ... jadi anda termasuk bos besar ."
"What !! kamu nggak takut sama saya ?"
" Kenapa saya harus takut sama tuan besar ... memangnya tuan besar suka makan manusia ?" tanya Aulia dengan wajah yang serius .
" Enak saja saya dikatakan kanibal ... saya masih suka makan nasi tahu ?" elak tuan Mahendra tidak terima .
" Kirain makan manusia , kalau makan nasi ma ... Aul juga makan nasi . Baru kalau tuan besar makan manusia Aul takut ."
" Ha ha ha om salut akan keberanian mu !" wajah yang tadi nampak seram berangsur lembut. Meskipun masih terkesan datar .
" Om bisa tertawa juga ?"
" Memangnya om robot nggak bisa tertawa ?"
" Bukan om ....tapi kulkas empat pintu ."
" Alloh hu Akbar Aul !" pekik seseorang yang baru tiba .
" Eh ... pak dosen , gimana kabarnya pak ."
" Kamu manggil Rani siapa ?"
" Kakak ."
" Manggil Alvin ?'
" Kak Al ."
__ADS_1
" Papa ?"
" Tuan besar ."
" Terus panggi saya ?"
" Pak dosen."
" Memangnya kamu nggak merasa bersalah gitu ?'
" Salah apalagi to pak ... tinggal lulus aja susah amat . Amat aja lulusnya nggak susah ," gerutu Aulia membuat semua orang menahan tawa .
" Sudah atuh ... Bram . Kamu ini baru masuk rumah, bukannya salam . Malah marah-marah."
" Maaf ma ... tadi Bram mau ucap salam , tapi keburu denger suara Aul jadi darah tinggi Bram agak naik gitu ," jawab Bramasta menghampiri sang mama untuk mencium tangan beliau . Begitupun dengan istrinya yang sedari tadi mengekor di belakang.
" Gimana kabarnya ma ?"
" Alhamdulillah mama baik... ayo duduk di sini ," ucap Erika dengan lembut . Dia menarik lengan menantunya untuk duduk disampingnya yang kosong. Sedangkan samping yang lain di isi oleh Aulia .
" Beres ! hanya saja boleh tidak Aul tahu di mana Aul magang . Kebetulan orang tua Aul juga akan tinggal sementara di Paris. Jadi kalau memang memungkinkan Aul bisa tinggal bersama mereka."
" Perusahaan D ' fashion alamatnya di *****." ucap Alvian menjawab pertanyaan Aulia .
" Sebentar Kak Al ... biar Aul catat dulu."
" Tante ! " teriak seorang wanita mengalihkan perhatian mereka.
" Maaf tuan ...nyonya . Nona Felisha ngotot ingin masuk ."
" Tidak papa biarkan dia masuk kedalam."
" Apa aku bilang ... Tante pasti membiarkan aku masuk kedalam," cerocos wanita itu kepada penjaga rumah.
" Maaf nona ."
__ADS_1
" A kamu sudah selesai nulis kan ," bisik Rani yang berjalan ke arahnya.
" Ada apa kak ?" tanya Aulia turut berbisik .
" Ayo ikut aku ke dalam. "
Tanpa meminta persetujuan dari keluarganya, Rani membawa Aulia masuk ke dalam kamarnya. Dia tidak suka dengan wanita yang baru masuk itu . Pasti dia ingin menggoda kakaknya . Dari pada melihat drama tidak bermutu lebih baik nonton drama Korea .
Tidak ada yang melihat kepergian mereka . Karena fokus melihat drama yang ditunjukkan oleh Felisha .
" Apa kabar tante . Hai Al sudah lama kita berjumpa . Kamu tahu tahu begitu aku mendengar kalau kamu pulang aku langsung ke sini ," Oceh Felisha sambil duduk di sofa yang ada di dekat Alvian .
" Oh ... ada om sama kak Bram juga ternyata. Salam semuanya."
" Kamu dari mana fel ?"
" Dari rumah kak .... kenapa?"
" Cuma tanya ... kok seperti mau kondangan."
" Oh ... cantik tidak kak ?"
" Bagiku sih lebih cantik istriku ."
" Kan aku tanya penampilan aku kak ! " rengek Felisha dengan manja . Membuat orang ill feel.
" Terserah mungkin Al bisa jawab ."
" Bagaimana Al ?"
" Kamu punya kaca kan ?"
" Tentu saja punya , kenapa ?"
" Kamu ngaca deh , cantik kagak !'
__ADS_1
" Allll !!!"