Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Pergi ke pabrik


__ADS_3

" Ha ?" Aulia bingung . Apa yang harus ia lakukan sekarang.


" Apa lagi yang kamu tunggu , Aul !" ucap Alif dengan keras. Ke tiga pria itu masih menatap Aulia yang masih diam di tempat. Andre pun keluar dan membuka pintu untuk Aulia .


" Ayo masuk , Aul !"


" Maaf ... bolehkah jika saya naik ojol saja ," pinta Aulia dengan wajah melas.


" Hei ... kamu diajak naik mobil , bukan naik becak kenapa lelet amat !" kata Alif dengan tidak sabar . Padahal Alif orangnya lebih sabar dibanding Arfan . Arfan masih memandang wajah Aulia yang nampak sendu .


" Kalau begitu biar saya naik becak saja pak , gimana ?" pinta Aulia dengan penuh harap . Membuat ketiga pria itu tak habis pikir.


Arfan tiba-tiba ingat saat pagi tadi , Aulia turun dari motor . Jangan-jangan.....?


Arfan pun turun dari mobil itu . Membuat Alif terperangah. Apalagi Arfan mendekati Aulia yang masih diam di tempat.


" Pak Alif dan pak Andre lebih baik jalan dulu , biar Aul bersama saya naik motor," kata Arfan tiba-tiba.


" Apa maksudmu?"


" Nanti kita lanjutkan lagi pak . Lebih baik sekarang kita berangkat dahulu . Dari pada kita terlambat."


" Baiklah... awas jangan sampai telat !"


" Siap !"


Kemudian Andre menyalakan mobilnya. Sedangkan Arfan mengajak Aulia menuju tempat parkir untuk mengambil motor yang tadi ia gunakan.


Aulia tidak membantah , dia mengikuti Arfan dari belakang. Tidak ada pembicaraan diantara mereka. Arfan meminjam helm pada satpam untuk dipakai Aulia . Kemudian mereka berdua mengikuti mobil yang dikendarai Andre .


Ternyata mereka menuju pabrik garmen milik Alif . Ada masalah yang terjadi di pabrik. Itulah alasan Arfak ke ruangan Alif tadi . Tanpa membuang waktu lama dia langsung mengajak kemari .


Aulia turun dari motor setelah Arfan memberhentikan motornya. Dia memandang gedung di depannya yang nampak suram . Bukan hanya itu dia melihat banyak hantu yang ada di situ, membuat Aulia merinding.


" Ada apa ?" tanya Arfan melihat Aulia yang bergidik sambil melihat pabrik di depannya.


" Ini bangunan apa sih pak ?"


" Bisa tidak panggilannya jangan pak ," protes Arfan yang tidak suka dengan panggilan pak untuknya. Memangnya dia bapaknya?


" Gitu aja protes ... Saya beneran tanya loh pak , ini gedung apa ?" tanya Aulia tanpa menghiraukan peringatan Arfan .


" Kalian kenapa masih berdiri disini , Ayo kita masuk ," ajak Alif .

__ADS_1


" Baik pak ," jawab Aulia. Arfan sebenarnya masih belum puas , tetapi mengikuti langkah abangnya. Aulia dan Andre jalan bersisian .


" Ini bangunan apa kak?" tanya Aulia sambil berbisik .


" Ini pabrik garmen , tempat mengolah kain menjadi pakaian jadi. Semua produksi milik AA 'P Garmen dilakukan disini ," jawab Andre .


" Jadi begitu ?"


Alif langsung membawa mereka ke ruang direktur. Untuk pertama kalinya Aulia akan bertemu dengan direktur pemasaran.


" Selamat datang di pabrik tuan ," sapa pria paruh baya dengan ramah . Dilihat sepintas dia nampak pria baik-baik. Tetapi kita tidak menyimpulkan sesuatu dari luarnya doang . Karena bersihnya wajah tidak mesti hatinya juga baik .


" Hem !"


Tanpa memperdulikan orang tersebut Alif langsung menuju ruangannya. Alif memang memiliki ruangan sendiri di pabrik ini .


" Ada apa ?" tanya Alif pada orang kepercayaannya.


" Produk yang baru saja kita produksi ternyata mempunyai kesamaan dengan produk milik perusahaan tetangga. Dan mereka menuduh perusahaan kita telah meniru produk kita ."


" Jadi ada pengkhianat?"


" Benar bos!"


" Itulah masalahnya boss . Putri yang menjadi penanggung jawab tidak bisa ditemukan. Sudah hampir tiga hari dua menghilang. Orang tuanya sudah melaporkan ke kantor polisi , tetapi sampai sekarang masih belum ketemu . "


" Kenapa baru sekarang melapor ?" tanya Alif dengan geram.


" Maaf !"


" Apa maaf bisa menyelesaikan masalah ?"


" ..."


" Sabar boss, dari pada marah lebih baik kita cari solusi " kata Aulia memecah keheningan.


" Jangan cuma banyak omong jika kamu sendiri tidak bisa mendapatkan solusi."


" Kan saya belum mencoba , bagaimana bisa bisa langsung menyimpulkan seperti itu ," protes Aulia tidak terima .


" Baiklah sekarang apa solusi yang kamu punya ?" tanya Alif mencoba memberi kesempatan untuk Aulia.


" Bolehkah saya melihat produk baru itu ?"

__ADS_1


" Ambil barang yang dibutuhkannya?" perintah Alif pada tangan kanannya itu .


" Ini pak ." Sebuah jaket di berikan kepada Alif . Alif langsung memberikannya pada Aulia.


Aulia meneliti kaos itu dengan seksama.


" Apa produk perusahaan tetangga itu sama persis dengan ini ?" tanya Aulia dengan serius .


" Benar nona ."


" Kalau begitu kita bisa menambahkan sesuatu agar jaketnya berbeda. Contohnya seperti ini ...."


Aulia dengan santai menguraikan pendapatnya. Semua yang mendengar pendapat Aulia langsung setuju . Ternyata untung juga membawa Aulia kesini , batin Alif dengan senang karena satu masalah selesai .


" Sekarang masalah kedua ... bagaimanapun kita harus menemukan putri untuk meminta penjelasan padanya."


" Pak ...."


" Ada apa ?"


" Sebenarnya apa bapak ...."


" Bicara saja !"


" Sebenarnya... saya curiga dengan orang yang menyambut bapak tadi ."


" Siapa ?"


" Pria yang tadi ."


" Kenapa memangnya?"


" Bapak bisa menyelidikinya. Karena dia sebagai penanggung jawab tertinggi di sini . "


" Kamu _!"


" Tolong bapak selidiki dahulu ," pinta Aulia dengan serius.


" Baiklah. ... tidak ada salahnya ."


Aulia menyetujui semua usulan Aulia. Baik Arfan maupun Andre tidak ada yang membantah . Mereka di pabrik cukup lama . Selanjutnya mereka bertemu dengan klien yang tadi pagi mereka bicarakan.


Arfan ikut dengan mereka sebagai supir Aulia . Mereka berdua mencoba untuk berdamai.

__ADS_1


__ADS_2