
Tap tap tap
Bunyi sepatu Alvian dan Tomi menggema di lorong rumah sakit . setelah mendapatkan informasi dimana letak Aulia meraka langsung berlari tidak peduli jika mereka bukan lagi seorang anak-anak.
Alvian berlari ke arah ICU . Terlihat sekali kepanikan diwajahnya.
" Hos hos hos ..."
Begitu sampai di depan ICU, nafas mereka ngos-ngosan. Mereka mengatur nafas terlebih dahulu sambil menunggu dokter keluar dari dalam ruangan .
Ceklek!
Pintu ruang ICU terbuka . Beberapa orang keluar dari ruangan itu . Jika dilihat dari pakaian yang mereka besar kemungkinan jika mereka dokter dan juga perawat .
" Bagaimana keadaan korban kecelakaan dokter ?"
" Apakah anda salah satu wali dari korban. Ada yang meninggal di tempat ada juga korban yang masih selamat ."
deg !
" Ada berapa korban dokter ?"
" Ada tiga orang korban. Satu orang korban tabrak lari . Dan dua orang korban saling tabrak ."
deg deg deg deg deg
" Boleh saya tahu siapa korban yang meninggal dok ?"
" Jika dilihat dari identitas yang kami temukan , gadis itu bernama Cristin."
" Cristin?"
" Ya ... namanya Cristin."
" Bagaimana dengan dua korban lainya ?"
" Seorang lelaki paruh baya , belum jelas identitasnya. Sedangkan satu korban lagi bernama Aulia ."
" Alhamdulillah... bagaimana keadaan Aulia dokter ?"
" Kondisinya tidak terlalu parah . Sebentar lagi dia sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat biasa ."
" Terima kasih informasinya dok ."
__ADS_1
Alvian merasa lega saat mengetahui Aulia bukan korban yang meninggal. Tadi jantungnya serasa mau copot saat mendengar ada korban yang meninggal.
" Kamu selidiki bagaimana Aulia bisa kecelakaan. Kamu cari pelaku yang telah menabraknya. Jangan biarkan dia lolos !" titah Alvian dengan tegas . Tidak tahu saja dia bahwa sang pelaku telah mendapatkan karma ditempat.
Setelah memberi perintah pada Tomi , Alvian menghubungi nomer orang tua Aulia . Hubungan mereka juga dekat setelah beberapa kali berinteraksi.
Ceklek
Alvian menatap pintu yang terbuka . Ternyata ada beberapa perawat yang membawa Aulia untuk dibawah keruang perawatan. Alvian dengan mengikuti mereka.
Aulia ditempatkan di ruang VVIP. Alvian ingin jika Aulia merasa nyaman .
Kini tinggallah Alvian sendiri bersama dengan Aulia yang masih belum sadar . Aulia bersyukur kondisinya tidak terlalu menghawatirkan.
" Cepat sembuh sayang ..." ucap Alvian dengan lirih .
" Maafkan atas kelalaian ku ," gumamnya lagi .
Alvian duduk disamping ranjang . Matanya tidak pernah beralih dari wajah Aulia selain untuk berkedip .
Sebenarnya kondisi Aulia bisa lebih parah dari ini . Andai saja tidak ada hantu yang menolongnya.Apalagi dia terlempar cukup jauh .
Ceklek!
" Ada yang sengaja menabrak Aulia bos . Tetapi orang itu sudah mendapatkan hukumannya."
" Maksud kamu ?"
" Korban yang meninggal tadi merupakan orang yang telah menabrak Aulia ."
" Apakah Aulia punya musuh ?" tanya Alvian bingung. Setahunya Aulia tidak pernah mencari masalah dengan orang .
" Masalah hati tuan . Bukan rahasia lagi jika Cristin mencintai bos , namun bos malah dekat dengannya. Mungkin itulah yang membuat Cristin gelap mata ."
" ..."
Ternyata efek dari patah hati sungguh mengerikan. Tomi sampai bergidik saat mendengar hal itu pertama kali .
Setelah tiga lima jam menunggu akhirnya Aulia sadar juga . Orang tua Aulia juga sedari tadi tiba . Mereka bersyukur kondisi Aulia tidak separah kecelakaan yang pertama.
Mereka telah melihat rekaman detik-detik Aulia mengalami kecelakaan. Sungguh mereka bersyukur Aulia bisa selamat .
" Ugh ...."
__ADS_1
" Alhamdulillah... kamu sadar sayang ?"
Aulia menatap satu persatu wajah didepannya. Mama, papa dan juga Alvian .
Alvian langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Aulia . Setelah semua diperiksa mereka merasa lega . Hasilnya tidak buruk sama sekali .
" Maafkan atas kelainan saya om ... Tante ."
" Tidak ada yang perlu dimaafkan . Kamu tidak bersalah , sebab yang bersalah sudah mendapatkan hukuman yang setimpal."
" Aul ..."
" Ada apa kak ?"
" Will you Merry me ?"
" Ha ?"
" Apa maksud nak Al ?" tanya mama Aulia mewakili Aulia dan papanya .
" Saya ingin menikah dengan Aulia paman . Saya ingin merawat Aulia dengan tangan saya sendiri . Untuk itu saya mohon berikanlah restu untuk saya ."
" Kak Al kok ngomong begitu ?"
" Kamu tidak ingin menikah dengan kakak?"
" Saya ..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Saya terima nikah dan kawinnya... Aulia Bilqis binti Rangga dengan mas kawin yang tersebut diatas dibayar tunai !"
" Bagaimana para saksi?"
" Sah !"
Akhirnya Aulia resmi menjadi istri dari seorang Alvian di saat dirinya masih terbaring diatas ranjang . Setelah memikirkan dengan seksama dan nasehat dari kedua orang tuanya. Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang tulus mencintaimu.
Ini merupakan awal bagi Alvian dan Rangga dalam menjalani sebuah biduk rumah tangga . Semoga keduanya mampu menjaga rumah tangga itu dengan baik . Menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.
Terima sudah membaca cerita ini hingga akhir . Jika masih banyak kata-kata yang salah dan tidak sesuai harapan pembaca saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Saya dengan tulus mengucapkan terimakasih atas semua dukungan dari teman-teman semua . Karena tanpa teman-teman semua saya bukanlah siapa-siapa.
__ADS_1
Jika berkenan bisa membaca novel saya yang lainnya. Terimakasih 🙏🙏🙏🙏😘