
Aulia membawa tiga tamunya masuk kedalam rumah . Arini sudah sadar jadi dia bersama Rani bersaudara berpamitan.
" Silahkan masuk ," kata Aulia mempersilahkan Rani bersaudara untuk masuk kedalam rumahnya.
" Terimakasih. "
Aulia duduk disalah satu sofa di ikuti ketiga tamunya. Rani duduk disampingnya.
" Keren banget loh tadi A!" puji Rani dengan tulus . Sedangkan kedua kakaknya manggut-manggut.
" Biasa aja kali kak !" jawab Aulia nampak malu dengan apa yang telah ia perbuat . Apalagi setelah dia sadar dengan apa yang ia pakai .
" Kok kamu bisa melakukan itu semua Aul ?" tanya Bram . Dia masih takjub dengan aksi yang dilakukan anak didiknya.
" Entah lah pak ... semua mengalir begitu saja ."
" Tapi bapak benar-benar bangga banget loh sama kamu . Tidak kusangka putri bar-bar kembali . Dan kali ini untuk hal yang lebih baik ."
" Kok bapak bisa tahu gelar Aul sih ?"
" Ya tahulah siapa yang tidak tahu ," sindir Bramasta.
Interaksi mereka membuat salah satu pemuda yang lain iri . Jangankan ngobrol kenalan aja belum . Dasar kakak nggak ada akhlak bukannya ngenalin adiknya dulu malah nyrocos ngalor ngidul batin alvian .
" Oh iya ngomong-ngomong bapak kok bisa ada di sini ?"
" Ya mengunjungi adik bapak lah , memangnya ngapain lagi coba ?"
" Oh ... kirain kangen sama Aul ," ungkap Aulia dengan pedenya .
" Bisa digebukin istrinya kalau kak Bram sampai kangen sama kamu A ," kata Rani menyahut .
" Bisa jadi kan kan kak , Pak Bram kangen sama Aul yang suka bikin ulah ."
" Nggak deh .... jangan lagi . Bapak sudah kapok sama ulah kamu yang ada di kampus !" ujar Bram sambil geleng-geleng kepala.
" Ehm !"
Suara deheman itu membuat ketiga orang sedang berbincang itu mengalihkan perhatian mereka .
" Eh . . hampir lupa . Kenalin A ini kak alvin, adik kak Bram sekaligus kakak aku ," kata Rani memperkenalkan . Aulia memperhatikan Alvin dengan seksama . Membuat Alvian jadi gugup .
__ADS_1
Sebenarnya Alvian tipe lelaki yang dingin dengan wanita . Dia tidak begitu suka berdekatan dengan wanita . Sampai-sampai dia dianggap gay. Karena kemana-mana bersama Rendi sang asisten.
" Lihatnya biasa aja kali A , nggak akan lari juga ," sindir Rani yang melihat Aulia tidak berkedip melihat Alvian . Sedangkan Alvian menutupi kegugupannya dengan berwajah datar . Sehingga tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya dia salah tingkah.
" Mumpung kak ... kapan lagi coba , lihat cowok tampan didepan mata ," jawab Aulia tanpa mengalihkan pandangannya dari Alvian .
" Kok kamu lihat aku biasa saja padahal aku juga nggak kalah tampan loh dari Alvian ," protes Bram dengan cemberut.
" Waduh mana berani saya natap bapak, bisa-bisa istri bapak melabrak saya ."
" Lah emangnya kamu nggak takut istri kak Alvian bakal labrak kamu ?" goda Rani sambil tersenyum.
" Betul juga ... kok nggak kepikiran ya , biasanya kalau orang tampan itu sudah ada pasangan. Tapi masa bodoh lah kak ... kesempatan kan nggak datang dua kali . Sekarang ehm... kak Alvian kan sendiri jadi nggak masalah deh , Betulkan kak ," ucap Aulia sambil mengedipkan matanya yang sebelah .
" Astaghfirullah A ... baru tahu aku kalau kamu juga bisa jadi genit ." tanpa merespon ucapan Rani Aulia mengulurkan tangan kedepan Alvian . Tanpa ragu Alvian meraih tangan itu.
" Perkenalkan kak namaku Aulia ," kata Aulia sambil tersenyum manis semanis madu ...cie 🤭!
" Alvian!" singkat, padat , jelas . Padahal sudah banyak kata yang terangkum dalam otaknya tetapi yang keluar hanya satu kata....parah !
" Ha !" melongo , hanya itu dapat Aulia lakukan sebelum melepaskan uluran tangannya dan kembali untuk duduk .
" Parah kamu dek ... masak cuma bilang gitu doang , kasian kan jadinya Aulia melongo."
" Ehm !"
" Nggak usah repot-repot kali A , kakak tahu pasti kamu nggak bisa buat minum ."
" Lah ... kakak ma kalau ngomong suka bener. Tapi kalau cuma air putih sih Aul punya banyak , tuh !" tunjuk Aulia pada dispenser yang ada di pojok ruangan .
Mendengar ucapan Aulia mereka bertiga hanya bisa geleng-geleng kepala .
" Terimakasih deh ... tapi sebenarnya kami kesini karena ada yang ingin kami bicarakan," kata Bramasta mulai serius .
" Memangnya dari tadi kita nggak bicara ya pak ?"
" Serius atu A !"
" Iya ... iya sebenarnya ada masalah apa ? kok kayaknya penting banget dah ."
" Kamu ingat masalah tadi siang kan ?" kini giliran Rani yang bertanya .
__ADS_1
" Ya ingat lah kak ... seumur hidup Aul baru pertama kali ini Aul masuk ke kantor polisi dan hampir saja di penjara . Bagaimana bisa lupa coba ?"
" Kirain udah lupa . Terus kamu ingat...kan ucapan Toni tadi ?"
" Kalau tidak salah Aul sudah diberhentikan secara tidak hormat dari perusahaan. Sehingga nilai magang saya zero . Betul tidak ?"
" Betul ... terus kamu nggak khawatir gitu ?"
" Khawatir kenapa ?" dengan bingung Aulia bertanya. Sampai dahinya berkerut .
" Khawatir nilaimu benar-benar nol ," ucap Rani dengan greget dengan respon Aulia yang kelewat santai .
" Oh ... ngapain takut , yang jadi pimpinan aku tuh kak Rani , yang jadi dosen aku pak Bram semuanya sekarang ada didepan aku terus ngapain khawatir ?"
" Iya juga kok aku jadi lemot gini ," gumam Rani yang masih bisa didengar oleh yang lain .
" Pasti kak Rani ..."
" Apa ?"
" Capek , lelah dan ngantuk ."
" Kamu bener tapi ini sangat penting jadi harus selesai sekarang."
" Kalau begitu apa yang harus Aul lakukan?"
" Itu pertanyaan ku A ... apa yang akan kamu lakukan setelah ini . Kamu sudah tidak magang lagi di perusahaan*** ."
" Oh ... kalau saya putuskan biar bapak dosen terhormat yang memutuskannya. Saya akan menerima semua keputusan dari bapak dosen ."
" Kalau kamu ku kirim ke Prancis bagaimana?"
" Wah ... liburan ya pak ?" Aulia memandang Bram berbinar . Dia belum pernah ke Prancis, jadi jika ada yang mengajak boleh-boleh aja .
" Siapa yang bilang liburan . Sebenarnya saya tidak tahu mau kirim kamu kemana lagi tetapi saya ingat perusahaan Alvian juga masih berhubungan dengan designer jadi kalau kamu bersedia kamu bisa menyelesaikan masa magang mu di perusahaan Alvian ," jelas Bram dengan panjang lebar .
" Wah ... nggak sia-sia tadi gebukin pak Toni sampai babak belur . Bisa barengan bang ganteng sama jalan-jalan keluar negri, sungguh nikmat apa lagi yang ku dustakan ," kata Aulia secara tidak langsung menerima tawaran dari Bramasta.
" Alhamdulillah kalau begitu... Sekarang kamu istirahat yang cukup , besok kita kembali ke Jakarta. Dan kamu persiapkan perlengkapan yang akan kamu bawa ke Prancis . Jadi saat Alvian berangkat, kamu langsung bisa ikut dengannya."
" Baik pak ... terimakasih."
__ADS_1
" Sudah ... sekarang kami pulang dulu . Kamu bisa langsung istirahat."
" Ok 👍!"