Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Jadi Sekertaris CEO untuk tiga bulan mendatang


__ADS_3

Aulia diajak ke lantai tujuh tempat dimana ruang CEO berada. Dia berjalan di belakang Rara , wanita paruh baya yang tadi memberinya pengarahan.


" Selamat pagi Bu Diana !" sapa Bu Rara saat mereka berada di depan seorang wanita yang nampak sedang hamil besar .


" Selamat pagi mbak Rara . Apa ini gadis yang akan menggantikan saya mbak ?" tanya Bu Diana dengan ramah.


" Benar Bu ... ibu bisa mengajari Aulia sebelum resmi cuti ."


" Apakah pak Alif akan menerimanya?" tanya Bu Diana dengan ragu . Apalagi Aulia masih tahap magang .


" Kita bisa tanyakan langsung pada beliau Bu . Apa beliau belum datang ?"


" Kamu benar ... pak Alif juga sudah datang . Mari kita ke dalam !"


Tok tok tok


" Masuk !"


Mereka bertiga masuk kedalam ruangan CEO . Ruangan yang cukup mewah meskipun tidak begitu menarik menurut Aulia .


Seorang pemuda tampan sedang menatap dokumen di depannya. Dialah Alif sang CEO disini . Di belakangnya asisten berdiri dengan sigap . Sudah seperti bodyguard saja , pikir Aulia dalam hati .


Aulia masih asyik dengan pikirannya tanpa sadar Alif menatapnya dengan tajam. Merasa ada yang memperhatikan, Aulia pun menatap Alif tanpa takut . Matanya mengernyit begitu ia melihat wajah yang di familiar dari wajah tersebut. Ekspresi itu tertangkap oleh Alif dan juga asistennya.


" Ada apa ?" tanya Alif membuka suara .


" Begini pak , ini namanya Aulia. Dia merupakan salah satu mahasiswi yang magang disini . " Diana mengutarakan tujuan mereka.


" Apa dia yang kau tunjuk untuk menggantikan mu selama cuti ?" tanya Alif pada Diana.


" Benar pak ."


" Apa kamu yakin ?"

__ADS_1


" Yakin pak !"


" Kalau begitu kalian berdua bisa keluar . biarkan dia disini ," ujar Alif santai .


Akhirnya Rara dan Diana keluar dari ruangan tersebut. Tinggal Aulia yang berada di ruangan itu bersama dua orang yang terkenal dingin dan tidak kenal ampun bagi yang membuat kesalahan.


Alif menatap Aulia dengan tatapan intimidasi . Tetapi Aulia hanya cuek menatapnya. Membuat Alif heran .


" Siapa namamu ? "


" Aulia Bilqis."


" Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Alif penasaran.


" Sepertinya ini pertemuan pertama pak !"


" Oh .... baiklah. Apakah kamu siap menggantikan Diana mengerjakan semua tugasnya?"


" Kalau begitu kamu boleh kembali ke tempat Diana . Belajar dengan rajin , jangan bermalas-malasan!"


" ..."


" Kok diem ?" tanya Alif karena tidak ada tanggapan dari Aulia.


" Ehm .... sebenarnya saya ini pemalas pak ," jawab Aulia dengan jujur.


" What !!!"


Alif dan Andre langsung melotot tak percaya dengan apa yang mereka dengar . Bagaimana bisa gadis di depannya ini dengan santai mengucapkan jika dirinya malas .


" Apa ada yang salah pak ?" tanya Aulia dengan heran . Apalagi dengan respon yang keluarkan oleh Alif dan Andre.


Baru juga Alif mau menjawab , ada yang membuka pintu tanpa permisi. Membuat ketiga orang itu terkejut .

__ADS_1


" Bang ... gua mau ijin dong ," kata Arfan to the poin. Dia belum menyadari adanya Aulia di ruangan itu .


" Kenapa kamu langsung masuk seperti itu . Apa kamu sudah tidak punya sopan santun," herdik Alif dengan tegas .


Dia sangat menyayangkan sifat Arfan yang masih ceroboh. Bagaimana kalau identitasnya terbongkar. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Aulia yang masih tetap dalam posisinya. Bahkan gadis itu tidak menoleh sedikitpun. Dia tidak tahu apa yang ada dipikiran gadis di depannya.


" Maaf pak . Di depan tidak orang. Jadi saya langsung masuk . Sebenarnya kondisinya darurat . Ada keluarga saya yang mengalami kecelakaan. Jadi maaf jika tidak sopan masuk seenaknya," ujar Arfan begitu menyadari ada orang lain selain Alif dan Ardan .


" Apa kondisinya serius ?"


" Sangat pak !"


" Baiklah kamu saya ijinkan . Tapi sekali lagi ingat sopan santunnya."


" Terimakasih pak ... kata-kata bapak akan saya perhatikan," jawab Arfan . Dia melirik sekilas gadis yang berdiri di sampingnya. Matanya melotot begitu mengetahui siapa yang ada disampingnya.


" Lo ngapain ada di sini ?" tanya Arfan reflek. Dia sampai berdiri di depan Aulia dengan mata melotot. Aulia juga menatap Arfan datar .


deg !!! bagaimana tatapannya bisa menjadi datar seperti itu , tanya Arfan dalam hati . Pria itu tertegun menatap Aulia .


Alif dan Andre langsung saling tatap . Mereka merasa ... mereka mempunyai hubungan. bukankah mereka satu kampus ?


" Ehm... apa kalian saling kenal ?" tanya Alif , memutuskan kedua sejoli yang saling pandang . Cie ....cie !!!


" Kami satu kampus ," ucap Arfan maupun Aulia kompak .


" Kalian pacaran?"


" Tidak !" mereka lagi-lagi menjawab secara kompak .


" Terus kalian ngapain saling pandang seperti itu ?"


Arfan langsung kikuk . Dia kembali ketempat semula . Sedangkan Aulia tetap cuek.

__ADS_1


__ADS_2