
Tok tok tok tok
Ketukan di pintu terdengar dengan nyaring . Sayangnya sang pemilik kamar tertidur di kamar mandi .
" Non ....non Aul ," teriak Fitri di depan pintu.
" Non Aul ... buka pintunya dong ," pinta Fitri dengan suara yang semakin keras.
Tok tok tok
" Non Aul !"
" Jangan teriak-teriak... !" kata Bu Yem dengan tegas . Dia yang tadinya masak untuk makan malam jadi terganggu.
" Maaf bi ... habisnya dari tadi non Aul nggak mau buka pintu ," kata Fitri dengan cemberut .
" Mungkin saja non Aul lagi sholat."
" Betul juga ... kok Fitri nggak kepikiran sih ."
" Memang kenapa kok sepertinya penting banget cari non Aul ?"
" Tuan Rangga telpon dari tadi , tetapi nggak diangkat."
" Bilang saja masih sholat."
" Baik Bi."
Nadia yang baru saja datang mendengar obrolan dua pembantu itu. Dia langsung menembus pintu masuk kedalam kamar .
" Kok kosong ?" gumam Nadia . Jadi dia pun masuk kedalam kamar mandi . Melihat Aulia yang tertidur sambil berendam membuatnya geleng-geleng kepala.
Nadia mendekati Aulia untuk membangunkannya.
" Aul !" teriak Nadia membuat Aulia gelagapan. Untung tidak sampai tenggelam dalam bath tub.
" Kamu bisa nggak sih nggak gangguin orang tidur," gerutu Aulia sambil mencari posisi yang nyaman untuk duduk .
" Sorry ... tapi tadi pembantu Lo gedor-gedor pintu sambil teriak nama Lo . Kasian tahu tenggorokannya."
" Emang ada apa ?"
" Ya mana gua tahu ... la wong gua baru juga datang . Terus disambut oleh teriakan mereka. Memangnya Lo nggak denger ?"
" Nggak... emang keras banget , teriakannya ?
" Kuping gue sampai budeg ... gua ma ogah jadi setan budeg ."
" Ya udah Lo keluar dulu gih . Gua mau bilas ."
" Emang Napa kalau gua disini ."
" Gini-gini gua juga masih punya malu dodol !"
" Iya iya ... sensi amat neng ," jawab Nadia sambil keluar dari kamar mandi .
Setelah Nadia keluar , Aulia membilas tubuhnya dibawah shower. Dia merasa tubuhnya lebih segar .
Aulia segera menunaikan sholat asar karena waktunya tinggal sedikit. Nadia memperhatikan gerak-gerik Aulia dengan tiduran diatas ranjang .
" Hari ini Lo kemana saja ?" tanya Aulia setelah melipat mukena dan juga sajadah yang telah ia pakai untuk sholat.
__ADS_1
" Biasa lah di kampus ... kenapa , kangen ya ?"
" Idih PD amat Lo . Gue cuma nanya doang ," bantah Aulia .
" Rindu berat neng ... jadi jangan rindu !"
" Aduh ..... yang berat tuh ngomong sama hantu yang kepedean."
Tok tok tok
Percakapan mereka pun terhenti. Aulia berjalan kearah pintu dan membukanya.
" Ada apa Bu ?" tanya Aulia kepada Bu Yem yang sudah berdiri di hadapannya.
" Non Aul tidak kenapa-kenapa kan ?"
" Emang kenapa ?"
" Tadi Fitri gedor-gedor pintu tetapi nggak ada respon."
" Oh .... tadi Aul masih mandi . Dan barusan selesai sholat asar . Ada apa sebenarnya ya Bu ?" tanya Aulia.
" Ada telpon dari papa dan mama nona . Katanya telpon nona susah dihubungi," jawab Bu Yem dengan jujur .
" Oh.... jadi begitu . Maaf ya Bu , hp Aul ada di tas dan Aul nggak dengar . Kalau begitu Aul telpon Aul dulu ya !"
" Silahkan non ... ibu masih mau lanjut masak."
" Oke !"
Aulia kembali masuk kedalam kamar . Sedangkan Bu Yem kembali ke dapur . Aulia mengambil hp nya yang ada di dalam tas . Dan menghubungi kedua orang tuanya. Dalam sekali panggil sudah diangkat oleh orangtuanya.
" Assalamualaikum..."
" ... "
" ...."
" Papa bisa saja ... tadi Aul tidur sambil berendam atau berendam sambil tidur ya ? "
" ....."
" Iya ... iya .... lain kali nggak lagi ."
" ...."
" Hari pertama magang sih biasa aja menurut Aul."
" ... "
Percakapan mereka cukup lama . Sampai Nadia yang mendengar tertidur. Emang ada hantu tidur ?🤔🤔🤔🤔
Keesokan harinya Aulia berangkat seperti biasa. Dengan diantar pak Dadang, Aulia berangkat naik motor . Seperti hari kemarin, dia membawa bekal buat makan siang .
Saat tiba di depan lift Aulia bertemu dengan Arfan . Keduanya seolah tidak saling kenal . Arfan merasa aneh dengan sikap Aulia , Padahal biasanya Aulia selalu agresif saat bertemu dengannya.
Ting !
Arfan masuk kedalam lift di ikuti Aulia dari belakang. Bukan hanya mereka, tetapi ada juga dua orang yang turut serta masuk kedalam lift itu .
" Kamu mahasiswa magang kan ?" tanya wanita yang kira-kira berusia tiga puluh tahunan .
__ADS_1
" Iya kak ."
" Berada di lantai berapa?"
" Lantai tujuh kak ."
" Lantai tujuh ... kamu tidak salah kan ?"
" Memangnya ada yang salah kak ?"
" Nggak juga sih. Tetapi kamu yakin lantai tujuh bukan lantai lima !"
" Yakin kak .... memangnya kenapa?"
" Nggak kenapa-napa," jawab gadis itu sambil sesekali melirik ke arah Arfan . Sebenarnya kedua gadis itu satu departemen dengannya.
Setelah itu suasana lift menjadi hening . Tidak ada lagi percakapan selama lift itu berjalan . Ketiga orang keluar di lantai enam . Tinggal Aulia sendiri di dalam lift . Tiba-tiba disampingnya muncul sesosok wanita yang berwajah seram . Aulia diam tidak berkutik . Untung lift itu berhenti. Saat pintu lift terbuka Aulia langsung keluar. Rasanya sungguh merinding berduaan dengannya didalam lift 😖😖😖.
Ternyata Diana belum datang . Aulia segera melakukan kegiatan yang sudah di jelaskan oleh Diana . Pertama dia menaruh tasnya di kursi dan merapikan meja kerjanya. Setelah itu dia pergi ke pantry membuatkan secangkir kopi buat Alif dan membawanya keruangan Alif .
Aulia meletakkan cangkir berisi kopi itu diatas meja . Kemudian kembali ke meja kerjanya . Tak lama kemudian Alif datang bersama dengan Andre . Mereka berhenti di depan meja Aulia.
" Habis ini keruangan saya !" titah Alif tanpa basa-basi.
" Baik ... pak !"
Setelah itu Alif dan Andre memasuki ruangannya.
" Apa agenda kita hari ini ?" tanya Alif begitu ia duduk di kursi .
" Bapak hari ini _"
Tok tok tok
Belum juga Andre menyelesaikan perkataannya pintu di ketuk dari luar . Andre menatap Alif yang juga sedang menatapnya.
" Suruh dia masuk !" titah Alif .
" Baik pak !"
Andre membukakan pintu untuk Aulia . Aulia tanpa gugup berjalan di belakang Andre .
" Ada yang bisa saya bantu pak ?"
" Itulah tujuan saya memanggilmu kesini . Diana resmi cuti mulai hari ini _"
" Apa .... kok bisa pak ?"
" Jangan potong ucapan saya !"
" Maaf pak ."
" Diana semalam mengalami kontraksi."
" Jadi mbak Diana melahirkan. Laki-laki atau perempuan pak ?" tanya Aulia dengan menggebu . Padahal Alif belum selesai berbicara . Alif menatap Aulia tajam .
" Bisa tidak kalau saya lagi ngomong tidak di potong ?"
" Bisa pak."
" Seperti yang sudah saya katakan tadi , Diana mulai hari ini cuti . Jadi kamu mulai saat ini resmi menggantikan pekerjaannya!"
__ADS_1
" ....."
"?????"