Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Tidur sambil berendam atau berendam sambil tidur ?


__ADS_3

Tok tok tok tok


Ketukan di pintu terdengar dengan nyaring . Sayangnya sang pemilik kamar tertidur di kamar mandi .


" Non ....non Aul ," teriak Fitri di depan pintu.


" Non Aul ... buka pintunya dong ," pinta Fitri dengan suara yang semakin keras.


Tok tok tok


" Non Aul !"


" Jangan teriak-teriak... !" kata Bu Yem dengan tegas . Dia yang tadinya masak untuk makan malam jadi terganggu.


" Maaf bi ... habisnya dari tadi non Aul nggak mau buka pintu ," kata Fitri dengan cemberut .


" Mungkin saja non Aul lagi sholat."


" Betul juga ... kok Fitri nggak kepikiran sih ."


" Memang kenapa kok sepertinya penting banget cari non Aul ?"


" Tuan Rangga telpon dari tadi , tetapi nggak diangkat."


" Bilang saja masih sholat."


" Baik Bi."


Nadia yang baru saja datang mendengar obrolan dua pembantu itu. Dia langsung menembus pintu masuk kedalam kamar .


" Kok kosong ?" gumam Nadia . Jadi dia pun masuk kedalam kamar mandi . Melihat Aulia yang tertidur sambil berendam membuatnya geleng-geleng kepala.


Nadia mendekati Aulia untuk membangunkannya.


" Aul !" teriak Nadia membuat Aulia gelagapan. Untung tidak sampai tenggelam dalam bath tub.


" Kamu bisa nggak sih nggak gangguin orang tidur," gerutu Aulia sambil mencari posisi yang nyaman untuk duduk .


" Sorry ... tapi tadi pembantu Lo gedor-gedor pintu sambil teriak nama Lo . Kasian tahu tenggorokannya."


" Emang ada apa ?"


" Ya mana gua tahu ... la wong gua baru juga datang . Terus disambut oleh teriakan mereka. Memangnya Lo nggak denger ?"


" Nggak... emang keras banget , teriakannya ?


" Kuping gue sampai budeg ... gua ma ogah jadi setan budeg ."


" Ya udah Lo keluar dulu gih . Gua mau bilas ."


" Emang Napa kalau gua disini ."


" Gini-gini gua juga masih punya malu dodol !"


" Iya iya ... sensi amat neng ," jawab Nadia sambil keluar dari kamar mandi .


Setelah Nadia keluar , Aulia membilas tubuhnya dibawah shower. Dia merasa tubuhnya lebih segar .


Aulia segera menunaikan sholat asar karena waktunya tinggal sedikit. Nadia memperhatikan gerak-gerik Aulia dengan tiduran diatas ranjang .


" Hari ini Lo kemana saja ?" tanya Aulia setelah melipat mukena dan juga sajadah yang telah ia pakai untuk sholat.

__ADS_1


" Biasa lah di kampus ... kenapa , kangen ya ?"


" Idih PD amat Lo . Gue cuma nanya doang ," bantah Aulia .


" Rindu berat neng ... jadi jangan rindu !"


" Aduh ..... yang berat tuh ngomong sama hantu yang kepedean."


Tok tok tok


Percakapan mereka pun terhenti. Aulia berjalan kearah pintu dan membukanya.


" Ada apa Bu ?" tanya Aulia kepada Bu Yem yang sudah berdiri di hadapannya.


" Non Aul tidak kenapa-kenapa kan ?"


" Emang kenapa ?"


" Tadi Fitri gedor-gedor pintu tetapi nggak ada respon."


" Oh .... tadi Aul masih mandi . Dan barusan selesai sholat asar . Ada apa sebenarnya ya Bu ?" tanya Aulia.


" Ada telpon dari papa dan mama nona . Katanya telpon nona susah dihubungi," jawab Bu Yem dengan jujur .


" Oh.... jadi begitu . Maaf ya Bu , hp Aul ada di tas dan Aul nggak dengar . Kalau begitu Aul telpon Aul dulu ya !"


" Silahkan non ... ibu masih mau lanjut masak."


" Oke !"


Aulia kembali masuk kedalam kamar . Sedangkan Bu Yem kembali ke dapur . Aulia mengambil hp nya yang ada di dalam tas . Dan menghubungi kedua orang tuanya. Dalam sekali panggil sudah diangkat oleh orangtuanya.


" Assalamualaikum..."


" ... "


" ...."


" Papa bisa saja ... tadi Aul tidur sambil berendam atau berendam sambil tidur ya ? "


" ....."


" Iya ... iya .... lain kali nggak lagi ."


" ...."


" Hari pertama magang sih biasa aja menurut Aul."


" ... "


Percakapan mereka cukup lama . Sampai Nadia yang mendengar tertidur. Emang ada hantu tidur ?🤔🤔🤔🤔


Keesokan harinya Aulia berangkat seperti biasa. Dengan diantar pak Dadang, Aulia berangkat naik motor . Seperti hari kemarin, dia membawa bekal buat makan siang .


Saat tiba di depan lift Aulia bertemu dengan Arfan . Keduanya seolah tidak saling kenal . Arfan merasa aneh dengan sikap Aulia , Padahal biasanya Aulia selalu agresif saat bertemu dengannya.


Ting !


Arfan masuk kedalam lift di ikuti Aulia dari belakang. Bukan hanya mereka, tetapi ada juga dua orang yang turut serta masuk kedalam lift itu .


" Kamu mahasiswa magang kan ?" tanya wanita yang kira-kira berusia tiga puluh tahunan .

__ADS_1


" Iya kak ."


" Berada di lantai berapa?"


" Lantai tujuh kak ."


" Lantai tujuh ... kamu tidak salah kan ?"


" Memangnya ada yang salah kak ?"


" Nggak juga sih. Tetapi kamu yakin lantai tujuh bukan lantai lima !"


" Yakin kak .... memangnya kenapa?"


" Nggak kenapa-napa," jawab gadis itu sambil sesekali melirik ke arah Arfan . Sebenarnya kedua gadis itu satu departemen dengannya.


Setelah itu suasana lift menjadi hening . Tidak ada lagi percakapan selama lift itu berjalan . Ketiga orang keluar di lantai enam . Tinggal Aulia sendiri di dalam lift . Tiba-tiba disampingnya muncul sesosok wanita yang berwajah seram . Aulia diam tidak berkutik . Untung lift itu berhenti. Saat pintu lift terbuka Aulia langsung keluar. Rasanya sungguh merinding berduaan dengannya didalam lift 😖😖😖.


Ternyata Diana belum datang . Aulia segera melakukan kegiatan yang sudah di jelaskan oleh Diana . Pertama dia menaruh tasnya di kursi dan merapikan meja kerjanya. Setelah itu dia pergi ke pantry membuatkan secangkir kopi buat Alif dan membawanya keruangan Alif .


Aulia meletakkan cangkir berisi kopi itu diatas meja . Kemudian kembali ke meja kerjanya . Tak lama kemudian Alif datang bersama dengan Andre . Mereka berhenti di depan meja Aulia.


" Habis ini keruangan saya !" titah Alif tanpa basa-basi.


" Baik ... pak !"


Setelah itu Alif dan Andre memasuki ruangannya.


" Apa agenda kita hari ini ?" tanya Alif begitu ia duduk di kursi .


" Bapak hari ini _"


Tok tok tok


Belum juga Andre menyelesaikan perkataannya pintu di ketuk dari luar . Andre menatap Alif yang juga sedang menatapnya.


" Suruh dia masuk !" titah Alif .


" Baik pak !"


Andre membukakan pintu untuk Aulia . Aulia tanpa gugup berjalan di belakang Andre .


" Ada yang bisa saya bantu pak ?"


" Itulah tujuan saya memanggilmu kesini . Diana resmi cuti mulai hari ini _"


" Apa .... kok bisa pak ?"


" Jangan potong ucapan saya !"


" Maaf pak ."


" Diana semalam mengalami kontraksi."


" Jadi mbak Diana melahirkan. Laki-laki atau perempuan pak ?" tanya Aulia dengan menggebu . Padahal Alif belum selesai berbicara . Alif menatap Aulia tajam .


" Bisa tidak kalau saya lagi ngomong tidak di potong ?"


" Bisa pak."


" Seperti yang sudah saya katakan tadi , Diana mulai hari ini cuti . Jadi kamu mulai saat ini resmi menggantikan pekerjaannya!"

__ADS_1


" ....."


"?????"


__ADS_2