Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
.....


__ADS_3

Tok tok tok


Aulia mengetuk pintu kamar Alvian . Setelah menunaikan sholat isya, dia langsung mengganti pakaiannya . Sekarang Aulia sudah siap untuk keluar .


Ceklek


Alvian yang baru selesai sholat beranjak kearah pintu . Dia masih menggunakan sarung , baju Koko dan kopiah .


" Ada apa Aul ?" tanyanya sambil mengernyitkan keningnya.


" Aku mau ijin keluar dulu ya kak ," ucap Aulia meminta izin .


" Mau kemana?" tanya Alvian .


" Mau belanja di supermarket yang ada didepan ," jawab Aulia jujur .


" Memangnya mau beli apa malam-malam begini ?"tanya Alvian heran .


" Mau beli bahan makanan. Bukankah di dapur ada peralatan masak yang bisa dipakai ."


" Memangnya kamu bisa masak ?"


" Kalau masakan sederhana sih .... bisa kali ."


" Beneran?" tanya Alvian dengan agak ragu .


"Kok kal Al kayak nggak percaya banget sih sama yang Aul omongin," cebik Aulia .


" Emang nggak percaya ," goda Alvian dengan senyum terkembang dibibir nya. Membuat Aulia terpesona untuk kesekian kalinya .


" Lihatnya biasa aja kali Aul . Tahu sih ... kakak memang tampan," ucap Alvian dengan percaya diri . Apalagi melihat Aulia yang menatapnya dengan berbinar .


" Apaan sih kak Al ini ," ucap Aulia salah tingkah .


" Ha ha ha ha... tunggu sebentar ya . Kakak mau ganti baju dulu ."


" Mau ngapain?"


" Kita ke supermarket sama-sama."


" Beneran nih ?"


" iya ."

__ADS_1


" Ya udah ... Aul tunggu didepan ."


" oke !"


Alvian masuk kedalam kamarnya. Tak lupa dia menutup pintu kamarnya itu dengan senyum yang tidak hilang dari wajahnya .


Setelah mengganti pakaiannya Alvian mengambil dompet dan juga ponselnya. Kemudian keluar dari kamarnya menuju ruang tamu .


Terlihat Aulia sedang fokus dengan ponselnya.


" Ehm ... ayo kita berangkat!"


" Ayo kak ," kata Aulia dengan semangat.


Keduanya keluar dari apartemen. Aulia nampak senang , akhirnya keinginannya bisa terwujud juga .


" Bagaimana... kamu kerasan tidak tinggal disini ?" tanya Alvian saat mereka berada didalam lift .


" Gimana ya ... kan aul masih dua hari di sini . Jadi masih biasa aja sih ."


" Iya juga . Tetapi kalau kamu butuh apapun langsung bilang saja sama kakak ya ."


" Siap boss."


Perempuan yang sedari tadi ada di gendongannya nampak berbinar.


" Lo kenapa Dre ?" tanya Alvian sambil menelisik penampilan sahabatnya dari atas kebawah .


" Sumpek gua ... lo tahu , hari ini gua diputusin oleh pacar . Pokoknya hari ini sial banget deh . Udah tubuh serasa berat banget . Sumpah ... sedari tadi gua kayak gendong orang ."


" Emang kenapa lo sampai diputusin ?"


" Ehm bisakah kita mencari tempat yang nyaman untuk berbicara," ucap Aulia tiba-tiba masuk dalam perbincangan.


" Eh ... ada neng asisten juga ."


" Panggil Aul aja ."


" Siap cantik !"


" Loh .... nggak jadi belanja ?"


" Nanti aja deh kak . Ada sesuatu yang mesti aul lakukan lebih dahulu . Ini jauh lebih penting ."

__ADS_1


" Soal apa ?"


" Kita cari tempat yang agak sepi dulu . Nggak enak jika jadi bahan tontonan."


Alvian mengerti , dia membawa keduanya ketempat yang sepi . Adrian heran dengan tingkah sahabatnya. Tetapi tetap mengikutinya.


Setibanya di tempat sepi Alvian langsung menghentikan langkahnya. Begitupun dengan Aulia . Andre makin bingung dibuatnya.


" Kok disini sih ?"


" Karena kita butuh tempat yang seperti ini ," jawab Aulia asal .


" Ya elah kirain mau duduk di kafe gitu . Kok malah di sini . Udah tempatnya serem . Nggak enak banget deh ."


" Udah Lo nggak usah ngoceh . Kita dengerin dulu apa yang mau Aul omongin ."


Aulia tiba-tiba mengulurkan tangannya kearah Andre .


" Lah ... ngapain , kita kan udah kenal ngapain kenalan lagi ?" tanya Andre heran .


" Udah kakak pegang deh tangan aku ."


" Ayo , Dre !"


" Kalian aneh banget deh sumpah !"


Meskipun bingung tetapi Andre menuruti apa yang dikatakan oleh Aulia . Dia mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Aulia .


Panas ... itulah yang pertama kali Andre rasakan . Dia ingin melepaskan tetapi Aulia mengeratkan nya .


" Lepasin ... panas banget tahu . Ini tangan atau _"


" Diam !" bentak Aulia .


" Lihat dibelakang!"


Andre menuruti perintah Aulia . Meskipun dengan terpaksa.


deg !


Pantesan berat . Siapa yang ada digendongnya ini.


" Si - a- pa kamu ? " tanya Andre sambil tergagap. Tubuhnya sudah lemas . Untung dia tidak melepas tangannya.

__ADS_1


__ADS_2