
Tok tok tok
Aulia mengetuk pintu kamar Alvian . Setelah menunaikan sholat isya, dia langsung mengganti pakaiannya . Sekarang Aulia sudah siap untuk keluar .
Ceklek
Alvian yang baru selesai sholat beranjak kearah pintu . Dia masih menggunakan sarung , baju Koko dan kopiah .
" Ada apa Aul ?" tanyanya sambil mengernyitkan keningnya.
" Aku mau ijin keluar dulu ya kak ," ucap Aulia meminta izin .
" Mau kemana?" tanya Alvian .
" Mau belanja di supermarket yang ada didepan ," jawab Aulia jujur .
" Memangnya mau beli apa malam-malam begini ?"tanya Alvian heran .
" Mau beli bahan makanan. Bukankah di dapur ada peralatan masak yang bisa dipakai ."
" Memangnya kamu bisa masak ?"
" Kalau masakan sederhana sih .... bisa kali ."
" Beneran?" tanya Alvian dengan agak ragu .
"Kok kal Al kayak nggak percaya banget sih sama yang Aul omongin," cebik Aulia .
" Emang nggak percaya ," goda Alvian dengan senyum terkembang dibibir nya. Membuat Aulia terpesona untuk kesekian kalinya .
" Lihatnya biasa aja kali Aul . Tahu sih ... kakak memang tampan," ucap Alvian dengan percaya diri . Apalagi melihat Aulia yang menatapnya dengan berbinar .
" Apaan sih kak Al ini ," ucap Aulia salah tingkah .
" Ha ha ha ha... tunggu sebentar ya . Kakak mau ganti baju dulu ."
" Mau ngapain?"
" Kita ke supermarket sama-sama."
" Beneran nih ?"
" iya ."
__ADS_1
" Ya udah ... Aul tunggu didepan ."
" oke !"
Alvian masuk kedalam kamarnya. Tak lupa dia menutup pintu kamarnya itu dengan senyum yang tidak hilang dari wajahnya .
Setelah mengganti pakaiannya Alvian mengambil dompet dan juga ponselnya. Kemudian keluar dari kamarnya menuju ruang tamu .
Terlihat Aulia sedang fokus dengan ponselnya.
" Ehm ... ayo kita berangkat!"
" Ayo kak ," kata Aulia dengan semangat.
Keduanya keluar dari apartemen. Aulia nampak senang , akhirnya keinginannya bisa terwujud juga .
" Bagaimana... kamu kerasan tidak tinggal disini ?" tanya Alvian saat mereka berada didalam lift .
" Gimana ya ... kan aul masih dua hari di sini . Jadi masih biasa aja sih ."
" Iya juga . Tetapi kalau kamu butuh apapun langsung bilang saja sama kakak ya ."
" Siap boss."
Perempuan yang sedari tadi ada di gendongannya nampak berbinar.
" Lo kenapa Dre ?" tanya Alvian sambil menelisik penampilan sahabatnya dari atas kebawah .
" Sumpek gua ... lo tahu , hari ini gua diputusin oleh pacar . Pokoknya hari ini sial banget deh . Udah tubuh serasa berat banget . Sumpah ... sedari tadi gua kayak gendong orang ."
" Emang kenapa lo sampai diputusin ?"
" Ehm bisakah kita mencari tempat yang nyaman untuk berbicara," ucap Aulia tiba-tiba masuk dalam perbincangan.
" Eh ... ada neng asisten juga ."
" Panggil Aul aja ."
" Siap cantik !"
" Loh .... nggak jadi belanja ?"
" Nanti aja deh kak . Ada sesuatu yang mesti aul lakukan lebih dahulu . Ini jauh lebih penting ."
__ADS_1
" Soal apa ?"
" Kita cari tempat yang agak sepi dulu . Nggak enak jika jadi bahan tontonan."
Alvian mengerti , dia membawa keduanya ketempat yang sepi . Adrian heran dengan tingkah sahabatnya. Tetapi tetap mengikutinya.
Setibanya di tempat sepi Alvian langsung menghentikan langkahnya. Begitupun dengan Aulia . Andre makin bingung dibuatnya.
" Kok disini sih ?"
" Karena kita butuh tempat yang seperti ini ," jawab Aulia asal .
" Ya elah kirain mau duduk di kafe gitu . Kok malah di sini . Udah tempatnya serem . Nggak enak banget deh ."
" Udah Lo nggak usah ngoceh . Kita dengerin dulu apa yang mau Aul omongin ."
Aulia tiba-tiba mengulurkan tangannya kearah Andre .
" Lah ... ngapain , kita kan udah kenal ngapain kenalan lagi ?" tanya Andre heran .
" Udah kakak pegang deh tangan aku ."
" Ayo , Dre !"
" Kalian aneh banget deh sumpah !"
Meskipun bingung tetapi Andre menuruti apa yang dikatakan oleh Aulia . Dia mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Aulia .
Panas ... itulah yang pertama kali Andre rasakan . Dia ingin melepaskan tetapi Aulia mengeratkan nya .
" Lepasin ... panas banget tahu . Ini tangan atau _"
" Diam !" bentak Aulia .
" Lihat dibelakang!"
Andre menuruti perintah Aulia . Meskipun dengan terpaksa.
deg !
Pantesan berat . Siapa yang ada digendongnya ini.
" Si - a- pa kamu ? " tanya Andre sambil tergagap. Tubuhnya sudah lemas . Untung dia tidak melepas tangannya.
__ADS_1