
Suasana danau cukup ramai . Karena hari sudah siang dan waktu dhuhur pun sudah datang sedari tadi , Aulia mencari musholla atau masjid terdekat. Dia sudah bertekad untuk menunaikan ibadah sholat tanpa bolong . Karena sholat merupakan tiang agama . Selain itu sholat juga mencegah diri kita untuk melaksanakan perbuatan keji dan mungkar. Ini merupakan proses pertama yang Aulia jalani dalam proses hijrah . Untuk yang lain menyusul , seperti cara berpakaian Aulia yang sangat jauh dari kata syar'i.
" Aul mau sholat dulu pa ... ma ," ujar Aulia tanpa menghiraukan makhluk mengerikan yang ada di depannya.
" Bareng aja gimana?" tawar Rangga .
" Tentu saja itu lebih baik . Papa sama mama nggak capek kan ?"
" Nggak lah sayang , capek ngapain coba ?"
" Yuk lah kalau gitu ," ajak Aulia sambil menggandeng lengan kedua orang tuanya. Meskipun mereka jadi pusat perhatian, tidak jadi masalah.
Karena jika diperhatikan , Lily meskipun sudah berumur tapi kelihatan awet muda . Begitu dengan Rangga , di usianya sekarang, malah tampak makin gagah dan berwibawa . Banyak yang berfikir jika Rangga memiliki dua istri 🤭🤭🤭. Apalagi di zaman sekarang banyak gadis muda yang menikah dengan pria dewasa .
Langkah mereka juga tidak lepas dari perhatian pemuda yang sedang berduaan dengan seorang gadis . Arfan yang sedang istirahat, mau tidak mau harus menemani gadis yang akan bertunangan dengannya yang tak lain Cherry.
Cherry bersikukuh ingin ke danau . Karena di tempat ini lah mereka sering bermain saat kecil bersama orang tua masing-masing.
" Kamu lagi Mandang apa sih fan ?" tanya Cherry penasaran. Maklum sedari tadi ia ngomong seperti tidak di respon. Jadi dia melihat ke arah pandang Arfan .
Sontak mata Cherry langsung melotot. Dia sampai mengucek matanya berkali-kali. Dia ingin memastikan apakah itu benar cewek yang sudah di labrak oleh Siska .
" Bukankah itu gadis yang sedang magang di perusahaan kamu ?" kata Cherry dengan tidak melepaskan pandangannya dari Aulia .
" Kok kamu tahu ?" tanya Arfan sambil menatap Cherry heran .
" Kemarin kan saya sama Tante bertemu sama gadis itu. Bahkan Tante Siska sempat melabrak gadis itu untuk tidak menggoda kamu sama bang Alif ," ucap Cherry membuat mata Arfan melotot.
" Yang bener kamu ?"
" Ngapain juga Cherry bohong . Bang Alif sama bang Andre bisa jadi saksi loh. Cherry nggak nyangka aja bisa ketemu gadis itu disini . Hubungan mereka apa ya kira-kira?"
" Kamu jangan mikir aneh-aneh... bisa jadi itu kakak atau Abangnya mungkin," kata Arfan tak yakin . Sebab dia tahu kalau Aulia anak tunggal .
" Memangnya Cherry mikirin apa . Dari sini aja sudah jelas kalau gadis itu memiliki kemiripan dengan pria itu ," kata Cherry.
Ucapan Cherry membuat Arfan memandang ketiganya intens . Memang benar Aulia memiliki kemiripan dengan Rangga. Hampir seluruh wajahnya mirip dengan Rangga. Hanya bibir dan hidungnya yang mirip dengan Lily .
" Sudah pasti mereka orang tuanya," kata Arfan menyimpulkan.
" Kamu benar ," Cherry membenarkan.
" Lah ngapain kita ngomongin tuh orang kayak nggak ada kerjaan saja ," ujar Alif .
__ADS_1
" Itu ma karena kamu fokus sama gadis itu sampai tidak mendengar apa yang aku ucapin ," kata Cherry memberengut .
" Sorry Cher.."
" No problem."
Mereka tidak tahu jika sosok mengerikan yang tadi dilihat oleh Aulia mendekati mereka. Dia memang senang menjahili bahkan membuat kerusuhan saat kawasan ini ramai . Dia merasa terganggu dengan banyaknya orang yang menurutnya berisik .
Tiba-tiba hantu itu mendekati Cherry dan merasuki tubuhnya. Cherry yang biasanya cerewet mendadak diam . Membuat Arfan sedikit kaget . Tetapi dia hanya diam saja karena dia juga bosan mendengar kecerewetan Cherry.
Tiba-tiba Cherry bangun dari duduknya. Tanpa basa-basi Cherry menghampiri seorang anak laki-laki kecil yang sedang berdiri di bawah pohon beringin yang menjadi tempat tinggalnya. Anak laki-laki itu sepertinya sedang buang air kecil padahal di pohon itu sudah ada tulisan " dilarang kencing di bawah pohon ".
Sebenarnya anak kecil itu tak tahu apa-apa. Sebab dirinya masih belum bisa membaca . Tetapi kesalahan dari orang tuanya . Orang tuanya tidak mau mengantar bocah itu lantaran sibuk dengan kegiatannya yang sedang asyik memancing .
Cherry yang berjalan tanpa menoleh bahkan berbicara pada Arfan membuat Arfan bingung . Apa dirinya memiliki kesalahan. Arfan pun mengikuti Cherry dari belakang. Ingin tahu apa yang sebenarnya gadis itu lakukan.
Arfan pikir Cherry ingin duduk dibawah pohon beringin besar itu karena kepanasan, tetapi tiba-tiba matanya melotot saat Cherry tiba-tiba mengangkat seorang bocah dengan satu tangan . Arfan langsung lari menghampiri Cherry.
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Arfan sambil mengambil bocah yang sudah menangis dari tangan Cherry. Bahkan orang tua bocah itu meninggalkan pancingannya. Dia mengambil anaknya dari tangan Arfan .
" Kenapa sayang ? ... cup cup jangan menangis ," kata orang itu menenangkan anaknya. Kemudian melotot kearah Arfan yang ia duga sudah menyakiti putranya.
" Apa yang sebenarnya kamu lakukan pada putraku ?" tanya orang itu dengan marah .
" Maaf pak sa_" belum juga Arfan melanjutkan ucapannya sudah terpotong dengan ucapan Cherry.
" Apa kamu bilang? memangnya dimana rumahmu?" tanya orang tua di bocah . Dia merasa was-was, anaknya memang nakal dan suka berulah . Dia suka menjahili tetangga rumahnya. Tetapi jawaban Cherry membuatnya merinding sekaligus penasaran. Apa gadis ini sudah gila ?
" Itu rumahku ," tunjuk Cherry pada pohon beringin yang sudah tua itu . Bukan hanya orang tua di bocah , bahkan Arfan dan orang-orang yang mulai mengelilingi mereka kaget . Ada juga yang langsung pucat . Apalagi yang sudah mengerti seluk beluk danau ini .
" Jangan ngelantur deh Cher ," ucap Arfan memperingatkan. Cherry langsung menatap Arfan tajam bahkan menunjuk muka Arfan dengan jari telunjuknya.
" Jangan ikut campur urusan ku."
" Kamu ngomong apa sih Cher ... lebih baik kita pulang deh ," ajak Arfan sambil mengambil tangan Cherry untuk digenggam. Sayangnya Cherry menepisnya .
Cherry kemudian berjalan kearah danau . Arfan terdiam melihat Cherry berjalan. Kemudian seseorang menghampirinya.
" Mas pacarnya mungkin sedang kerasukan penunggu pohon itu . Mas harus menghentikan pacar mas , kalau tidak pacar mas akan meloncat ke danau," kata orang itu . Baru saja orang itu memberi peringatan, ternyata Cherry beneran menceburkan dirinya ke dalam danau . Sontak Arfan berlari menghampirinya.
Byur!!!!
Arfan ikut melompat kedalam danau . Tetapi dia tidak melihat Cherry. Padahal gadis itu baru saja tenggelam. Ternyata bukan hanya Arfan yang ikut melompat . Orang yang tadi memberi peringatan pada Arfan dan beberapa orang ikut melompat mencari Cherry.
__ADS_1
Sebenarnya ini bukan kali pertama kejadian seperti ini terjadi . Meskipun begitu tidak mengurangi banyaknya pengunjung yang datang .
Sudah hampir tiga puluh menit tetapi Cherry belum juga ditemukan. Banyak yang ikut mencari bahkan mereka juga sudah menghubungi tim SAR .
Aulia dan orang tuanya yang selesai sholat dhuhur penasaran dengan adanya tim SAR yang datang ke area danau. Mereka turut mendekati danau .
" Ada apa ya Bu ?" tanya Lily pada seorang wanita disebelahnya.
" Tadi ada gadis yang kesurupan dan loncat kedalam danau ," jawab wanita itu .
" Loh ... kok tahu gadis itu kesurupan. Apa bukan karena memang niat loncat ?" tanya Aulia yang ikut penasaran oleh ucapan wanita itu .
" Sebenarnya...."
Wanita itu menceritakan dari awal cerita membuat Aulia , Lily dan Rangga manggut-manggut. Mereka ikut khawatir dengan keadaan gadis itu . Tiba-tiba Aulia melihat Arfan dengan kondisi yang basah kuyup di pinggi danau . Wajahnya nampak kacau . Membuat Aulia penasaran.
Aulia mendekat ke arah Arfan . Lily dan Rangga mengikuti langkah putrinya penasaran.
" Siapa sebenarnya yang loncat ke danau, fan ?" tanya Aulia yang membuat Arfan menoleh kearahnya.
" Cherry," jawab Arfan jujur .
Tiba-tiba Aulia melihat sosok mengerikan itu di tengah danau . Membuat firasat Aulia tidak enak. Tanpa kata Aulia langsung meloncat,membuat orang tuanya kaget .
" Aul !" pekik Lily sebelum ia pingsan .
Rangga yang ingin ikut melompat sampai mengurungkan niatnya. Arfan ikut melompat kearah Aulia . Aulia berenang ke arah makhluk mengerikan itu dengan cepat . Untung dia ahli berenang .
Arfan mengikuti Aulia yang dari belakang. Dia masih kaget dengan respon Aulia . Sedangkan Aulia melihat Cherry yang sudah pingsan di dasar danau . Keberadaannya ditutupi oleh makhluk itu .
Melihat kedatangan Aulia membuat makhluk itu marah . Bahkan dia langsung menyerang Aulia . Tetapi dengan muda Aulia tangkis . Aulia bingung dengan reaksi tubuhnya. Hal itu tidak luput dari penglihatan Arfan yang sudah dekat dengannya. Tetapi masih belum bisa melihat Cherry. Hanya melihat Aulia yang melakukan gerakan aneh menurutnya.
Makhluk itu terhempas. Aulia langsung berenang ke dasar danau tempat Cherry pingsan . Arfan kaget saat Aulia tiba-tiba membawa tubuh Cherry ke permukaan. Dengan cepat dia membantu Aulia membawa Cherry.
Tin SAR mendekati Arfan dan Aulia yang sudah membawa Cherry menggunakan sebuah perahu . Kemudian ketiganya naik kedalam perahu itu .
Banyak orang yang penasaran dengan Aulia . Karena hanya Aulia yang bisa menemukan Cherry dalam keadaan selamat meskipun masih belum sadar . Padahal sedari tadi sudah banyak yang mencarinya tetapi tidak bisa menemukan Cherry.
Sebenarnya sudah banyak yang mengalami hal seperti Cherry bernasib mengenaskan. Mereka akan ketemu setelah tiga atau tujuh hari dalam keadaan tidak bernyawa. Tetapi Cherry selamat berkat Aulia.
Kini Aulia , Arfan ,dan juga Arfan berada di klinik terdekat . Mereka menunggu Cherry dan juga Lily sadar . Arfan dan Aulia sudah berganti pakaian.
" Kok kamu tadi nekat banget sih nak ?" tanya Rangga yang duduk di samping putrinya.
__ADS_1
" Reflek pa .... tadi tiba-tiba Aul ingin loncat. Apalagi gadis itu teman Aul ," jawab Aulia yang masih mencoba untuk menutupi kelebihannya.
Rangga mungkin percaya dengan ucapan Aulia , tetapi tidak dengan Arfan . Dia bisa lihat dengan jelas Aulia berkelahi dengan sosok yang tidak terlihat. Gerakan yang Aulia keluarkan tadi jika ia pikirkan kembali memang gerakan perkelahian.