Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Makan siang bersama 1


__ADS_3

Saat makan siang , Aulia mendapatkan tamu istimewa. Membuat Aulia kaget sekaligus bingung . Ngapain coba gadis itu malah datang mencarinya . Apalagi dengan membawa sebuah kotak makan. Bukankah calon tunangannya ada di lantai lima .


" Selamat siang Aul ," sapa Cherry dengan senyum tersungging di bibirnya.


" Selamat siang ," jawab Aulia dengan ramah .


" Ada yang bisa saya bantu ?" tanya Aulia kemudian .


" Saya membawa bekal untuk makan siang . Maukah kamu makan siang bersama ku ?"


" Ha ????"


" Kok reaksi kamu gitu sih . Bukanya jawab malah bengong ," gerutu Cherry dengan cemberut.


" Maaf ... tolong ulangi lagi ucapan kamu tadi ?"


" Ya Alloh Aul ... jangan bilang kamu sekarang menjadi tuli !"


" Enak saja . Aul nggak tuli ya , cuma mau memastikan kalau ucapan kamu tadi benar dan tidak melantur."


" Lah kok bisa ?"


" Bukankah Arfan ada di lantai lima , terus ngapain ke lantai tujuh . Ngajak aku makan siang lagi ."


" Memangnya nggak boleh ?"


" Boleh-boleh saja sih ... tapi aneh gitu loh ."

__ADS_1


" Aneh kenapa?"


" Cherry!"


" Eh ... bang Alif . Mau makan siang ya bang ?"


" Hem .... apa kamu mau bertemu Arfan ... tetapi Arfan ada di lantai lima ."


" Sebenarnya saya ingin bertemu dengan Aul bang ," kata Cherry dengan jujur . Tentu saja jawabannya membuat Alif bertanya-tanya. Jangan-jangan dia ingin melabrak Aulia.


Alif pun menengok kearah Aulia. Aulia masih berdiri ditempatnya. Kemudian Andre keluar dari ruangan Alif . Dia nampak bingung melihat kearah tiga orang yang nampak canggung . Seperti Alif , Andre pun berpikir jika Cherry ingin melabrak Aulia.


" Apa yang dikatakan nona Cherry benar pak bos , beliau ingin mengajak saya makan siang bersama," kata Aulia untuk menghangatkan suasana.


" Kok bisa ?" ucap Andre dan Alif berbarengan.


" Kok jawaban kalian bertiga bisa sama sih ," cebik Cherry tidak suka .


" Jawaban Aul juga sama dengan bang Andre dan bang Alif. Emang salah ya kalau aku ngajakin Aul makan siang bareng ?" tanya gadis itu dengan sendu .


" Salah," jawab ketiganya kompak .


" betul kan .... kalian kompak lagi . Emang apa salahnya coba aku makan bareng sama Aulia ."


" Salah nya ... Aul kan cewek , nanti kamu suka sama Aul gimana coba ," goda Aulia yang ingin menghangatkan suasana yang agak canggung . Apalagi melihat wajah sendu Cherry.


" Gila ...aku masih normal kali ," kata Cherry dengan bergidik .

__ADS_1


" Sudah nggak usah berdebat terus....lebih baik kita makan bareng aja gimana ?" tawar Alif yang sudah bosan mendengar perdebatan di depannya .


" Boleh ... aku bawa makanan banyak banget kok ," jawab Cherry dengan ceria .


" Tapi ajak sekalian Arfan ," lanjut Cherry.


" Bagaimana Aul ?" tanya Alif .


" Nggak masalah sih. .. lagian saya juga bawa bekal pak bos . Tadi Bu Yem juga menyiapkan dengan porsi yang agak besar ," jawab Aulia sambil menunjukkan kotak makanannya.


" Sip lah kalau begitu. Kita makan di roof top aja lebih nyaman ," kata Alif .


" Memangnya di roof top bisa dijadikan tempat untuk makan , pak bos ?"


" Memangnya kamu belum pernah ke roof top?"


" Belum pernah ."


" Kalau begitu kita langsung ke roof top aja . Biar nanti Arfan menyusul kesana. Jangan lupa bawa piring dan gelasnya juga," kata Alif sambil meninggalkan mereka berjalan terlebih dahulu.


Cherry dengan senang hati mengikuti langkah Alif di belakangnya. Tinggal Aul berduaan dengan Andre .


" Biar Aul yang bawa piringnya mas . Mas Andre bawa air minum sama gelasnya," kata Aulia .


" Oke !"


Keduanya berbagai tugas membawa piring dan gelas ke roof top. Aul juga tidak melupakan bekal yang tadi ia bawa. Sedangkan Arfan yang baru saja di telpon oleh Cherry sebenarnya malas . Tapi dia juga tidak ingin mengecewakannya. Dia belum tahu jika dia diajak makan bersama yang lain .

__ADS_1


Begitu Aul tiba di roof top dia langsung tersenyum lebar. Pemandangannya sangat bagus .


" Subhanallah.... indahnya!"


__ADS_2