
Aulia sudah siap untuk berangkat bekerja. Dengan tas yang dia jinjing , dia mengunci pintu rumahnya. Setelah itu berjalan keluar dengan santai .
Saat melewati rumah Rani ada yang memanggil namanya. Terpaksa dia harus menghentikan langkahnya. Ternyata dia adalah pimpinannya di kantor. Membuatnya terkejut... tentu saja 😮.
" Dipanggil kok malah ngelamun si A !" gerutu Rani sambil mendekati Aulia.
" Siapa A ?" tanya Aulia setelah memperoleh kesadarannya.
" Ya kamu lah siapa lagi . Mau panggil Aul repot . Jadi panggil A saja ," jawab Rani enteng. Aulia yang mendengar ucapan Rani hanya bisa melongo.
" Ngelamun lagi ngelamun lagi ."
" Sorry Bu ... habisnya Aul kaget ."
" Nggak usah panggil ibu ...panggil saja kakak atau mbak gitu . Lagian umur kita juga nggak jauh-jauh amat kok . " protes Rani yang tentu saja dibantah oleh Aulia.
" Tapi kan ibu atasan Aul di kantor."
" Nggak masalah.... percaya deh sama aku . Lagian nggak akan ada yang mempermasalahkannya."
" Kenapa kak Rani ada disini ?" tanya Aulia dengan bingung . Tidak mungkin kan dia tinggal disini ?
" Ini tempat tinggal kakak untuk sementara sebelum kembali ke Jakarta," jawab Rani santai .
" Ha ??? kok bisa ?"
" Ya bisa lah ... kita ngobrol sambil berjalan saja . Takut kesiangan , aku masih mau cari sarapan ," kata Rani .
Rani berjalan lebih dulu diikuti Aulia dari
belakang. Tentu saja hal itu membuat Rani tidak suka .
" Jalan disamping aku A jangan di belakang, sudah seperti bodyguard saja ," protes Rani.
Tanpa menjawab Aulia langsung berjalan disamping Rani.
__ADS_1
" Kakak yakin tinggal di situ ?'
" Ya yakin lah ."
" Terus bagaimana kemarin ?"
" Uh .... saya meminta talak dan keluar dari rumah suami ."
" Saya turut bersedih ya kak . Tetapi kakak harus semangat , jangan kalah dengan pelakor itu ," ucap Aulia berapi-api.
" Kalau bilang tidak sedih itu tidak mungkin . Tetapi aku tidak ingin lagi memikirkan orang yang tidak mengharapkan ku ."
" Aul yakin pasti nanti kakak akan dapat ganti yang lebih baik lagi ."
" Kakak nggak mau mikir itu ...lagian perceraian kakak Aja belum resmi ."
"Betul juga !"
" Mau sarapan dimana A ?"
" Biar simpel."
" Terserah deh .... kakak nggak papa makan di pinggir jalan?"
" Nggak masalah sih , yang penting tempatnya bersih terus makanannya enak ," ujar Rani .
" Kalau gitu makan di tempat itu saja kak, kemarin Aul sarapan disana dan nasi pecelnya enak banget loh."
" Tapi aku nggak suka nasi pecel gimana dong ?"
" Nggak usah khawatir selain pecel ada juga lauk yang lain , tetapi kalau nggak suka ya .... terserah mau makan dimana."
" Lihat dulu aja kali , ya ?"
" Boleh juga!"
__ADS_1
Mereka berdua memasuki warung nasi yang kemarin Aulia datangi . Saat masuk ternyata sudah banyak pelanggan yang datang . Ternyata warung ini banyak juga pelanggannya.
Aulia memesan makanan yang sama dengan yang kemarin yang tak lain nasi pecel . Sedangkan Rani memesan nasi campur ditambah ayam krispi dan telur balado . Setelah mendapat makanan yang mereka inginkan mereka segera mencari tempat untuk menyantapnya.
" Disitu saja kak , kayaknya lebih nyaman ," kata Aulia sambil menunjuk tempat kosong yang ia maksud.
" Yuk kesana !" ajak Rani secara tak langsung menyetujuinya.
Setelah duduk mereka langsung menyantap makanan mereka. Mereka berdua makan dengan sangat lahan . Rani tidak menyangka , kalau hanya warung sederhana seperti ini menyajikan makanan yang menurutnya enak pakai banget .
" Wah ... sarapan enak nggak ajak-ajak nih ," sindir wanita yang baru saja datang .
" Eh kamu Ar ... mau sarapan juga ?" sapa Aulia setelah makanan dalam mulutnya tertelan .
" Iya nih , ibu belum pulang dan saya lagi malas masak . Jadi .... ya gini deh !" jawab Arini dengan santai .
" Gabung aja disini !"
" Ok ... terimakasih."
Arin menerima tawaran mereka. Dia meninggalkan Aulia dan juga Rani untuk memesan makanan. Rin kembali kemeja mereka dengan sepiring makanan yang sama dengan Aulia.
" Mbak Rani sama Aul sudah saling kenal ?" tanya Arin yang kepo dengan mereka.
" Ya begitulah, kami bekerja dalam satu tempat," jawab Rani . Sedang Aulia hanya diam , takut kalau jawaban yang ia ucapkan salah .
" Jadi gitu ... syukur deh , jadi bisa barengan ."
Aulia tiba-tiba kaget saat ada yang mengikuti Rani . Hampir saja dia berteriak untuk dia langsung bisa menguasai dirinya . Dia kembali menyantap makanannya yang tinggal sedikit , meskipun rasanya sudah tidak bisa menelan akibat kehadiran makhluk yang mengikuti Arini .
Selesai makan mereka langsung ke kantor , begitupun dengan Arini . Hanya saja di sepanjang jalan Aulia nampak bengong , dan itu membuat Rani bingung . Ada apa dengan asistennya itu ?
" Sayang ... akhirnya mas menemukanmu, kirain mas kamu tidak akan kembali ke perusahaan ," ucap Toni dengan dengan sendu . Hal itu membuat Aulia kaget , sebab yang ia tahu Toni adalah CEO nya di sini .
Aulia menatap Toni dan Rani bergantian . Dia bisa melihat wajah datar atasannya, dan wajah sendu CEO nya . Sebenarnya ia ingin meninggalkan mereka tetapi dia kasihan dengan Rani , jadi dia tetap disini .
__ADS_1
" Sudah lah tuan .... kita sudah tidak memiliki hubungan lagi . Hubungan kita hanya sekedar atasan dan bawahan . Ayo A kita langsung masuk ," ajak Rani sambil menggeret Aulia masuk keperusahaan. Toni hanya bisa menatap keduanya hingga hilang dari pandangan matanya.