Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
A


__ADS_3

Aulia sudah siap untuk berangkat bekerja. Dengan tas yang dia jinjing , dia mengunci pintu rumahnya. Setelah itu berjalan keluar dengan santai .


Saat melewati rumah Rani ada yang memanggil namanya. Terpaksa dia harus menghentikan langkahnya. Ternyata dia adalah pimpinannya di kantor. Membuatnya terkejut... tentu saja 😮.


" Dipanggil kok malah ngelamun si A !" gerutu Rani sambil mendekati Aulia.


" Siapa A ?" tanya Aulia setelah memperoleh kesadarannya.


" Ya kamu lah siapa lagi . Mau panggil Aul repot . Jadi panggil A saja ," jawab Rani enteng. Aulia yang mendengar ucapan Rani hanya bisa melongo.


" Ngelamun lagi ngelamun lagi ."


" Sorry Bu ... habisnya Aul kaget ."


" Nggak usah panggil ibu ...panggil saja kakak atau mbak gitu . Lagian umur kita juga nggak jauh-jauh amat kok . " protes Rani yang tentu saja dibantah oleh Aulia.


" Tapi kan ibu atasan Aul di kantor."


" Nggak masalah.... percaya deh sama aku . Lagian nggak akan ada yang mempermasalahkannya."


" Kenapa kak Rani ada disini ?" tanya Aulia dengan bingung . Tidak mungkin kan dia tinggal disini ?


" Ini tempat tinggal kakak untuk sementara sebelum kembali ke Jakarta," jawab Rani santai .


" Ha ??? kok bisa ?"


" Ya bisa lah ... kita ngobrol sambil berjalan saja . Takut kesiangan , aku masih mau cari sarapan ," kata Rani .


Rani berjalan lebih dulu diikuti Aulia dari


belakang. Tentu saja hal itu membuat Rani tidak suka .


" Jalan disamping aku A jangan di belakang, sudah seperti bodyguard saja ," protes Rani.


Tanpa menjawab Aulia langsung berjalan disamping Rani.

__ADS_1


" Kakak yakin tinggal di situ ?'


" Ya yakin lah ."


" Terus bagaimana kemarin ?"


" Uh .... saya meminta talak dan keluar dari rumah suami ."


" Saya turut bersedih ya kak . Tetapi kakak harus semangat , jangan kalah dengan pelakor itu ," ucap Aulia berapi-api.


" Kalau bilang tidak sedih itu tidak mungkin . Tetapi aku tidak ingin lagi memikirkan orang yang tidak mengharapkan ku ."


" Aul yakin pasti nanti kakak akan dapat ganti yang lebih baik lagi ."


" Kakak nggak mau mikir itu ...lagian perceraian kakak Aja belum resmi ."


"Betul juga !"


" Mau sarapan dimana A ?"


" Biar simpel."


" Terserah deh .... kakak nggak papa makan di pinggir jalan?"


" Nggak masalah sih , yang penting tempatnya bersih terus makanannya enak ," ujar Rani .


" Kalau gitu makan di tempat itu saja kak, kemarin Aul sarapan disana dan nasi pecelnya enak banget loh."


" Tapi aku nggak suka nasi pecel gimana dong ?"


" Nggak usah khawatir selain pecel ada juga lauk yang lain , tetapi kalau nggak suka ya .... terserah mau makan dimana."


" Lihat dulu aja kali , ya ?"


" Boleh juga!"

__ADS_1


Mereka berdua memasuki warung nasi yang kemarin Aulia datangi . Saat masuk ternyata sudah banyak pelanggan yang datang . Ternyata warung ini banyak juga pelanggannya.


Aulia memesan makanan yang sama dengan yang kemarin yang tak lain nasi pecel . Sedangkan Rani memesan nasi campur ditambah ayam krispi dan telur balado . Setelah mendapat makanan yang mereka inginkan mereka segera mencari tempat untuk menyantapnya.


" Disitu saja kak , kayaknya lebih nyaman ," kata Aulia sambil menunjuk tempat kosong yang ia maksud.


" Yuk kesana !" ajak Rani secara tak langsung menyetujuinya.


Setelah duduk mereka langsung menyantap makanan mereka. Mereka berdua makan dengan sangat lahan . Rani tidak menyangka , kalau hanya warung sederhana seperti ini menyajikan makanan yang menurutnya enak pakai banget .


" Wah ... sarapan enak nggak ajak-ajak nih ," sindir wanita yang baru saja datang .


" Eh kamu Ar ... mau sarapan juga ?" sapa Aulia setelah makanan dalam mulutnya tertelan .


" Iya nih , ibu belum pulang dan saya lagi malas masak . Jadi .... ya gini deh !" jawab Arini dengan santai .


" Gabung aja disini !"


" Ok ... terimakasih."


Arin menerima tawaran mereka. Dia meninggalkan Aulia dan juga Rani untuk memesan makanan. Rin kembali kemeja mereka dengan sepiring makanan yang sama dengan Aulia.


" Mbak Rani sama Aul sudah saling kenal ?" tanya Arin yang kepo dengan mereka.


" Ya begitulah, kami bekerja dalam satu tempat," jawab Rani . Sedang Aulia hanya diam , takut kalau jawaban yang ia ucapkan salah .


" Jadi gitu ... syukur deh , jadi bisa barengan ."


Aulia tiba-tiba kaget saat ada yang mengikuti Rani . Hampir saja dia berteriak untuk dia langsung bisa menguasai dirinya . Dia kembali menyantap makanannya yang tinggal sedikit , meskipun rasanya sudah tidak bisa menelan akibat kehadiran makhluk yang mengikuti Arini .


Selesai makan mereka langsung ke kantor , begitupun dengan Arini . Hanya saja di sepanjang jalan Aulia nampak bengong , dan itu membuat Rani bingung . Ada apa dengan asistennya itu ?


" Sayang ... akhirnya mas menemukanmu, kirain mas kamu tidak akan kembali ke perusahaan ," ucap Toni dengan dengan sendu . Hal itu membuat Aulia kaget , sebab yang ia tahu Toni adalah CEO nya di sini .


Aulia menatap Toni dan Rani bergantian . Dia bisa melihat wajah datar atasannya, dan wajah sendu CEO nya . Sebenarnya ia ingin meninggalkan mereka tetapi dia kasihan dengan Rani , jadi dia tetap disini .

__ADS_1


" Sudah lah tuan .... kita sudah tidak memiliki hubungan lagi . Hubungan kita hanya sekedar atasan dan bawahan . Ayo A kita langsung masuk ," ajak Rani sambil menggeret Aulia masuk keperusahaan. Toni hanya bisa menatap keduanya hingga hilang dari pandangan matanya.


__ADS_2