Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Cherry


__ADS_3

Baru pertama kali ini Aulia berkunjung kerumah seorang cowok . Meskipun tidak datang sebagai seorang kekasih , Aulia merasa deg-degan. Dia tidak pernah menyangka cowok yang ia suka tetapi membencinya, membawa kerumahnya. Meskipun dalam konteks yang tidak pernah ia duga sebelumnya.


Arfan menghentikan motornya di belakang mobil Alif yang terparkir di depan . Ternyata Alif dan Andre masih menunggu kedatangan mereka.


Aulia pun turun dari motor dengan banyak pikiran. Tadi Arfan bilang ingin pulang kerumahnya, sekarang ada Alif dan Andre yang sudah menunggu kedatangan mereka. Sebenarnya apakah Arfan dan Alif itu masih ada hubungan. Apalagi jika melihat wajah mereka yang banyak kemiripannya.


" Ngapain masih berdiri di sini , ayo kita masuk ke dalam," ajak Alif yang sudah ada di depannya. Melihat Aulia yang diam saja membuat Alif tidak sabaran dan menghampirinya.


" Maaf pak ... saya masih bingung . Kok kita malah kesini , bukankah kita masih punya pekerjaan di kantor ?"


" Karena masih ada kepentingan disini . Jadi lebih baik kamu ikut saja , ayo !"


Aulia mengikuti Alif bersama dengan Andre. Sedangkan Arfan sudah masuk kedalam lebih dulu . Dia sudah di tunggu oleh tamu yang tiba-tiba datang mengunjunginya.


" Fan fan .... Cherry sangat merindukanmu," teriak seorang gadis sambil berlari menghampiri Arfan . Hampir saja gadis itu memeluk Arfan . Dengan cepat Arfan menyingkir kesamping.


" Bukan muhrim , Cherry!" tolak Arfan dengan tegas . Mendapatkan penolakan dari Arfan membuat Cherry mengerucutkan bibirnya. Dia merasa kecewa dengan respon dari Arfan tersebut.


" Bibirnya biasa aja dong Cher ! " kata Arfan sambil melangkah mendekati tamu yang lainnya.


Cherry bersama keluarganya datang untuk mengunjungi keluarga Musthofa. Cherry dan juga arfan sudah kenal sejak dari balita . Mereka sering bermain bersama sebelum Cherry dan keluarga pindah keluar negeri.


" Halo boy. .. gimana kabarnya?" tanya pria paruh baya yang mirip dengan Cherry versi lelaki .


" Sehat dong om ," nasab Arfan sambil mencium tangan orang itu . Kemudian dilanjutkan dengan tangan wanita di sampingnya.


" Cher ngapain masih ngelamun disitu ?"


" Fan -fan sih .... ninggalin Cherry," jawab Cherry dengan manja. Dia juga berjalan ke samping Arfan dengan bibir mengerucut . Kemudian mendudukkan dirinya di samping Arfan .


" Mama sama papa kemana?"


" Mama mu masih kebelakang. Sedangkan papa mu sepertinya belum kembali dari kantor ."


" Assalamualaikum..." sapa Alif beserta Andre dan Aulia . Kehadiran mereka bertiga membuat empat pasang mata itu menoleh kearah mereka.


" Ternyata kamu juga pulang lif ?" tanya papa Cherry dengan tersenyum.


" Iya paman... kebetulan tadi kamu berempat beru bertemu dengan klien ," jawab Alif dengan ramah . Dia juga menghampiri mereka untuk bersalaman. Andre dan Aulia mengekor dari belakang.


" Mereka berdua?"


" Oh ini Andre asisten pribadi saya , dan yang ini Aulia sekretaris saya ," jawab Alif sambil menunjuk Andre dan juga Aulia.


" Oh iya ndre ....ajak Aulia menunggu saya di ruang kerja . Masih banyak yang harus kita bahas tentang tadi ," perintah Alif dengan tegas .

__ADS_1


" Baik , pak !" jawab Aulia dan Andre kompak.


" Kami permisi dulu !"


Andre pun membawa Aulia ke ruangan kerja Alif . Sedangkan Alif duduk di kursi yang masih kosong . Tak lama kemudian , mama Alif datang bersama pelayan membawa minuman beserta cemilan .


" Kalian sudah pulang ternyata. Dimana papa kalian ?" tanya mama Alif sambil meletakkan minuman di atas meja . Beliau juga mengambil cemilan dari tangan pelayan .


" Kami tidak bersama papa ma , sebab kami baru pulang dari bertemu klien," jawab Alif. Sedangkan Arfan hanya diam saja .


" Kok tumben kalian pulang bareng , dimana Andre ?"


" Sudah saya suruh masuk ke dalam ruang kerja ."


" Oh ... Silahkan dimakan cemilannya!"


" Terimakasih.... jeng Siska repot aja ," ucap mama Cherry berbasa-basi.


" Cuman air kok , jadi nggak repot ," jawab Siska dengan ramah .


" Sudah lama juga saya tidak berkunjung ke sini , anak-anak sudah dewasa semua ," ucap papa Cherry.


" Ya begitulah... bukankah anda sekeluarga sudah lima tahun di negeri tetangga. "


" Benar . Sekarang pun saya mampir karena ada keperluan bisnis di Jakarta."


Mereka berbincang-bincang sambil bercanda gurau . Hubungan mama Alif dengan mama Cherry bersahabat sejak SMA . Meraka juga sudah menjodohkan Arfan dengan Cherry. Itulah yang membuat Arfan belum memiliki kekasih . Arfan dengan Brenda juga hanya teman biasa .


Arfan sebenarnya tidak begitu mengerti akan hatinya . Dia masih belum bisa membedakan antara cinta dan sayang . Dia memang menyayangi Cherry sebab sejak kecil bermain bersama. Tetapi untuk cinta ... entahlah.


Andre dan Aulia serius mengerjakan pekerjaan mereka di ruangan kerja Alif . Andre akan sigap membantu Aulia , jika ada yang tidak ia pahami .


" Sepertinya semua sudah selesai , mas . Tinggal menunggu tanda tangan pak Alif saja ," kata Aulia pada Andre .


" Betul ... kita tunggu saja sebentar lagi . Mungkin beliau masih berbincang dengan tamunya."


" Mas kenal sama tamu mereka itu ?"


" Tidak ... kenapa ?"


" Ya tidak kenapa-kenapa, cuman tanya doang ."


" Kirain kenapa . Mas Andre boleh tanya sesuatu, Aul ?" pinta Andre dengan gugup.


" Tanya aja kali mas , nggak usah gugup begitu ," jawab Aulia santai .

__ADS_1


" Kamu tahu saja kalau mas gugup ," kata Andre dengan tertawa canggung. Tidak menyangka jika dia ketahuan gugup .


" Mas mau tanya apa ?"


" Maaf ... kenapa tadi tidak ingin naik mobil bersama kami , tetapi lebih memilih naik motor dengan Arfan ? apa kalian ada hubungan?" tanya Andre jujur . Dia tidak ingin salah faham.


" Oh ... sebenarnya bukan karena tidak ingin naik mobil bersama bos dan pak Alif . Saya juga bukan kekasih pak Arfan , sebab hubungan kami hanya sekedar kenal tidak lebih ," jawab Aulia dengan getir.


" Terus kenapa ?"


" Sebenarnya belum lama ini , saya mengalami kecelakaan yang cukup parah . Untuk saya tidak cacat . Tetapi saya koma selama dua bulan," jawab Aulia .


" Apa ???? kamu pernah koma ?"


" Iya mas .... sebenarnya saya juga baru dua Minggu ini sadar ."


" Innalillah .... Apakah kamu trauma naik mobil ?" tanya Andre begitu dia mengetahui jika Aulia baru mengalami kecelakaan.


" Benar ... saya sampai pingsan di mobil di hari pertama saya kuliah ."


" Sekarang _"


Ceklek


Suara pintu yang dibuka , membuat keduanya menghentikan percakapan. Ternyata Alif yang masuk . Dia berjalan ke kursi kebesarannya.


" Bagaimana....apakah sudah selesai semuanya?"


" Sudah pak ," jawab Andre dan Aulia kompak.


" Kalau begitu pekerjaan kalian sudah selesai untuk hari ini . Kalian bisa pulang lewat pintu samping jika ingin pulang ," kata Alif selanjutnya.


" Oh iya pak ... bolehkah saya meminjam motor bapak ?" tanya Andre .


" Buat apa ?"


" Buat kami pulang pak ," jawab Andre dengan jujur . Alif pun melihat kearah Andre dan Aulia bergantian .


" Kalian pacaran ?" tanya Alif .


" Tidak pak !" jawab Andre dan Aulia kompak.


" Ya sudah ...tapi jangan sampai lecet , " ujar Alif akhirnya.


Aulia dan Andre pun pulang setelah Alif memberikan kunci motornya. Mereka berdua lewat pintu samping sesuai arahan dari alif .

__ADS_1


Arfan masih berbincang di ruang tamu . Dia belum tahu jika Andre dan Aulia sudah pulang . Bahkan dia sampai melupakan sholat dhuhur. Mereka masih asyik berbincang mengenang masa lalu .


__ADS_2