
Aulia menjadi asisten sementara untuk Rani . Dia harus melakukan semua pekerjaan yang biasa dilakukan oleh asisten Rani . Mulai dari membuat minum , menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan Rani dan masih banyak lagi .
Untuk hari ini, Aulia harus belajar menjahit . Dia yang belum pernah sama sekali menjahit harus belajar dari awal . Seperti yang sudah diketahui, jika Aulia sering tidak mengikuti kelas . Karena itulah dia belum bisa menjahit .
Aulia memperhatikan Rani yang dengan sabar mengajarinya. Setelah itu dia mempraktekkan sendiri .
Aulia berada satu ruangan dengan Rani . Ruangannya sangat luas . Bahkan didalamnya juga ada mesin jahit yang sekarang dipakai Aulia untuk belajar .
" Istirahat dulu , Aul ," kata Rani yang sudah bersiap untuk pergi ke kantin .
Aulia yang sedari tadi fokus dengan pekerjaannya sampai tidak sadar jika sudah waktunya istirahat.
" Baik Bu ," jawab Aulia sambil meletakkan pekerjaannya.
" Mau bareng ke kantin ?" tawar Rani yang tentu saja ditolak secara halus oleh Aulia .
" Aul nanti saja Bu . Sekarang Aul mau ke mushola dulu ."
" Baiklah kalau begitu saya ke kantin dulu ," ucap Rani yang kemudian keluar dari ruangan.
Setelah merapikan semua pekerjaannya, Aul juga keluar dari ruangan. Dia mencari musholla yang ternyata ada di belakang gedung .
Setelah sholat Aulia membeli makanan yang berada di sekitar musholla. Ternyata disana juga ada beberapa stan yang menjual makanan .
Aulia menghampiri stan yang menjual bakso dan mie ayam . Dia memesan satu porsi mie ayam pedas.
" Mie ayam pedasnya satu bang ," kata Aulia mengatakan pesanannya.
" Siap neng, silahkan tunggu dulu ya ."
" Baik pak ."
Aulia duduk di samping seorang wanita yang ternyata resepsionis yang bernama adinda . Aulia pun menyapanya.
" Halo mbak Adin ," sapa Aulia dengan tersenyum ramah .
" Siapa ya ?" tanya Adin yang tidak mengingat Aul.
" Mbak Adin pasti lupa nih , sama Aul," tebak aulia masih dengan senyum yang terkembang di bibirnya.
" Oh ... anak baru yang kemarin kan ?"
" Ternyata mbak Adin masih ingat."
" Sedikit lupa sih . Nggak makan di kantin ?"
" Nggak mbak , Aul juga belum tahu kantinnya dimana . Untung tadi setelah sholat lihat stan makanan disini , jadi bisa makan siang deh . Mbak sendiri kok Ndak di kantin?"
__ADS_1
" Kalau aku ma memang lebih suka makan disini , selain makanan enak tetapi harganya juga terjangkau."
" Bisa saja mbak ini . jadi ingat sama acara makan receh harga receh tapi rasa no receh ."
" Jadi kamu sering lihat acara itu ?"
" Kalau lagi santai sih mbak ."
" Sama kalau begitu ... aku juga sering lihat acara itu kalau lagi santai sama acara bikin laper "
" Mbak Andin kalau makan bikin orang lapar deh ," ucap Aulia yang melihat Andin makan dengan lahap .
" Ini enak banget loh ...Mie ayam disini the best banget pokoknya. Bener nggak teman-teman," kata Adin pada teman-temannya.
" Bener banget !" jawab teman-teman Adin sebagai resepsionis.
" Jadi pengen nyoba nih ," kata Aulia yang ngiler melihat mereka makan .
" Silahkan neng !'
" Terimakasih pak ... ehm , baunya aja udah harum ," kata Aulia .
" Cobain deh ... kamu pasti ketagihan," kata Adin.
" Oke .... bismillahirrahmanirrahim."
Aulia menyuapkan satu sendok mi.
" Kan sudah aku bilang . Kami duluan ya, belum sholat dhuhur nih ."
" Oke!"
Aulia melanjutkan makannya dengan santai. Sesekali dia menambahkan sambal dalam mangkoknya . Karena dia memang menyukai makanan pedas.
" Permisi ... boleh duduk disini ?" sapa seorang pria , mengalihkan perhatiannya.
Aulia
memandang pria yang berdiri di depannya. Pria itu menatap Aulia dengan tersenyum.
" Silahkan," ucap aulia santai.
" Terimakasih."
" Santai aja kali mas , la wong ini bukan kursi saya kok ."
" Eh "
__ADS_1
" ...."
" Kamu karyawan baru disini ?"
" Kok mas tahu ?"
" Nggak pernah lihat sih ."
" Jadi mas hafal semua karyawan disini?"
" Ya nggak semua sih . Tapi sebagian besar sudah pernah lihat meskipun nggak kenal ."
" Oh ... kirain masnya kenal semua ."
" Silahkan nak Miko ," kata penjual memberikan pesanan pria yang duduk disamping Aulia .
" Terimakasih paman."
Pria itu bernama Miko . Dia salah satu manager di perusahaan ini. Dia sering makan di stan ini karena rasanya yang sesuai dengan seleranya.
" Alhamdulillah," ucap Aulia saat makanannya habis .
" kenyang nih , nampaknya."
" Alhamdulillah, kenyang banget mas . Kalau begitu Aul pergi dulu ya mas ."
" Silahkan."
Aulia menghampiri penjual untuk membayar makanannya. Setelah itu di pergi ke toilet terlebih dahulu sebelum kembali ke ruangan milik Rani.
Saat tiba di toilet Aulia menabrak seseorang hingga terpental.
Bruk !!!
" Auh ....!"
" Maaf ."
" Nggak papa kok ... santai saja ," kata Aulia sambil berusaha untuk berdiri.
" Kamu nggak papa kan ?"
" Nggak papa kok , santai saja . "
" Sekali lagi maafin aku ya ."
" Santai aja kali mbak , cuman lain kali kalau jalan hati-hati."
__ADS_1
" Iya deh ... tapi memang lagi buru-buru sih . Saya duluan ya."
" Silahkan!"