Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Kontrakan baru


__ADS_3

" Aulia nya ada pak ?" tanya Andre pada satpam . Sedangkan Alif menunggu di dalam mobil .


" Maaf den , non Aul sama orang tuanya lagi keluar sejak semalam . Beliau juga membawa koper . Sepertinya akan nginap lama deh ," jawab satpam itu dengan jujur .


" Memangnya kemana ya pak ?"


" Tidak tahu den ... yang pasti mereka terburu-buru sekali berangkatnya."


" Baiklah kalau begitu pak , terimakasih."


" Sama-sama den ."


Andre kembali dengan lesu .Dia tidak menyangka kedatangan mereka akan sia-sia.


" Bagaimana?" tanya Alif begitu Andre masuk kedalam mobil .


" Aul sama keluarganya sudah berangkat sejak semalam . Tidak tahu mau kemana. Katanya sih mereka berangkat dengan buru-buru sambil membawa koper. Menurut bos , mereka mau kemana?"


" Kamu nanya aku ?"


" Ya iya lah bos ... mau nanya siapa lagi coba ? kan yang ada di dalam mobil cuma kita berdua ."


" Kalau saya tahu ... nggak mungkin kita kesini dodol !"


" Iya juga ... kok aku jadi lemot ," gumam Andre .


" Ngapain masih bengong ? cepat kembali ke kantor!" kata Alif saat melihat Andre hanya bengong .


" Sabar napa bos?"


Dengan menggerutu Andre menyalakan kembali mobilnya. Alif hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkahnya.


Setibanya di kantor Andre dan Alif kaget saat ada yang duduk di kursi Aulia . Mereka bertanya-tanya siapa dia ?


" Selamat pagi pak ," sapa merlin dengan agak centil . Alif dan Andre sampai merinding mendengarnya.


" Selamat pagi ... siapa kamu ?" tanya Alif .


" Saya Merlin , sekretaris baru bapak," jawab Merlin dengan suara mendayu-dayu.


" Sekretaris baru ku ? !!! memangnya siapa yang menempatkan kamu di sini ?"


" Tuan Musthofa pak ."


Jawaban dari Merlin membuat Alif hanya bisa menghela nafasnya. Kemudian tanpa pamit dia langsung masuk kedalam ruangannya.

__ADS_1


" Permisi!" ucap Andre sebelum mengikuti langkah Alif.


" Silahkan."


Merlin menatap ruangan Alif dengan tatapan sulit diartikan. Kemudian kembali duduk dan mempelajari berkas yang diberikan oleh Musthofa.


Alif menatap berkas dengan tatapan kosong . Sungguh dia tidak mengerti dengan jalan pikiran papanya. Andre yang melihat tingkah Alif hanya bisa mengelus dada . Karena jika sudah seperti itu , pekerjaannya akan bertambah dua kali lipat .


Tok tok tok


" Masuk !"


" Permisi pak ... berkas ini tadi di beri oleh tuan Musthofa. Semua sudah saya kerjakan , tinggal tandatangan anda ," ucap Merlin sambil tersenyum . Dia akan menarik perhatian Alif secara perlahan.


" Taruh saja di meja saya ," kata Alif tanpa menatap Merlin .


" Apa anda ingin saya buatkan kopi ."


" Boleh ... buatkan juga untuk Andre."


" Baik tuan ."


Merlin keluar dari ruangan dan menuju pantry untuk membuat kopi . Sebenarnya dia tidak pernah membuat kopi . Tetapi demi mendapatkan perhatian dari Alif , dia akan membuatkannya. Apalagi dia sudah diberitahu oleh Musthofa kesukaan Alif saat pagi hari , yakni secangkir kopi .


" Terimakasih... kamu boleh kembali ke tempat mu ."


" Baik pak ."


Sebenarnya Merlin masih ingin dekat dengan Alif . Tetapi karena sudah tidak punya ide , dia kembali ke ruangannya.


" Wek !!!! kopi apaan ini ," sembur Alif saat meminum kopinya.


" Kenapa bos ?"


" Coba kopimu ?"


" Bos mau ?"


" Bukan .... coba kamu minum kopi mu !"


" Oh ... kirain bos mau minum kopi saya juga."


" Cepatlah!"


" Iya ... iya .... uwek ! kopi apaan ini bos ?"

__ADS_1


" Tanya sama yang buat . Dia buat kopi apa air comberan?"


" Memangnya bos pernah minum air comberan?"


" Pernah."


" Kapan ?"


" Lah ini tadi , kalau bukan air comberan apa namanya?"


" Entah.... memang dia dapat resep dari mana sih ?"


" Sudahlah... lain kali suruh aja ob buat membuat kopi ."


" Kenapa bos ? bukankah kita bisa mengajarinya?"


" Terserah kamu deh !"


Di lain tempat, Aulia sudah keluar dari kantor . Setelah perkenalan tadi , dia diperbolehkan untuk pulang terlebih dahulu . Setelah itu dengan ditemani oleh Rangga dan Lily , Aul mencari kontrakan yang dekat dengan kantor .


" Bagaimana nona ... apa anda suka dengan tempatnya?" tanya pemilik rumah yang akan dikontrak.


" Lumayan sih ... tempatnya juga dekat dengan kantor ."


Dia sudah berkeliling melihat isi rumah . Menurutnya lumayan untuk ia tinggali selama tiga bulan.


" Bagaimana sayang ?"


" Disini saja ma ."


" Baik Bu ,kami setuju . Tapi kami hanya mengontrak selama tiga bulan . Apakah tidak masalah?"


" Tidak masalah tuan ."


" Baiklah kalau begitu.... ini biayanya kami bayar langsung ."


" Apakah akan langsung ditempati ?"


" Benar Bu ... mulai hari ini juga kami akan tinggal di sini ."


" Semoga nona kerasan ," ucap wanita itu dengan tulus .


" Terimakasih Bu ."


Rumah yang mereka kontrak merupakan rumah minimalis dengan dua kamar . Setiap kamar ada kamar mandi masing-masing. Ada dapur dan juga ruang makan . Di dekat dapur juga tersedia kamar mandi . Untuk sampai ke kantor hanya perlu berjalan kira-kira lima ratus meter .

__ADS_1


__ADS_2