
" Aulia nya ada pak ?" tanya Andre pada satpam . Sedangkan Alif menunggu di dalam mobil .
" Maaf den , non Aul sama orang tuanya lagi keluar sejak semalam . Beliau juga membawa koper . Sepertinya akan nginap lama deh ," jawab satpam itu dengan jujur .
" Memangnya kemana ya pak ?"
" Tidak tahu den ... yang pasti mereka terburu-buru sekali berangkatnya."
" Baiklah kalau begitu pak , terimakasih."
" Sama-sama den ."
Andre kembali dengan lesu .Dia tidak menyangka kedatangan mereka akan sia-sia.
" Bagaimana?" tanya Alif begitu Andre masuk kedalam mobil .
" Aul sama keluarganya sudah berangkat sejak semalam . Tidak tahu mau kemana. Katanya sih mereka berangkat dengan buru-buru sambil membawa koper. Menurut bos , mereka mau kemana?"
" Kamu nanya aku ?"
" Ya iya lah bos ... mau nanya siapa lagi coba ? kan yang ada di dalam mobil cuma kita berdua ."
" Kalau saya tahu ... nggak mungkin kita kesini dodol !"
" Iya juga ... kok aku jadi lemot ," gumam Andre .
" Ngapain masih bengong ? cepat kembali ke kantor!" kata Alif saat melihat Andre hanya bengong .
" Sabar napa bos?"
Dengan menggerutu Andre menyalakan kembali mobilnya. Alif hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkahnya.
Setibanya di kantor Andre dan Alif kaget saat ada yang duduk di kursi Aulia . Mereka bertanya-tanya siapa dia ?
" Selamat pagi pak ," sapa merlin dengan agak centil . Alif dan Andre sampai merinding mendengarnya.
" Selamat pagi ... siapa kamu ?" tanya Alif .
" Saya Merlin , sekretaris baru bapak," jawab Merlin dengan suara mendayu-dayu.
" Sekretaris baru ku ? !!! memangnya siapa yang menempatkan kamu di sini ?"
" Tuan Musthofa pak ."
Jawaban dari Merlin membuat Alif hanya bisa menghela nafasnya. Kemudian tanpa pamit dia langsung masuk kedalam ruangannya.
__ADS_1
" Permisi!" ucap Andre sebelum mengikuti langkah Alif.
" Silahkan."
Merlin menatap ruangan Alif dengan tatapan sulit diartikan. Kemudian kembali duduk dan mempelajari berkas yang diberikan oleh Musthofa.
Alif menatap berkas dengan tatapan kosong . Sungguh dia tidak mengerti dengan jalan pikiran papanya. Andre yang melihat tingkah Alif hanya bisa mengelus dada . Karena jika sudah seperti itu , pekerjaannya akan bertambah dua kali lipat .
Tok tok tok
" Masuk !"
" Permisi pak ... berkas ini tadi di beri oleh tuan Musthofa. Semua sudah saya kerjakan , tinggal tandatangan anda ," ucap Merlin sambil tersenyum . Dia akan menarik perhatian Alif secara perlahan.
" Taruh saja di meja saya ," kata Alif tanpa menatap Merlin .
" Apa anda ingin saya buatkan kopi ."
" Boleh ... buatkan juga untuk Andre."
" Baik tuan ."
Merlin keluar dari ruangan dan menuju pantry untuk membuat kopi . Sebenarnya dia tidak pernah membuat kopi . Tetapi demi mendapatkan perhatian dari Alif , dia akan membuatkannya. Apalagi dia sudah diberitahu oleh Musthofa kesukaan Alif saat pagi hari , yakni secangkir kopi .
" Terimakasih... kamu boleh kembali ke tempat mu ."
" Baik pak ."
Sebenarnya Merlin masih ingin dekat dengan Alif . Tetapi karena sudah tidak punya ide , dia kembali ke ruangannya.
" Wek !!!! kopi apaan ini ," sembur Alif saat meminum kopinya.
" Kenapa bos ?"
" Coba kopimu ?"
" Bos mau ?"
" Bukan .... coba kamu minum kopi mu !"
" Oh ... kirain bos mau minum kopi saya juga."
" Cepatlah!"
" Iya ... iya .... uwek ! kopi apaan ini bos ?"
__ADS_1
" Tanya sama yang buat . Dia buat kopi apa air comberan?"
" Memangnya bos pernah minum air comberan?"
" Pernah."
" Kapan ?"
" Lah ini tadi , kalau bukan air comberan apa namanya?"
" Entah.... memang dia dapat resep dari mana sih ?"
" Sudahlah... lain kali suruh aja ob buat membuat kopi ."
" Kenapa bos ? bukankah kita bisa mengajarinya?"
" Terserah kamu deh !"
Di lain tempat, Aulia sudah keluar dari kantor . Setelah perkenalan tadi , dia diperbolehkan untuk pulang terlebih dahulu . Setelah itu dengan ditemani oleh Rangga dan Lily , Aul mencari kontrakan yang dekat dengan kantor .
" Bagaimana nona ... apa anda suka dengan tempatnya?" tanya pemilik rumah yang akan dikontrak.
" Lumayan sih ... tempatnya juga dekat dengan kantor ."
Dia sudah berkeliling melihat isi rumah . Menurutnya lumayan untuk ia tinggali selama tiga bulan.
" Bagaimana sayang ?"
" Disini saja ma ."
" Baik Bu ,kami setuju . Tapi kami hanya mengontrak selama tiga bulan . Apakah tidak masalah?"
" Tidak masalah tuan ."
" Baiklah kalau begitu.... ini biayanya kami bayar langsung ."
" Apakah akan langsung ditempati ?"
" Benar Bu ... mulai hari ini juga kami akan tinggal di sini ."
" Semoga nona kerasan ," ucap wanita itu dengan tulus .
" Terimakasih Bu ."
Rumah yang mereka kontrak merupakan rumah minimalis dengan dua kamar . Setiap kamar ada kamar mandi masing-masing. Ada dapur dan juga ruang makan . Di dekat dapur juga tersedia kamar mandi . Untuk sampai ke kantor hanya perlu berjalan kira-kira lima ratus meter .
__ADS_1