
Hari ini merupakan hari pertama Aulia memasuki kantor . Dia menggunakan pakaian kerja yang ia beli sebelum pergi ke Paris . Bukan lagi pakaian hitam putih yang sebelumnya ia pakai di kantor sebelumnya.
Tok tok tok
" Aul ... sudah bangun belum !" teriak Alvian dari luar kamar.
" Sebentar kak ," jawab Aulia dari dalam kamar .
Setelah memastikan semuanya sempurna barulah Aulia mengambil tas yang ada di atas mejanya.
Ceklek!
" Sudah kak."
deg !
Alvian terpesona dengan penampilan Aulia yang nampak anggun . Senyum Aulia membuatnya tak bisa memalingkan wajahnya.
" Kak Al !"
Panggilan Aulia membuat Alvian tergagap.
" Iya ... ayo sarapan dulu ."
" Kakak pesen lagi ?"
" Enggak... asisten kakak yang bawa . Sekarang dia ada diruang tamu ," jawab Alvian dengan jujur .
" Oh ."
Di ruang tamu asisten Alvian tengah sibuk membaca agenda apa saja yang akan Alvian hadiri seharian ini . Dia bahkan bahkan tidak sadar jika Alvian dan Aulia sudah ada di dekatnya .
" Tom ," panggil Alvian .
" Iya tuan ," jawab Tomi seraya mengalihkan perhatiannya dari tab yang ada ditangannya.
__ADS_1
Seketika pandangannya fokus pada Aulia yang ada di sebelah Alvian . Dia bertanya-tanya siapa yang ada disamping Alvian dalam hati .
" Ehm !"
" Maaf bos ," kata Tomi yang tidak enak telah menatap Aulia dalam waktu yang lama .
" Mana makanannya?"
" Sudah saya persiapkan di ruang makan bos ."
" Apa kamu sudah makan ?"
" Sudah bos . Sebelum berangkat tadi saya sarapan terlebih dahulu ."
" Baguslah kalau begitu . Ayo Aul !" ajak Alvian pada Aulia yang hanya diam di sebelahnya.
" Baik kak ."
Setelah selesai sarapan Alvian mengajak Aulia berangkat ke kantor. Selain sebagai seorang asisten, Tomi juga menjadi sopir pribadi Alvian.
Setelah dua puluh menit mereka akhirnya sampai . Aulia langsung keluar dari mobil bersama Alvian. Sedangkan Tomi masih harus memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.
Aulia memandang gedung di depannya dengan pandangan takjub . Sungguh sejak tadi ia tidak berhenti terpesona dengan keindahan kota Paris .
" Sudah siap Aul ?"
" Siap kak ."
" Good ! "
Alvian berjalan terlebih dahulu di depan Aulia. Hal ini sudah mereka bicarakan sebelumnya. Karena Aulia akan menjabat sebagai asisten tambahan buat Alvian .
Selama disini Aulia akan terus mendampingi Alvian di setiap kesempatan. Hal itu ia lakukan untuk menjaga Aulia .
Kedatangan mereka berdua membuat karyawan heboh . Sebab selama ini alvian dikenal tidak suka berinteraksi dengan wanita .
__ADS_1
Meskipun sekretaris Alvian juga seorang wanita , tetapi dia tidak berinteraksi langsung dengan Alvian . Tomi lah yang menjadi perantara keduanya.
" Apa itu asisten baru tuan Presdir ?"
" Sepertinya begitu . Tetapi kok bisa ?"
" Tidak tahu ."
" Tapi wanita itu cantik juga ."
" Hei Cristin juga tak kalah cantik , tetapi dia tidak pernah ditanggapi oleh Presdir."
Bisik- bisik itu terdengar di telinga Aulia . Tetapi dengan cuek , Aulia terus berjalan dibelakang Alvian .
" Jika masih ingin bekerja jaga mulut kalian !" bentak Tomi yang baru masuk .
" Maaf tuan ," ucap salah satu karyawan yang menggosip . Satu persatu kembali ke tempat masing-masing.
Mereka menggunakan lift khusus untuk sampai ke lantai atas.
Ruangan Alvian memang berada di lantai paling atas. Tidak banyak ruang disana . Hanya ada dua ruang . Ruang sekretariat dan ruang Alvian .
Alvian menempatkan Aulia di ruangannya. Ruangan Alvian sangat besar . Didalamnya selain ruang kerja juga ada kamar mandi , ruang istirahat, pantry dan ruang santai .
Tomi juga satu ruang bersama mereka. Meja Tomi ada di dekat pintu . Memudahkan dia untuk membukakan pintu .
" Selamat datang Presdir. Sudah lama anda tidak masuk kantor," sapa seorang wanita yang cantik bak model berdiri di depan Alvian .
" Hem .. perkenalkan dia Aulia . Dia akan menjadi asisten saya selama disini," ucap Alvian memperkenalkan Aulia pada wanita di depannya.
" Maksud Presdir?"
" Jika ada sesuatu yang ingin kau sampaikan bisa lewat Tomi atau Aulia "
" Tapi Presdir _"
__ADS_1
" Maaf tapi kami harus masuk ke ruangan, permisi ."