Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Mulai bekerja


__ADS_3

Hari ini merupakan hari pertama Aulia memasuki kantor . Dia menggunakan pakaian kerja yang ia beli sebelum pergi ke Paris . Bukan lagi pakaian hitam putih yang sebelumnya ia pakai di kantor sebelumnya.


Tok tok tok


" Aul ... sudah bangun belum !" teriak Alvian dari luar kamar.


" Sebentar kak ," jawab Aulia dari dalam kamar .


Setelah memastikan semuanya sempurna barulah Aulia mengambil tas yang ada di atas mejanya.


Ceklek!


" Sudah kak."


deg !


Alvian terpesona dengan penampilan Aulia yang nampak anggun . Senyum Aulia membuatnya tak bisa memalingkan wajahnya.


" Kak Al !"


Panggilan Aulia membuat Alvian tergagap.


" Iya ... ayo sarapan dulu ."


" Kakak pesen lagi ?"


" Enggak... asisten kakak yang bawa . Sekarang dia ada diruang tamu ," jawab Alvian dengan jujur .


" Oh ."


Di ruang tamu asisten Alvian tengah sibuk membaca agenda apa saja yang akan Alvian hadiri seharian ini . Dia bahkan bahkan tidak sadar jika Alvian dan Aulia sudah ada di dekatnya .


" Tom ," panggil Alvian .


" Iya tuan ," jawab Tomi seraya mengalihkan perhatiannya dari tab yang ada ditangannya.

__ADS_1


Seketika pandangannya fokus pada Aulia yang ada di sebelah Alvian . Dia bertanya-tanya siapa yang ada disamping Alvian dalam hati .


" Ehm !"


" Maaf bos ," kata Tomi yang tidak enak telah menatap Aulia dalam waktu yang lama .


" Mana makanannya?"


" Sudah saya persiapkan di ruang makan bos ."


" Apa kamu sudah makan ?"


" Sudah bos . Sebelum berangkat tadi saya sarapan terlebih dahulu ."


" Baguslah kalau begitu . Ayo Aul !" ajak Alvian pada Aulia yang hanya diam di sebelahnya.


" Baik kak ."


Setelah selesai sarapan Alvian mengajak Aulia berangkat ke kantor. Selain sebagai seorang asisten, Tomi juga menjadi sopir pribadi Alvian.


Setelah dua puluh menit mereka akhirnya sampai . Aulia langsung keluar dari mobil bersama Alvian. Sedangkan Tomi masih harus memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


Aulia memandang gedung di depannya dengan pandangan takjub . Sungguh sejak tadi ia tidak berhenti terpesona dengan keindahan kota Paris .


" Sudah siap Aul ?"


" Siap kak ."


" Good ! "


Alvian berjalan terlebih dahulu di depan Aulia. Hal ini sudah mereka bicarakan sebelumnya. Karena Aulia akan menjabat sebagai asisten tambahan buat Alvian .


Selama disini Aulia akan terus mendampingi Alvian di setiap kesempatan. Hal itu ia lakukan untuk menjaga Aulia .


Kedatangan mereka berdua membuat karyawan heboh . Sebab selama ini alvian dikenal tidak suka berinteraksi dengan wanita .

__ADS_1


Meskipun sekretaris Alvian juga seorang wanita , tetapi dia tidak berinteraksi langsung dengan Alvian . Tomi lah yang menjadi perantara keduanya.


" Apa itu asisten baru tuan Presdir ?"


" Sepertinya begitu . Tetapi kok bisa ?"


" Tidak tahu ."


" Tapi wanita itu cantik juga ."


" Hei Cristin juga tak kalah cantik , tetapi dia tidak pernah ditanggapi oleh Presdir."


Bisik- bisik itu terdengar di telinga Aulia . Tetapi dengan cuek , Aulia terus berjalan dibelakang Alvian .


" Jika masih ingin bekerja jaga mulut kalian !" bentak Tomi yang baru masuk .


" Maaf tuan ," ucap salah satu karyawan yang menggosip . Satu persatu kembali ke tempat masing-masing.


Mereka menggunakan lift khusus untuk sampai ke lantai atas.


Ruangan Alvian memang berada di lantai paling atas. Tidak banyak ruang disana . Hanya ada dua ruang . Ruang sekretariat dan ruang Alvian .


Alvian menempatkan Aulia di ruangannya. Ruangan Alvian sangat besar . Didalamnya selain ruang kerja juga ada kamar mandi , ruang istirahat, pantry dan ruang santai .


Tomi juga satu ruang bersama mereka. Meja Tomi ada di dekat pintu . Memudahkan dia untuk membukakan pintu .


" Selamat datang Presdir. Sudah lama anda tidak masuk kantor," sapa seorang wanita yang cantik bak model berdiri di depan Alvian .


" Hem .. perkenalkan dia Aulia . Dia akan menjadi asisten saya selama disini," ucap Alvian memperkenalkan Aulia pada wanita di depannya.


" Maksud Presdir?"


" Jika ada sesuatu yang ingin kau sampaikan bisa lewat Tomi atau Aulia "


" Tapi Presdir _"

__ADS_1


" Maaf tapi kami harus masuk ke ruangan, permisi ."


__ADS_2