
Aulia shock mendengar ucapan Musthofa. Dia segera menutup telponnya dengan linglung. Dia tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti ini.
" Hei bengong aja sih ," kata Nadia mengagetkan Aulia .
" ..."
" Kamu kenapa sih ?" tanya Nadia sedikit khawatir. Apalagi melihat Aulia dalam keadaan linglung seperti itu .
" Aku ..."
" Ya elah neng kalau ngomong nggak usah dipotong-potong gitu napa ," protes Nadia saat Aulia tidak meneruskan ucapannya.
" Aku cuma bingung aja kok ... nggak usah khawatir."
" Yakin ?"
" Yakinlah... ngomong-ngomong dari mana saja kamu ?"
" Aku baru dari rumah melihat kondisi mama ku . Ternyata beliau sedang sakit ," jawab Nadia dengan sendu .
" Memangnya mama kamu sakit apa ?"
" Sakit komplikasi."
" Astaghfirullah....."
Aulia ingin melanjutkan ucapannya tetapi keburu ponselnya berbunyi. Ternyata dari dosennya. Aulia buru-buru mengangkatnya.
" Assalamualaikum..."
" ...."
" Sudah pak."
" ...."
" Maaf pak ."
" ...."
" Kalau misal say magang ditempat lain tidak masalah kan pak ?"
" ..."
" Tentu saja saya mau pak . Yang penting Aul bisa menyelesaikan magang Aul ."
" ...."
" Apa ???? "
" ..."
" Tidak masalah sih pak ."
" ....."
" Jadi Aul harus ke perusahaan adik bapak yang ada di Yogyakarta gitu ?'
" ...."
" Baiklah.... besok pagi Aul akan ke rumah bapak sebelum berangkat."
__ADS_1
" ...."
" Tidak masalah pak . Saya yang seharusnya minta maaf sama bapak dan juga berterima kasih."
" ...."
" Wa alaikum salam warahmatulloh."
Setelah ponselnya mati aul langsung berdiri . Nadia yang sedari tadi duduk di depannya merasa kepo dengan isi percakapan Aulia dengan sang dosen . Tapi aku masih belum berniat untuk bercerita pada Nadia . Dia harus berbicara dengan orang tuanya segera.
" Aku mau berbicara sama papa dan mama aku dulu ya ?"
" Ngapain?"
" Ada perlu dong nad ."
" Aku ikut lah !"
" Terserah."
Aulia bersama Nadia keluar dari kamar dan pergi ke kamar Rangga dan juga Lily. Untung mereka belum tidur .
Tok tok tok
Tok tok tok
" pa ! ma !" teriak Aulia dari depan pintu kamar orang tuanya.
" Iya sebentar!" ucap Lily tak kalah keras dari dalam kamar .
Ceklek
" Ada apa sayang ... katanya mau tidur?" tanya Lily dengan kondisi yang sudah agak berantakan. Sebenarnya Aul pengen tertawa tetapi ia tahan . Ia pasti sudah mengganggu kegiatan menyenangkan orang tuanya.
Lily jadi penasaran apa yang akan dikatakan oleh putrinya. Apalagi dia sedang ditunggu oleh suaminya yang pasti sekarang lagi galau . Mau tidak mau dia harus bilang sama sang suami .
" Kalau begitu tunggu mama di ruang keluarga dulu , oke !"
" Sip ... oh iya jangan lupa ... rambut mama di sisir dulu !" goda Aulia sambil berjalan meninggalkan mamanya yang shock mendengar ucapan putrinya.
Lily masuk kembali kedalam kamar yang langsung disambut oleh Rangga yang sudah polos . Tadi saat ada putrinya dia hanya menutup tubuh polosnya dengan selimut. Kini saat istrinya sudah masuk kembali , dia langsung bersiap untuk menyerang .
" Sudah dulu pa ."
" Nggak bisa sayang ... lihat !" tunjuk Rangga pada bagian inti tubuhnya yang sudah gagah ingin segera bertemu dengan pasangannya.
" Tapi Aul sudah menunggu kita sayang . Ini kita lanjutkan lagi oke ?" pinta Lily dengan terpaksa.
" Tapi sayang ...."
Rangga hendak protes tetapi dia juga tidak ingin putrinya menunggu lama. Apalagi kalau dia sudah beraksi tidak cukup satu jam . Mau tidak mau dia harus mandi air dingin .
" Ni protes pa... nanti mama tambah deh!"
" Janji sampai papa puas ?"
" Iya janji !"
" Oke sayang ... sekarang kita siap-siap dulu !"
" Hem "
__ADS_1
Setelah Rangga dan Lily bersiap mereka menghampiri Aulia yang berada di ruang keluarga. Dia melihat putrinya itu sedang melamun . Apa yang sedang putrinya lamun kan ?"
" Ehm !'
" Eh papa sama sama papa. Maaf loh pasti Aul sudah ganggu waktu mama sama papa ," kata Aul dengan tidak enak hati , apalagi melihat wajah sang papa yang baru saja mandi .
" Tidak papa sayang ," jawab Lily dan Rangga dengan kompak . Padahal dalam hati mereka " sangat menggangu sayang .... padahal tinggal sedikit lagi masuk !"
" Ada yang ingin Aul bicarakan... ini masalah magang Aul . Tadi Aul ditelpon sama dosen Aul kalau Aul di pindah untuk magang di Yogyakarta," kata Aul to the poin.
" Apa ?" tentu saja hal itu membuat Rangga dan Lily kaget .
" Mamang ada masalah apa sayang ... apa ini berhubungan dengan kamu yang pulang terlambat tadi ?"
" Sepertinya sih tidak ... ," jawab Aulia d Ngan tidak yakin . Sebab dirinya juga tidak tahu alasan dia diberhentikan dengan tidak hormat oleh pimpinan tertinggi di perusahaan tempat ia magang .
" Apa kamu punya salah sayang ?" tanya Rangga dengan hati-hati. Dia memang sudah mendapatkan laporan tentang semua kelakuan Aulia selama ini . Dia merasa gagal jadi orang tua .
" Entahlah pa ... Aul juga tidak mendapatkan penjelasan."
" Apakah perlu papa turun langsung meminta penjelasannya nak ?"
" Tidak perlu pa ... mungkin ini memang salah Aul . Maaf Aul sudah membuat papa dan mama kecewa dengan sikap yang selama ini Aul keluarkan ," ucap Aulia sendu . Ia tahu pasti orang tuanya sudah tahu perilakunya yang kurang baik saat di kampus.
" Mama dan papa lah yang harus minta maaf karena kurang bisa membagi waktu kami untukmu sayang . Tapi kamu beneran tidak membuat masalah kan di sana ?"
" Sepertinya sih tidak ... tapi _"
" Tapi apa ?"
" Tadi Aul membuat seseorang masuk penjara dan beberapa pekerja harus berhenti bekerja untuk sementara."
" Apa ?!" pekik Lily dengan keras . Rangga sudah ingin marah , tetapi dia masih tahu apa yang sudah putrinya itu lakukan.
" Boleh kamu menjelaskannya sayang ?" tanya Rangga sambil menekan emosi yang ingi keluar.
Aulia tahu sudah waktunya... orang tuanya tahu tentang kemampuannya. Dia tidak bisa berbohong lagi .
" Asal papa dan mama tahu .... sejak Aul sadar dari koma , Aul bisa melihat makhluk halus dan juga berkomunikasi dengannya," kata Aulia dengan hati-hati.
" What !!!"
" Kemarin ada salah satu pegawai gudang yang terkunci di dalam gudang , tidak ada yang bisa menolongnya. Meski mereka mendobraknya, pintu itu tidak bisa terbuka. Hingga Aul tahu jika ada hantu yang membuat orang itu terkunci di dalam toilet . "
"...."
" Dan ternyata.... hantu itu di kubur di dalam bak air dalam toilet itu . Pelakunya orang yang tadi terkunci di toilet. Untuk itulah gudang itu ditutup untuk sementara selama proses penyelidikan."
" Astaghfirullah....maaf jika kami berprasangka buruk padamu sayang . Jangan bilang kejadian di danau itu _"
Meskipun Lily belum menyelesaikan ucapannya tetapi Aulia mengangguk.
Lily maupun Rangga hanya mampu terdiam setelah mendengar penjelasan dari sang putri. Kalau itu masalahnya, dia tidak bisa berkata apa-apa . Sebab bukan putrinya yang salah . Tetapi mereka juga kecewa dengan keputusan mereka secara sepihak.
" Baiklah.... papa akan pesankan tiketnya sekarang ."
" Loh .... kita mesti protes pada perusahaan itu pa ," kata Lily tidak terima anaknya diperlakukan seenaknya.
" Sudahlah ma... papa tidak mau berurusan dengan mereka . Lebih baik kita antar Aul ke Yogyakarta seperti yang sudah dikatakan oleh dosennya. Nggak ada untungnya juga kita protes kesana ," kata Rangga dengan bijak .
" Baiklah kalau begitu , terserah papa saja . Ayo sayang ... kamu harus bersiap , " kata lily pada Aulia .
__ADS_1
" Oke !"
Rencana Lily dan juga Rangga jadi gatot deh ! alias gagal total 🤣🤣🤣🤣🤣 kasihan!!!!!