
"Jadi suami kak Rani itu pimpinan kita ?" tanya Aulia saat mereka sudah ada di ruangan. Aulia kembali kedepan jahitannya yang belum selesai. Sedangkan Rani duduk di bangku kebesarannya.
" Ya begitulah!" jawab Rani seadanya. Tidak ada yang ia tutupi sama sekali .
" Apa karyawan sini pada tahu siapa kakak sebenarnya?"
" Ya tahulah ... kan pernikahan kami juga tidak pernah disembunyikan. Kami juga sering keluar bersama saat kakak punya waktu senggang," jawab Rani .
" Kok Aul baru tahu ya ?"
" Memangnya sudah berapa lama kamu disini Aul ?"
" Baru tiga hari sih," jawab Aulia dengan malu .
" Lah itu tahu , kamu aja disini baru tiga hari ."
" Betul juga , kenapa Aul jadi Lolita gini ."
" Mana saya tahu ... lebih baik sekarang kamu lanjutkan jahitan kamu . Jika sudah kita akan keluar untuk mencari bahan yang akan kita pakai untuk membuat gaun yang telah saya rancang . "
" Sebenarnya untuk apa sih kak gaun itu sepertinya penting amat deh ."
" gaun itu sebenarnya pesanan seseorang yang sangat penting . Dan perusahaan kita dituntut untuk merancang sekaligus memproduksinya dalam jangka waktu tertentu. Bukan hanya gaun ini saja tetapi ada lima pakaian lagi yang harus kita buat ."
" Memangnya siapa sih kak mereka ?"
" Klien penting perusahaan ini ."
Setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan mereka. Ternyata pekerjaan Aulia selesai sebelum dhuhur. Kemudian Rani mengajaknya untuk mencari kain yang lain .
Rani mengajak Aulia ke toko Niagara , toko kain terbesar di daerah itu . Mereka dapat memilih segala jenis kain yang mereka inginkan.
Selesai berbelanja , Rani mengajak Aulia berjalan-jalan di sekitar Malioboro. Tentu saja Aulia sangat senang . Apalagi dia belum pernah jalan-jalan ke sana .
" Kamu pernah kesini A ?"
" Belum pernah."
" Bagaimana dengan Bali ?"
" Sudah saat liburan di waktu SMA."
" Wow keren dong ."
" Emangnya kak Rani belum pernah ke Bali ?"
" Kalau kakak ma ... sudah hafal sama Bali A la wong keluarga kakak ada yang tinggal disana ."
" Enak dong bisa sering liburan."
" Dulu sih sering tapi semenjak ikut suami bisa di hitung sama jari ."
__ADS_1
" Kok gitu ?"
" Mau bagaimana lagi ... Toni harus menggantikan posisi ayahnya di perusahaan. Jadi dia jarang punya waktu buat liburan ," jawab Rani sekenanya."
" Kak gimana kalau kita makan dulu... lapar nih ."
" Kyu lah kakak juga udah lapar ."
Mereka mencari tempat makan terdekat yang berada di sekitar mereka. Rumah makan sederhana tetapi jangan tanya yang makan bejibun . Rani dan Aulia antri untuk mendapatkannya.
Saat antri tiba-tiba ada pemandangan yang membuat perutnya serasa diaduk . Aulia langsung keluar dari antrian dan berlari keluar . Hal itu membuat orang-orang yang melihatnya penasaran. Begitupun dengan Rani . Kemudian Rani mengikuti Aulia yang ternyata mencari toilet umum terdekat .
Aulia menumpahkan semua isi perutnya. hal itu membuat Rani khawatir dengan keadaannya. Dengan telaten Rani memijat tengkuk Aulia . Setelah selesai, dia membawa Aulia ke mobilnya. Kemudian memberikan minyak angin yang selalu ia bawa kemanapun.
" Ini balurkan ke tubuh kamu ," kata Rani sambil mengulurkan minyak angin itu pada Aulia .
" Terimakasih kak !"
" Sama-sama... sekarang kakak antri lagi ya _"
" Jangan kak!"
" Kok gitu ? "
" Cari tempat lain aja .Nanti Aul cerita deh ."
" Ya udah di sekitar sini atau dimana ?"
Mereka pun tak jadi makan ditempat itu . Mereka melanjutkan perjalannya kembali . Aulia meminta berhenti di restoran terdekat .
Ternyata Rani memperhatikan mobilnya di depan restoran prasmanan yang sudah terkenal dimana-mana. Tempat makan yang sudah menjadi langganan Rani .
Disini pelanggan bisa mengambil makanan sesuai seleranya . Dengan porsi yang di inginkan . Setelah itu barulah membayarnya ke kasir . Jika sudah membayar , pelanggan bisa mencari tempat duduk dan menyantap makanan yang ia pilih .
Aulia mengambil sedikit nasi , telur balado , tumis kangkung,dan cumi asam pedas. Sedangkan Rani mengambil ayam krispi, sayur pakis , perkedel, sambal dan cumi asam pedas.
Mereka memakan makanan mere dengan lahap. Ternyata mereka sungguh lapar . Setelah makan mereka menyempatkan waktunya untuk menunaikan sholat dhuhur di masjid .
Saat dia melipat mukena yang telah ia pakai ada seseorang yang menyapanya. Seorang wanita paruh baya yang memiliki kecantikan yang membuat orang melihatnya tak bisa bosan.
" Assalamualaikum."
" Wa alaikum salam warahmatulloh," jawab Aulia dengan agak bingung.
" Maaf jika mengganggu, tetapi ada yang ingin saya pastikan. Boleh bicara sebentar!"
" Boleh. .. ada apa ya Bu ?" Aulia menghentikan tindakannya dan mulai fokus pada ibu itu.
" Apa adek ini bisa melihat gadis itu ," tunjuk wanita itu pada gadis yang berada di teras masjid , yang entah sedang apa disana.
" Iya Bu saya melihatnya. Apa dia putri ibu ?"
__ADS_1
Bukanya menjawab wanita itu malah tersenyum lembut pada Aulia . Kemudian mengambil kedua tangan Auliya untuk ia genggam . Tentu saja hal itu membuat Aulia kaget . Dia ingin melepaskan tangannya dari genggaman wanita itu . Tetapi kata-kata yang ia ucapkan membuat dia mengurungkan niatnya.
" Saya tahu kamu bisa melihat makhluk halus . Saya hanya ingin melihat sesuatu di tanganmu , maaf jika lancang menggenggamnya," ucap wanita itu sebelum memejamkan matanya dan entah apa yang ia baca . Tetapi wanita itu nampak komat-kamit mulutnya.
Tiba-tiba tangan kanannya terasa panas . Tetapi wanita itu dengan kuat menggenggam tangannya sehingga ia tidak bisa melepaskan. Rani yang sedari tadi menunggu di depan kembali ke dalam . Dia penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Aulia.
Rani terbengong di tempat begitu tiba didalam . Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tetapi dia merasa Aulia sedang kesakitan tetapi kenapa ?
Tak lama kemudian wanita itu membuka matanya dan kembali tersenyum. Dia melepas kedua tangan yang menggenggam tangan Rani .
" Sekarang lihatlah di telapak tangan kanan mu !" ucap wanita itu dengan serius .
Aulia menurutinya. Dia begitu terkejut saat di telapak tangan kanannya tiba-tiba muncul sebuah lafadz Alloh hu Muhammad yang tiba-tiba memunculkan sinar .
Aulia mengalihkan pandangannya untuk menatap wanita yang kini menatapnya dengan penuh arti .
" Apa maksudnya ini Bu ?"
" Ibu tahu kamu salah satu yang terpilih. Gunakanlah kekuatan yang kamu miliki untuk membantu yang membutuhkan," ucap wanita itu membuat Aulia tambah bingung . Apa sih sebenarnya yang ia omongkan?
" Maksudnya apa sih Bu ?"
" Kamu bisa melihat makhluk halus kan ?"
" Kok ibu bisa tahu ."
" Bukankah kamu juga bisa melihat gadis kecil tadi ?"
" Jadi maksud ibu gadis itu _"
" Seperti yang kamu simpulkan. Dia bukan manusia seperti kita ."
" Dan maksud yang ada di tangan ini ?"
" Sebenarnya itu sudah ada disana , ibu hanya memperlihatkannya padamu . Lafadz akan hilang sebentar lagi tetapi akan muncul saat engkau butuhkan."
Aulia menatap wanita itu dengan bingung. Sedangkan wanita itu hanya tersenyum melihatnya.
" Tidak perlu bingung , biasa saja biarkan semua mengalir seperti biasanya. Tetapi jika kamu butuh sesuatu atau bantuan bisa mencari ibu di sini , "ucap wanita itu dengan lembut.
" Kalau boleh tahu nama ibu siapa ?"
" Nama ibu Aisya ."
" Perkenalkan Bu nama saya Aulia dan itu yang berdiri disana atasan saya namanya Rani."
" Maharani ."
" Kok ibu tahu ?"
" cuman asal tebak. Sekarang kamu boleh pergi ... kasian atasanmu menunggu dari tadi ."
__ADS_1
" Iya Bu terimakasih."