Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Dia tidak boleh berada di perusahaan kita


__ADS_3

" Apa yang sebenarnya terjadi lif ? " tanya tuan Musthofa setelah selesai makan malam .


" Untuk sementara gudang akan ditutup oleh pihak polisi....."


Alif menceritakan semua kejadian yang terjadi siang tadi tanpa terlewatkan sedikitpun. Mustofa, Arfan dan juga Siska shock mendengar itu semua. Tidak menyangka jika akan ada kejadian hal seperti itu di perusahaannya.


" Tapi yang lain tidak kan lif ?"


" sepertinya tidak pa . Gudang itu akan diperiksa oleh pihak polisi sekaligus akan dijadikan tempat untuk gelar perkara."


" Bagaimana bisa kalian menemukan mayat gadis tersebut sekaligus membongkar kejahatan tono ?"


" Berkat Aulia , pa ."


" Aulia ?"


" Kamu jangan dekat-dekat dengannya sayang . Mama tidak ingin kamu dekat dengan si Aul itu !" pinta Siska saat mendengar bahwa nama Aul . Bahkan dia belum mendengar ucapan apa yang sudah dilakukan oleh Aulia.

__ADS_1


" Sabar ma ... saya dekat dengan Aul hanya sebatas hubungan kerja tidak lebih . Mama juga tidak perlu khawatir, Aul sangat menjaga jarak dengan Alif . Bahkan jika Alif tidak memanggilnya atau berkata padanya dia juga tidak akan berkata pada Alif ," kata Alif menjelaskan.


" Memangnya ada apa dengan Aul ?" tanya Musthofa bingung. Dia setiap hari bertemu dengan Aulia . Meskipun belum berkomunikasi secara langsung .


Menurutnya aul sangat sopan . Pakaian yang ia kenakan juga tidak pernah melanggar peraturan. Seperti yang sudah dikatakan dengan sang putra , Aulia tidak terlalu dekat dengannya.


" Papa tidak tahu saja ... setelah mama menyelidiki gadis itu , mama bisa simpulkan jika gadis itu terobsesi dengan putra kita ," jawab Siska dengan menggebu.


" Masak ? tapi papa lihat dia normal-normal saja . Tidak terlihat raut memuja saat berhadapan dengan Alif ." Musthofa masih bingung dengan penjelasan Siska .


" Apa ?!!! tidak bisa dibiarkan kalau begitu . Mulai besok dia tidak boleh lagi magang di perusahaan kita . Papa tidak mau perusahaan kita di masuki gadis seperti itu ," kata Musthofa tanpa mau diganggu gugat .


" Mana nomer telpon gadis itu ?"


" Papa mau apa ?" tanya Alif khawatir. Begitupun dengan Arfan , dia merasa semua ini berkat ucapannya kepada sang mama yang menjelek-jelekkan Aulia.


" Papa _"

__ADS_1


" Sudahlah papa tidak mau dengar apapun lagi tentangnya. Papa tidak suka dengan gadis seperti itu . Apa kalian tahu ... sahabat papa berakhir bunuh diri karena ulah gadis seperti aul ," ucap Musthofa yang mengingat mendiang sahabatnya sekaligus cinta pertama nya .


Sahabat Musthofa itu melakukan bunuh diri karena tidak kuat dengan bullying yang ia alami oleh wanita yang mengejarnya. Wanita itu membully sahabatnya karena dekat dengannya.


" Bagaimana dengan magangnya pa ?"


" Kita bisa pindahkan ke perusahaan lain saja . Yang penting bukan perusahaan kita ."


" Apa kita tidak keterlaluan pa ?"


" Biarkan saja ... tapi yang jelas papa tidak akan biarkan wanita seperti itu ada di perusahaan kita titik . Sekarang mana nomer telponnya?"


" Tapi pa _" Alif masih berusaha untuk tidak memindahkan Aulia dari perusahaannya. Tetapi keputusan tuan Musthofa tidak bisa diganggu gugat . Dengan terpaksa Alif memberi nomer telponnya pada sang papa.


Arfan merasa bersalah. Ini semua berawal darinya. Dia tidak menyangka jika perbuatannya bisa berdampak seperti ini .


Setelah mendapat nomer Aulia . Musthofa menelpon Aulia . Dia berkata bahwa mulai besok Aulia tidak perlu masuk lagi kedalam perusahaannya. Untuk masalah magang dia akan bicara langsung dengan dosen Aulia .

__ADS_1


__ADS_2