Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Selesainya urusan hantu pembawa dokumen


__ADS_3

Hari Senin bagi sebagian orang adalah hari sibuk . Bagaimana tidak setelah berlibur satu hari mereka kembali menjalankan kesibukan kembali. Begitupun dengan Aulia. Dia juga sudah bersiap untuk memulai kesibukan. Dengan memakai kemeja putih dengan celana hitam panjang dia keluar dari kamarnya.


" Sudah siap ternyata... mama baru saja ingin melihat ke kamar, " kata Lily saat berpapasan dengan Aulia di dekat tangga yang ada di lantai dua . Lily sudah berpakaian rapi untuk berangkat kerja .


" Alhamdulillah ...Aul tadi nggak tidur lagi setelah sholat subuh," jawab Aulia sambil menggandeng tangan mamanya menuju ruang makan .


Rangga sudah siap dengan segelas kopi di depannya Disampingnya ada dua potong sandwich sebagai teman minum kopi . Dia memang sudah biasa sarapan seperti ini sejak di luar negeri. Walaupun di depannya sudah ada nasi goreng yang sudah tersaji di atas meja.


" Selamat pagi , pa !" sapa Aulia sambil mencium kedua pipi papanya.


" Selamat pagi , sayang ," ucap Rangga dengan tersenyum.


" Sudah siap memulai tugas hari ini ?" tanya Rangga dengan menatap putrinya dengan penuh kasih sayang.


" Siap nggak siap harus siap dong pa ," jawab Aulia sambil mengisi piringnya dengan nasi goreng yang tersedia.


" Pa pa tidak makan nasi goreng?"


" Pa pa sarapan ini aja cukup," jawab Rangga .


" Widih kayak tinggal di luar negeri aja pa ," sindir Aulia .


" La ... kan papa memang sering tinggal di luar negri," jawab Rangga santai.


" Oke deh ... Aul makan ini dulu , Bismillahirrahmanirrahim... selamat makan ," ucap Aulia sebelum memasukkan makanannya kedalam mulut.


" Ehm ....enak banget loh , sayang banget papa sama mama nggak mau sarapan pakai nasi goreng ini , " ujar Aulia. Dia kembali memasukkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.


" Ehm .... yummy... !"


Aulia makan sambil menggoda kedua orang tuanya. Hingga akhirnya baik Rangga dan Lily ikut mengisi piring yang ada di depan mereka dengan nasi goreng. Aulia menahan tawa, saat rencananya berhasil .


" Kamu benar sayang ... nasi gorengnya enak banget !" ucap Rangga setelah merasakan satu suapan. Lily membenarkan ucapan Rangga dengan mengangguk.


Akhirnya nasi goreng yang disiapkan oleh Bu Yem habis tak bersisa.


" Alhamdulillah.... kenyang juga . Aul berangkat dulu ya mam ...pa !"


" Hati-hati dijalan....kalau bawa motornya nggak boleh ngebut ," pesan Rangga .


" Ok ....Bu.... bekal sudah siap kan ," teriak Aulia.


" Nggak usah teriak gitu dong sayang . Lebih baik kamu hampiri beliau di belakang," ujar Lily mengingatkan.


" Aul lupa ," cengir Aulia langsung berjalan ke dapur. Ternyata Bu Yem sudah keluar dari dapur dengan bekal yang sudah dipersiapkan untuk Aulia .

__ADS_1


" Sudah non ... ini bekalnya!" kata Bu Yem sambil menyerahkannya pada Aulia. Dengan senang Aulia menerimanya.


" Terimakasih Bu ... Aul berangkat dulu , assalamualaikum!"


" Wa alaikum salam warahmatulloh!"


Setelah berpamitan, Aulia keluar dari rumah . Dia mengambil motor yang sudah dipersiapkan oleh pak Dadang .


Dengan hati-hati Aulia mengendarai motornya ke perusahaan. Aulia tiba berbarengan dengan alif dan juga Andre . Keduanya tak menyangka jika Aulia membawa motor sendiri .


" Selamat pagi pak Alif ... mas Andre ," sapa Aulia saat mereka melewatinya. Alif hanya mengangguk sedangkan Andre menjawabnya sambil tersenyum.


" Selamat pagi juga Aul... tumben nih bawa motor sendiri ?" tanya Andre yang sudah berjalan di samping Aulia , sedangkan Alif berjalan di depan mereka.


" Biar praktis mas ," jawab Aulia santai .


" Praktis apanya?" tanya Andre dengan dahi mengkerut, begitupun dengan orang yang bejalan di depan mereka.


" Ya kali tiap mau ketemu klien atau pergi ke pabrik mesti pesen ojol dulu , mending bawa motor sendiri," bisik Aulia agar tidak di dengar Alif .


" Kalau saja mas bawa motor _"


" Memangnya kalau mas bawa motor mau bawa bos sama saya sekalian gitu ?"


" Nggak usah dibayangkan kalau mas ... !"


" Kalian mau terus ngobrol kayak gitu ," hardik Alif yang sudah menghentikan langkahnya dan menatap Andre maupun Alif bergantian.


" Eh ... sorry pak bos!" ucap Aulia sambil menunduk .


" Ngapain malah berhenti ?"


" Lah ...pak bos juga berhenti ."


" ..."


Alif membalik tubuhnya dan kembali berjalan . Sepertinya sia-sia marahin Aulia ada saja jawabannya. Dari pada emosi sendiri mending ditinggal.


Mereka berhenti di depan lift yang masih tertutup. Mereka menunggu dalam diam .


" Selamat pagi Aul ," sapa hantu pembawa dokumen .


Sekarang hantu itu nampak berubah dan tidak lagi m membawa dokumen di tangannya. Aulia menoleh dengan dahi mengkerut. Tapi dia tidak berani bersuara. Meskipun begitu Andre yang berdiri di sampingnya jadi penasaran.


" Ada apa ?" tanya Andre dengan lirih .

__ADS_1


" Tidak ada apa-apa kok mas ," bisik Aulia .


Ting !


Lift pun terbuka . Mereka memasuki lift yang ternyata kosong. Hantu itu ikut masuk juga kedalam lift . Wajah hantu itu nampak cerah . Sepertinya sudah tidak ada lagi beban yang ia rasakan.


Ting !


Alif keluar terlebih dahulu di ikuti Andre dan juga Aulia. Tanpa mengucapkan satu kata di langsung memasuki ruangannya. Andre berpamitan pada Aulia terlebih dahulu sebelum mengikutinya.


" Mas masuk dulu , ya !"


" Oke ...mas . Selamat bekerja!"


Setelah Andre masuk Aulia meletakkan tas di kursi dan pergi ke pantry. Dia membuat dua cangkir kopi seperti biasa untuk Andre dan juga Alif .


" Ada apa ?" bisik Aulia pada hantu yang sedari tadi mengikutinya.


" Saya mau berterimakasih sekaligus berpamitan. Sudah saatnya saya pergi dari dunia ini ," jawab hantu itu .


" Apa urusanmu sudah selesai ?"


" Sudah ... direktur itu sudah mendapatkan hukumannya."


" Syukurlah kalau begitu ."


" Sekali lagi terimakasih Aul ," ucap hantu itu sebelum hilang dari pandangan matanya.


Aulia membawa dua cangkir ke ruangan. Tetapi sebelum itu dia mengetuk pintu terlebih dahulu .


Tok tok tok tok


" Masuk !"


" Selamat pagi pak ... silahkan kopinya," ujar Aulia dengan sopan .


" Taruh saja di meja ." bukan Alif yang menjawab melainkan Andre .


" Kalau begitu _"


" Tunggu sebentar," ucap Alif . Dia memberikan berkas kepada Aulia .


" Silahkan kau pelajari berkas ini . "


" Baik pak !"

__ADS_1


__ADS_2