Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Kembali ke rumah


__ADS_3

Sesampainya dirumah ternyata orang tuanya belum pulang . Hanya ada Bu Yem dan juga Fitri. Dan jangan lupakan Nadia , yang juga masih tinggal di rumahnya. Entah apa yang membuat Nadia kerasan di rumahnya.


" Wah akhirnya kamu pulang juga . Kok nggak ngajakin aku sih , kan aku juga pengen gitu ke luar kota ," oceh Nadia sambil bibir mengerucut .


" Kan kamu bisa kesana sendiri?" Aulia bingung mendengar ucapan Nadia .


" Ya nggak asyik lah ... nanti aku jadi hantu tersesat dan nggak bisa pulang lagi ."


" Maaf deh kalau begitu , gimana keadaan ibumu ?" tanya Aulia dengan perhatian. Tiba-tiba Nadia yang tadinya cemberut berubah sendu . Cepat banget deh berubahnya .


" Ibuku sudah sembuh ."


" Bukankah kamu seharusnya senang tetapi kok malah tambah lesu gitu ?"


" Kamu tahu tidak sekarang ibuku tinggal sama siapa ?"


" Boro-boro tau ... ibumu saja aku belum kenal ."


" Betul juga sih , kamu tahu nggak sekarang ibuku kembali tinggal di rumah majikannya. "


" Bagus dong .... jadi sekarang ibumu ada temannya. Bukankah kamu bilang ibumu tinggal sendirian."


" Iya sih ... tapi aku nggak leluasa aja kalau ibu kembali kesana . Kan aku jadi males ketemu sama ibu ."


" Memangnya kenapa?"


" ..."


" Jangan bilang _"


" Apa ?"


" Majikan ibumu itu ... sekaligus rumah orang yang membuatmu melakukan bunuh diri ," tebak Aulia yang ternyata benar .


" Kok kamu bisa menebak seperti itu ?"


" Asal aja ... apalagi coba yang membuatmu bersikap seperti itu jika tidak bersangkutan dengan cowok itu ."


" Kamu benar ... aku belum sanggup untuk melihatnya lagi . Meskipun akhirnya aku melihatnya saat dia mengambil ibu aku . Tetapi aku belum siap jika harus melihatnya


bermesraan bersama sang istri di depan mataku. Aku belum sanggup ," ujar Nadia yang sudah meneteskan air matanya. Ternyata hantu bisa nangis juga . Pengen rasanya tertawa tetapi nggak enak juga sama Nadia .


" Jangan sedih gitu dong . Kok kayak aku nyakitin kamu ."

__ADS_1


" Hua hu hu hu hu hu hu"


Bukannya berhenti tetapi tangisan Nadia malah makin keras . Tidak ingin mengganggu Nadia , dia merebahkan dirinya diatas ranjang . Tak lama kemudian dengkuran halus menyapa gendang telinga Nadia . Membuatnya tidak jadi menangis lagi .


" Dasar putri bar-bar... bukanya nenangin orang yang lagi nangis malah ditinggal tidur . Nasib ...nasib !" gumam Nadia sambil menyusul Aulia yang sudah tertidur nyenyak. Memangnya hantu juga tidur ?


Di sebuah kamar yang mewah , sesosok pemuda tampan nampak seperti orang tidak waras . Sedikit -sedikit menyunggingkan senyum yang biasanya sangat irit ia keluarkan. Andai saja sang asisten melihatnya seperti ini , entah apa yang akan ia lakukan.


Sudah sejak tadi dia tiba di kediaman orang tuanya. Setelah sebelumnya mengantar Bramasta ke apartemen . Kemudian dia dan juga Rani langsung menuju kediaman orang tua yang sudah ditinggalkan oleh kedua adik kakak ini .


Saat ini kedua orang tua mereka selain tinggal bersama pembantu juga tinggal bersama keponakan dari mamanya .


Tok tok tok tok


" Kak Al dipanggil Tante buat makan malam bareng !" teriak seorang gadis dibalik pintu kamarnya .


" Iya sebentar... kamu duluan saja !"


" jangan lama-lama!"


" Iya berisik amat sih ni bocah ," decak Alvian dengan muka tertekuk . karena kesenangannya harus berakhir.


" Nggak bisa lihat orang seneng kali ya ," gerutu Alvian sambil ke luar dari kamarnya.


" Ada apa sayang kok kayaknya kesal begitu ?" tanya sang mama dengan lembut .


Sedangkan yang lainnya hanya melihat tanpa berniat menyapa , sebab jika sudah seperti hanya bisa berbicara dengan angin . Karena tidak akan direspon sama sekali . Lain dengan sang mama , dia akan menjawab apapun dikala sang mama mengeluarkan suaranya.


Meskipun papanya sekalipun . Dia sampai pernah meragukan DNA nya ... apa mungkin tertukar ? ada-ada saja !!!


" Nggak cuma lagi sebel sama seseorang yang gangguin Alvian ," jawab Alvian datar .


glek !!!


Sepupu Alvian sekarang merasa buku kuduknya merinding. Entah kenapa dia merasa seseorang itu adalah dirinya .


" Jangan marah sama alis , kan tadi mama yang menyuruhnya memanggil Al ."


" Sama saja !"


" Sudah ... kita makan dulu . Keburu dingin nanti makanannya," ucap Rani sambil mengisi piringnya dengan lauk kesukaannya. Dia sudah lapar ... malas banget kalau harus dengar perdebatan yang yang tak bermutu menurutnya.


Kedua orangtuanya sangat bangga dengan sang putri . Dia tidak melihat putrinya terpuruk . Bahkan terlihat lebih semangat . Padahal Toni sangat ia cintai .

__ADS_1


Akhirnya mereka menikmati makanan malam dengan hening . Hanya ada suara dentingan piring dan sendok yang saling bersahutan.


" Rencananya berapa lama tinggal disini?" tanya papa saat mete bersantai sehabis makan .


" Nunggu visa Aul selesai. Setelah itu barulah Al kembali ke Prancis."


" Aul... siapa dia ?" tanya mama penasaran. Alis melihat telinga Alvian yang memerah jiwa jahilnya muncul .


" Cie cie kak Al blushing.... pasti Aul itu cewek kak Al tan ," teriak alis dengan heboh . Rani sampai mengetuk dahinya. Sedangkan Alvian bukanya membantah malah wajahnya ikut merah .


" Sepertinya anak mama akan segera nyusul kak Bram nih ," goda mama .


" Bukan kekasih Al ma . Kami aja masih baru bertemu ."


" Kak Al ma nggak seru !"


" Kalau begitu siapa dong Aul ?" mama makin penasaran dengan sosok gadis , yang bisa membuat putranya yang tidak suka berdekatan dengan cewek bisa salah tingkah seperti itu .


" Dia asisten baru Rani sekaligus mahasiswa kesayangan kak Bram ." Bukan Alvian yang menjawab melainkan Rani .


" Loh ... kamu juga kenal dengannya Ran ?"


" Ya kenal dong ma ... kalau bukan karena gadis ini mungkin Rani sudah disekap oleh Toni . Mama tahu demi Rani, A hampir saja dipenjara karena membuat Toni dan antek-anteknya terkapar sampai kerumah sakit ," jawab Rani .


" A ?"


" Rani lebih suka panggil A ... jadi nggak ribet ."


" Memangnya dia nggak marah kak ?"


" Ya nggak lah , bukankah kakak bosnya ."


" Alis jadi penasaran sama gadis itu ."


" Jangan jahil seperti loh , Lis ! " peringat Alvian dengan menatap tajam sepupunya itu .


" Ye elah kak , alis pengen nguji calon istri kakak nggak masalah kan . Biar lebih afdhol gitu ... Seperti kak Bram dulu ," jawab alis dengan tersenyum jahil .


" Kalau kak Rani boleh beri saran nih ya ... kalau seandainya nanti kamu bertemu sama A ... nggak usah jahil deh . Bisa-bisa kamu nanti kena karma ," celetuk Rani yang turut memberi peringatan.


" A.... alis jadi nggak sabar ketemu sama cewek itu !"


" Ingat jangan macam-macam!!!"

__ADS_1


__ADS_2