Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Andre tinggal di apartemen Alvian


__ADS_3

Aulia mendengarkan cerita Maureen dengan seksama . Bahkan dirinya sampai duduk di bawah . Begitupun dengan Alvian dan Andre .


Alvian bisa ikut melihat dan mendengar Maureen. Karena Aulia berada di tengah antara Andre dan alvian . Keduanya memegang tangan Aulia .


Aulia sampai meneteskan airmata saat Maureen bercerita . Ternyata tidak hanya dirinya yang mencintai seseorang sampai segitu bodohnya.


Dengan lembut Alvian menghapus air matanya. Andre yang melihat hal tersebut sadar jika sang sahabat mencintai asisten pribadinya.


" Sekarang apa yang kamu inginkan?" tanya Aulia begitu Maureen selesai bercerita.


" Bisakah aku terus mengikutinya?" ucap Maureen sambil menunjuk ke arah Andre .


" Hei ... " Andre baru saja mau memarahi Maureen sudah dipotong oleh Aulia .


" Nggak boleh begitu . Bukankah kamu cinta sama Andre . Jika kamu terus mengikutinya maka kondisinya lama-lama akan memburuk . Apakah kamu suka melihat Andre sakit ?" tanya Aulia dengan lembut .


" Bukankah itu bagus. Jadi kita bisa bersama selamanya," jawab Maureen dengan mata berbinar.


" Enak saja ... siapa yang mau mati . Kalaupun aku mati ... aku juga tidak pengen jadi hantu gentayangan. Enak saja kalau ngomong."


Maureen langsung menundukkan kepalanya. Ucapan Andre ada benarnya. Siapa sih yang ingin menjadi hantu penasaran?


Aulia faham dengan apa yang dirasakan oleh Maureen. Jadi dengan lembut dia menasehatinya.


" Yang dikatakan andre ada benarnya. Ya kalau kalian berjodoh . Kalau tidak ... Meskipun Andre meninggal , bukan berarti kalian akan bisa bersatu ," ucap Aulia dengan lembut.


" Bagaimana kalau kami menjebloskan mereka ke penjara ?"

__ADS_1


" Apa kamu mau membantuku?"


" Tentu saja kami bertiga akan membantu ."


Andre baru saja mau membantah tetapi Aulia sudah memelototinya. Jadi mulutnya langsung kicep .


" Sekarang?"


" Tidak ... sekarang kami harus istirahat. Lain waktu kami akan membantu ."


Bukan Andre maupun Aulia yang menjawab . Tetapi Alvian lah yang mengucapkan kata-kata itu .


Maureen mengangguk. lagian orang yang sudah melecehkannya sedang tidak ada ditempat. Bagaimana dia tahu ?


Maureen setiap hari memang mengikuti Andre . Tetapi dia juga mengawasi pelaku itu . Sayangnya dia tidak bisa membalas secara langsung .


" Kalau begitu kami pergi dulu ."


" oke !"


" Jangan mengikuti ku ," ucap Andre dengan garang .


" Nggak janji ," ucap Maureen dengan lirih .


Mendengar jawaban Maureen Andre memutuskan untuk tinggal sementara di apartemen Alvian . Meskipun harus di ruang tamu dia tidak masalah.


Alvian tidak masalah dengan hal itu . Jadi dia tidak hanya tinggal berdua dengan Aulia .

__ADS_1


Mereka tidak langsung kembali ke apartemen.. Melainkan kembali ke supermarket untuk berbelanja.


Pertama Aul pergi ke tempat sayur . Alvian dan Andre mengikutinya dari belakang. Jika dilihat, Aulia sudah seperti diikuti oleh orang bodyguard.


" Mau beli sayur apa Aul ?"


" Aul mau selada , timun , wortel, cabe, sama buncis ."


" Kok banyak amat ?"


" Ya nggak papa dong kak . Jadi sewaktu-waktu Aul lapar nggak usah bingung ke supermarket lagi ," jawab Aulia enteng .


" Terserah deh ."


Kedua pria itu terus mengikuti Aulia dari belakang. Hingga semua belanjaannya dibayar . Setelah itu mereka membeli makanan di sekitar situ. Dari pada harus repot memasak nantinya .


" Kalian benar-benar mau membantu hantu penasaran itu ?" tanya Andre di sela-sela makannya.


" Kita sudah berjanji maka kita harus menepatinya. Apakah kamu ingin selalu diikutinya?"


" Amit amit ... serem tahu . Kalian nggak tahu aja sudah tiga hari pundak aku serasa berat . Ndak tahunya ..."


" Apa tadi kamu juga sudah melihatnya Aul ?"


" Sudah ... kaget banget loh . Aku kira tadi ia pacarnya."


" Semoga saja masalahnya segera selesai. Apalagi tugas kita Minggu ini padat banget ."

__ADS_1


" Amin ."


__ADS_2