Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
ucapan terimakasih Arini


__ADS_3

" ugh ... ngantuk banget sih ." gerutu Aulia saat jam ponselnya berdering di pagi hari . Bukan suara telpon tetapi suara alarm yang ia setel semalam . Dia takut tidak bisa bangun pagi mengingat semalam tidur di waktu malam dan nadanya lelah banget .


Di ambilnya ponsel yang tidak mau berhenti . Terlihat pukul lima kurang seperempat. Dilepaskannya selimut yang membalut tubuhnya dan bangun .


Setelah sholat subuh Aulia membersihan kontrakannya. Dia akan merapikan seperti sebelumnya. Sebelum ia kembali ke rumahnya.


Ting tong " assalamualaikum ada tamu !'


Suara bel yang berbunyi membuat perhatiannya teralihkan. Dia melihat jam yang terpasang di dinding . Ternyata sudah jam tujuh pagi . Lama juga ternyata dia bersih-bersih.


Aulia menaruh sapu dan juga kemoceng yang tadi ia bawa . Kemudian menghampiri orang yang membunyikan bel rumah .


Ceklek!!!


Nampak Arini yang sudah berdiri di depannya dengan tersenyum manis .


" Assalamualaikum..." sapa Arini tanpa melunturkan senyumannya .


" Wa alaikum salam warahmatulloh.. Alhamdulillah sudah baikan Rin?"


" Alhamdulillah... sudah baikan, Bolehkah aku masuk ?"


" Tentu saja , Ayuk !"


Aulia membawa Rini ke ruang tamu .


" Ada apa pagi-pagi sudah kesini ?"


" Mau berterimakasih... karena bukan karena mu mungkin aku ...."


" Tidak usah dilanjutkan. Alhamdulillah... Alloh memberi kekuatan untuk menolong mu . Sebab kalau aku sendiri ma tidak mungkin bisa ," jawab aulia dengan merendah.


" Apapun itu terimakasih. Kalau boleh tahu sebenarnya apa yang merasuki ku kemarin ?" tanya Arini penasaran. Mendengar cerita dari saudaranya tentang kehebatan Aulia membuatnya ingin bertanya langsung dengan Aulia . Untuk itulah pagi-pagi dia sudah bertamu ke rumah Aulia .


" Sebenarnya kalau boleh jujur , saya tidak tahu apa makhluk itu . Tetapi saya bisa melihatnya dengan jelas . Saya juga berkelahi dengan mereka . Oh iya ... ada satu yang saya kenal !"


" Apaan ?"

__ADS_1


" Pocong ... dia sudah bersama Arin sejak kemarin pagi ."


" Pocong? kemarin pagi ? maksudnya apa ?"


" Sebenarnya sejak kita bertemu di warung kemarin , ada pocong yang berjalan disamping Arin ." Aulia mulai bercerita . Mendengar ucapan Aulia , Arini protes


" Kok nggak bilang dari kemarin ?"


" Memangnya Arin percaya ?"tanya Aulia yang membuat Arini bimbang . Sebab dirinya juga bingung mau percaya apa tidak.


" Ya ... setidaknya kan Aul bilang sama Arin gitu ."


" Betul juga sih . Tetapi sebenarnya kemarin , Aul memang pingin bercerita tetapi waktunya kurang tepat . Selain itu kemarin kan bukan hanya dengan Arin tetapi juga dengan kak Rani . Nggak enak juga ."


" Iya sih ... kalau aku jadi kamu , aku juga nggak akan bilang. Terus sekarang apa mereka masih ada ?"


" Kemarin semuanya sudah terbakar dan hilang tak berbekas. Tetapi saya juga tidak tahu apa pengirimnya akan mengirimkan kembali makhluk seperti itu !"


" Maksudnya?"


" Siapa ?"


" Mana saya tahu Rin . Apa Arin selama ini ada musuh atau siapa yang berselisih dengan Arin baru-baru ini ?"


" Kalau musuh sih , saya rasa nggak punya sih . Lagian siapa yang suka punya musuh . Tetapi Arin memang baru-baru ini berselisih dengan salah satu mantan mantan kekasih tunangan saya . Dia ngotot buat Arin pisah sama mas Yudha ."


" Terus tanggapan Yudha gimana ?"


" Katanya sih mereka sudah pisah sejak lama . Mereka pisah karena cewek itu ketahuan kumpul kebo bareng sahabatnya. Sejak saat itu mas Yudha putus dengan sahabat dan cewek itu .Tetapi ternyata dia sekarang pengen balik lagi sama mas Yudha. Mas Yudha nggak mau lah , terus dia mulai nyuruh Arin buat jauhhin mas Yudha," jawab Arin .


" Kita nggak boleh berprasangka buruk sih ... tetapi berjaga-jaga aja . Apa semalam Arin diberi sesuatu sama orang yang semalam . Atau amalan apa gitu ?"


" Nggak tahu sih ... kan ibu yang ngobrol sama beliau . Apa Aul mempunyai sesuatu agar tidak ada makhluk seperti itu lagi nantinya ?"


" Kalau menurut Aul sih ... sholatnya jangan sampai bolong , kalau bisa sih di tambah sama sholat Sunnah nya. Apalagi tahajud. Terus banyak-banyak sholawat. Selain itu Aul belum faham . Tetapi Aul punya seseorang yang bisa Arin tanya . Apa Arin mau kesana ?"


" Dimana?"

__ADS_1


" Aul punya alamatnya tetapi belum pernah kesana . Apa Arin mau diantar?"


" Boleh ...kapan ?"


" Hari ini ... setelah ini sebab , Aul sudah harus kembali ke Jakarta."


" Kok balik ke Jakarta?"


" Iya ada masalah ... jadi Aul mesti balik ke Jakarta. "


" Sama mbak Rani juga ?"


" Ya begitulah, katanya sih hari ini kami ke Jakarta."


" Ya sudah kalau begitu . Arin siap-siap dulu ."


" oke ...Aul juga !"


Setelah Arini pergi Aulia berniat untuk mandi tetapi ternyata ada Rani . Dia mengajak Aul untuk segera bersiap sebab pesawatnya akan berangkat jam sepuluh pagi .Mereka akan sarapan di perjalanan.


Aul bilang untuk mengantar Arin dahulu ke rumah Bu Aisya dan Rani setuju .


Aulia membawa kopernya ke depan. Semua barang-barangnya sudah ia masukkan semuanya . Dia akan pergi ke rumah Arin terlebih untuk berpamitan sekaligus menjemput Arin .


Ternyata saat Arin keluar , Rani berserta kedua saudaranya berjalan ke arahnya. Mereka sudah siap dengan barang mereka masing-masing.


" Sudah siap A ?"


" Sudah kak . kakak mau kemana ?"


" Mau kemana lagi ... ya mau jemput kamu lah sekalian mau pamit sama ibu Arin ."


" Sama kalau begitu ."


" Ya udah ... buruan gih !"


" Sip !"

__ADS_1


__ADS_2