Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Tertangkapnya para tersangka kasus Maureen


__ADS_3

Maureen membawa mereka ke gudang yang ada di belakang gedung . Suasana cukup sunyi sebab sudah tengah malam . Semua sudah banyak yang pulang . Apalagi di area belakang.


" Disini ?" tanya Aulia yang dijawab dengan anggukan.


" Dia ada disini . Tolong panggilkan bagian keamanan," pinta Aulia pada Alvian .


Tanpa menunggu untuk diperintah dua kali Alvian menelpon bagian keamanan.


Aulia mencoba membuka pintu gudang . Ternyata di kunci dari dalam . Namun dengan bantuan Maureen pintu itu terbuka dengan sendirinya.


Mereka dapat mendengar suara tangis wanita . Dengan cepat Aulia berjalan ke sumber suara .


" Tolong.... jangan .... tolong ..." teriak wanita yang menjadi korban kebejatan lelaki itu . Bukan hanya satu lelaki namun ada tiga lelaki yang bersamanya.


" Brengsek !"


Tanpa ba bi bu lagi Aulia langsung memberikan tendangan pada lelaki yang sudah mengungkung gadis itu . Untung senjata lelaki itu belum masuk kedalam bagian inti di wanita .


bug !


" Dasar sialan siapa yang mengganggu kesenangan ku ," pekik orang itu .


" Dasar lelaki binatang !" desis Aulia tanpa melihat lelaki yang sudah setengah telanjang . Dia menatap kedua lelaki yang masih berpakaian lengkap .


" Astaghfirullah... ternyata kalian !" Pekik Alvian yang baru datang .


" Tuan Alvian ..."


" Saya tidak menyangka jika kalian bisa melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini ."


deg deg deg


" Urus saja wanita itu Aul , biar ketiga pria ini menjadi urusan ku dan Andre ."


" Baik kak !"

__ADS_1


Meskipun harus melihat hal yang seharusnya tidak ia lihat. Aulia segera membantu gadis itu yang sudah telanjang bulat . Rani pun turut membantunya. Setelah itu kedua wanita itu membawa korban keluar dari dalam gudang .


Petugas keamanan yang dipanggil oleh Alvian juga sudah datang . Jadi ketiga lelaki itu tidak bisa berkutik lagi . Mereka dibawa pos penjagaan sebelum polisi tiba .


" Alhamdulillah... akhirnya beres juga ."


Aulia memandang mobil yang membawa para tersangka pergi dari hadapannya. Bukan hanya dia namun ada Alvian, Andre serta Rani .


Jika Aulia masih berdiri di tempat . Tidak dengan ketiga orang lainya . Mereka langsung berjalan ke arah mobil . Mereka pikir Aulia turut dengan mereka ternyata salah . Kehadiran Maureen menghentikannya.


" Terimakasih."


" Maureen?"


Maureen datang dengan wajah yang bersinar. Senyum lembut juga ia berikan pada Aulia .


" Sekali lagi terimakasih atas bantuannya Aul . Saya tidak bisa membalas dengan apapun . Namun aku berdoa, semoga kebahagiaan selalu menyertaimu," ucap Maureen dengan tulus . Aulia terharu mendengarnya.


" Terimakasih."


" Ha ?"


" Selamat tinggal cantik ."


Maureen langsung hilang dari pandangannya . Sedangkan Aulia masih terpaku ditempat. Dia meresapi ucapan Maureen yang menggelitik telinganya.


" Bengong aja !"


" Eh kak Al ."


" Kenapa?"


" Apanya yang kenapa?"


" Kenapa bengong aja ?"

__ADS_1


" Tadi ada Maureen. Dia berpamitan padaku."


" Oh ... Kita pulang sekarang. Kirain tadi ikutan ke mobil . Tidak taunya malah bengong disini .


" Ya maaf ."


" Ngapain minta maaf , lebih kita segera ke mobil . Kak Rani sudah menunggu disana .'


" Terus om sama Tante ?"


" Mereka sudah sedari tadi ke hotel ."


Mereka berbincang sambil berjalan . Sesampainya di mobil , Aul langsung duduk dibelakang disamping kak Rani . Sedangkan Alvian berada di depan disamping Andre .


" Kamu tadi kemana saja ... Kok nggak ada disamping aku . "


" Nggak kemana-mana kok . Ada di tempat yang tadi ."


" Astaghfirullah... kirain tadi ikutan ke mobil."


" Sebenarnya sih udah mau ikut. Tetapi Maureen mendatangiku. Nggak jadi deh ."


" Sekarang kemana tuh Maureen?"


" Sudah hilang ."


" Hilang kemana ?"


" Ya mana saya tahu ."


" Kirain kamu tahu ."


" Nggak tahu lah Kak."


Selama perjalanan mereka tidak henti bercerita .

__ADS_1


__ADS_2