
Maureen membawa mereka ke gudang yang ada di belakang gedung . Suasana cukup sunyi sebab sudah tengah malam . Semua sudah banyak yang pulang . Apalagi di area belakang.
" Disini ?" tanya Aulia yang dijawab dengan anggukan.
" Dia ada disini . Tolong panggilkan bagian keamanan," pinta Aulia pada Alvian .
Tanpa menunggu untuk diperintah dua kali Alvian menelpon bagian keamanan.
Aulia mencoba membuka pintu gudang . Ternyata di kunci dari dalam . Namun dengan bantuan Maureen pintu itu terbuka dengan sendirinya.
Mereka dapat mendengar suara tangis wanita . Dengan cepat Aulia berjalan ke sumber suara .
" Tolong.... jangan .... tolong ..." teriak wanita yang menjadi korban kebejatan lelaki itu . Bukan hanya satu lelaki namun ada tiga lelaki yang bersamanya.
" Brengsek !"
Tanpa ba bi bu lagi Aulia langsung memberikan tendangan pada lelaki yang sudah mengungkung gadis itu . Untung senjata lelaki itu belum masuk kedalam bagian inti di wanita .
bug !
" Dasar sialan siapa yang mengganggu kesenangan ku ," pekik orang itu .
" Dasar lelaki binatang !" desis Aulia tanpa melihat lelaki yang sudah setengah telanjang . Dia menatap kedua lelaki yang masih berpakaian lengkap .
" Astaghfirullah... ternyata kalian !" Pekik Alvian yang baru datang .
" Tuan Alvian ..."
" Saya tidak menyangka jika kalian bisa melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini ."
deg deg deg
" Urus saja wanita itu Aul , biar ketiga pria ini menjadi urusan ku dan Andre ."
" Baik kak !"
__ADS_1
Meskipun harus melihat hal yang seharusnya tidak ia lihat. Aulia segera membantu gadis itu yang sudah telanjang bulat . Rani pun turut membantunya. Setelah itu kedua wanita itu membawa korban keluar dari dalam gudang .
Petugas keamanan yang dipanggil oleh Alvian juga sudah datang . Jadi ketiga lelaki itu tidak bisa berkutik lagi . Mereka dibawa pos penjagaan sebelum polisi tiba .
" Alhamdulillah... akhirnya beres juga ."
Aulia memandang mobil yang membawa para tersangka pergi dari hadapannya. Bukan hanya dia namun ada Alvian, Andre serta Rani .
Jika Aulia masih berdiri di tempat . Tidak dengan ketiga orang lainya . Mereka langsung berjalan ke arah mobil . Mereka pikir Aulia turut dengan mereka ternyata salah . Kehadiran Maureen menghentikannya.
" Terimakasih."
" Maureen?"
Maureen datang dengan wajah yang bersinar. Senyum lembut juga ia berikan pada Aulia .
" Sekali lagi terimakasih atas bantuannya Aul . Saya tidak bisa membalas dengan apapun . Namun aku berdoa, semoga kebahagiaan selalu menyertaimu," ucap Maureen dengan tulus . Aulia terharu mendengarnya.
" Terimakasih."
" Ha ?"
" Selamat tinggal cantik ."
Maureen langsung hilang dari pandangannya . Sedangkan Aulia masih terpaku ditempat. Dia meresapi ucapan Maureen yang menggelitik telinganya.
" Bengong aja !"
" Eh kak Al ."
" Kenapa?"
" Apanya yang kenapa?"
" Kenapa bengong aja ?"
__ADS_1
" Tadi ada Maureen. Dia berpamitan padaku."
" Oh ... Kita pulang sekarang. Kirain tadi ikutan ke mobil . Tidak taunya malah bengong disini .
" Ya maaf ."
" Ngapain minta maaf , lebih kita segera ke mobil . Kak Rani sudah menunggu disana .'
" Terus om sama Tante ?"
" Mereka sudah sedari tadi ke hotel ."
Mereka berbincang sambil berjalan . Sesampainya di mobil , Aul langsung duduk dibelakang disamping kak Rani . Sedangkan Alvian berada di depan disamping Andre .
" Kamu tadi kemana saja ... Kok nggak ada disamping aku . "
" Nggak kemana-mana kok . Ada di tempat yang tadi ."
" Astaghfirullah... kirain tadi ikutan ke mobil."
" Sebenarnya sih udah mau ikut. Tetapi Maureen mendatangiku. Nggak jadi deh ."
" Sekarang kemana tuh Maureen?"
" Sudah hilang ."
" Hilang kemana ?"
" Ya mana saya tahu ."
" Kirain kamu tahu ."
" Nggak tahu lah Kak."
Selama perjalanan mereka tidak henti bercerita .
__ADS_1