
Waktu istirahat tiba . Diana merapikan semua pekerjaan di mejanya. Kemudian mengambil tas dan mengajak Aulia ke kantin .
" Ke kantin yuk !"
" Emang udah istirahat kak ?" tanya Aul dengan agak bingung. Bahkan Alif sang CEO belum keluar dari ruangannya.
" Sudah.... kita punya waktu satu jam setengah untuk makan sholat . Yuk !"
" Kakak duluan saja deh . Aul bawa bekal kok . Sekarang Aul pengen sholat dulu . Dimana tempatnya, kak ?" tanya Aulia.
" Di lantai tujuh sini juga ada kok . Ada di ruangan sebelum toilet," jawab Diana sambil menunjuk ke ujung .
" Ada mukenanya kak ?"
" Beres... semua tersedia. Tapi kalau kamu bawa mukena sendiri juga nggak masalah."
" Terimakasih ya kak ," ucap Aulia sambil tersenyum.
" Sama-sama... kakak ke kantin dulu ya , lapar !"
" Oke!"
Aulia mengambil tasnya dan menuju musholla yang ada di lantai tujuh . Sebelum itu dia pergi ke toilet terlebih dahulu untuk bersuci dan wudhu. Di toilet banyak sekali penampakan yang ia lihat . Mulai dari yang wajahnya cantik , sampai yang luka parah . Entah apa yang sedang mereka lakukan dengan berkumpul di tempat ini.
Bagaimana Aulia tahu bahwa si cantik juga hantu ? karena pantulan wajah mereka tidak ada di cermin . Aulia berjalan tanpa menghiraukan mereka. Dia berlagak tidak bisa melihatnya.
Sebenarnya Aulia awalnya cukup frustasi melihat penampakan yang beraneka ragam rupa dan bentuk . Tetapi dia berupaya untuk tidak takut kepada mereka dan bersikap biasa saja . Apalagi adanya Nadia yang kadang mengusir hantu yang ingin mengganggunya. Entah sekarang dia berada di mana . Mungkin masih ada di kampus ngintip cowok di toilet ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤.
Setelah selesai sholat Aulia kembali ke kursinya. Dia mengambil bekal yang tadi sudah dipersiapkan oleh Bu Yem . Ada sayur asam , udang krispi , bakwan jagung dan tak lupa potongan buah . Bu Yem juga meletakkan satu minuman kotak rasa kacang hijau .
" Bu Yem emang the best.... tahu aja makanan yang aku inginkan. Bismillahirrahmanirrahim."
Aulia memakan bekal yang ia bawa santai . Meskipun sebenarnya ada yang kurang yaitu sambal . Mungkin Bu Yem lupa kali menaruhnya.
Hantu wanita yang tadi bertemu di lift mendatanginya. Sekarang ditangannya tidak ada lagi tumpukan dokumen yang ia bawa .
Hantu itu duduk di samping Aulia , yakni tempat duduk Diana . Tetapi dia tidak mengganggu Aulia yang sedang makan . Dia hanya memandangi Aulia secara intens. Membuat Aulia tidak nyaman .
" Lihatnya biasa aja kali neng . Jadi merinding aku !" ucap Aulia dengan lirih .
" Sorry... habisnya penasaran kenapa Lo bisa lihat gua .Hampir lima tahun gua jadi hantu tapi belum pernah ada yang bisa lihat gua , " ujar hantu wanita itu sambil mengingat hari kematiannya.
Aulia tetap memakan bekalnya dengan tenang. Alif yang sudah melaksanakan sholat dhuhur keluar dari ruangannya. Sedangkan Andre sudah keluar sedari tadi saat Aulia di mushola. Alif tidak menyangka akan melihat Aulia yang sedang makan bekal . Biasanya cewek seperti Aulia malas membawa bekal.
" Saya mau cari makan siang . Nanti kalau ada yang mencari saya , suruh saja untuk menunggu !" ucap Alif , membuat Aulia tersedak .
" uhk uhk uhk..."
Alif dengan tanggap membuka botol minum yang ada di atas meja dan memberikannya pada Aulia .
__ADS_1
" Minum dulu ...!" titah Alif dengan menyodorkan air minum yang telah ia buka . Aulia langsung menerimanya dengan senang hati .
" Terimakasih, Pak."
" Lain kali kalau makan nggak usah fokus begitu . Ada orang lewat saja sampai nggak sadar ," sindir Alif sambil mengingatkan.
" He he he maaf pak, makanannya enak sih . Jadi fokus deh !" ucap Aulia malu sampai wajahnya memerah. Membuat Alif jadi gemas . Entah ... menurutnya Aulia nampak lebih cantik saat merona seperti itu . Eh !
" Ehm ... saya keluar sekarang ," ucap Alif dengan terburu-buru.
" Silahkan pak !" jawab Aulia dengan senyum.
Alif pun meninggalkan tempat itu dengan cepat . Aulia kembali ingin memakan bekalnya yang tinggal sedikit . Baru juga akan menyuapkan kedalam mulut dia meletakkannya kembali . Dia melihat hantu wanita itu terdiam sambil menatap kearah tempat dimana Alif tadi berdiri.Entah apa yang membuatnya seperti itu.
" Ngapain bengong ?"
" Lo tahu nggak ... gua suka sama bos Alif sejak pertama kali bertemu."
" Memangnya sudah berapa lama kamu bekerja disini ?" tanya Aulia dengan berbisik .
" Lupa !"
" Kok bisa ?" tanya Aulia. Sedangkan hantu itu hanya menggeleng.
" Sekarang Lo cerita apa yang membuat mu meninggal?"
" Seingat gua ... ada pengkhianat di perusahaan. Waktu itu , gua tidak sengaja melihat salah satu direktur di perusahaan ini yang menjual data perusahaan ke perusahaan lain. Tapi gua kepergok dan dia membunuh gua."
" Nggak ... kebetulan waktu itu ada dokumen yang ketinggalan. Jadi malam-malam gua kembali ke perusahaan. Saat itulah gua ngelihat transaksi antara orang itu dan rival perusahaan."
" Lo langsung dibunuh ?"
" Iya ."
" Dengan cara apa dia membunuh ?"
" Mereka melemparkan gua dari lantai enam."
" Sekarang orang itu dimana ?"
" Masih ada di sini ."
" Memangnya nggak ada yang tahu kalau dia yang membunuh ?"
" Nggak ada . Malah gua disangka bunuh diri ."
" Kok bisa ?"
" Kebetulan gua baru putus dari pacar . Mungkin itulah yang membuat orang berkesimpulan kalau gua mati bunuh diri ."
" Nggak bisa dibiarkan ini ma. Memangnya dia siapa ?"
__ADS_1
" Direktur pemasaran."
" What !!" pekik Aulia dengan suara tinggi dan itu membuat seseorang yang baru saja tiba langsung marah .
" Ngapain teriak-teriak ini bukan hutan !"
Alif yang baru saja makan siang harus dikagetkan dengan teriakan Aulia yang nyaring . Di langsung menatap Aulia tajam .
" Maaf pak .... saya kaget ," kata Aulia mencoba membela diri .
" Kaget ... kaget emangnya tadi kamu ngapain ?..... tidur ?"
" Bapak tau aja ."
" Tapi tadi saya lihat kamu bukan tidur ?"
" Eh .... bapak lihat saya ?"
" Ya iya lah ."
" Waduh ... apa yang bapak lihat ?"
" Menurutmu ?" tanya Alif sambil memicingkan matanya.
" Bapak pasti lihat saya ngoceh ya pak ... saya kalau tidur emang suka begitu mengigau pak . Jadi saya mohon kalau bapak Memeng lihat saya tadi jangan bilang siapa-siapa ya pak ?"
" Kenapa ?"
" Ya malu la pak !"
" Terus sama saya nggak malu ?"
" Ya malu lah pak ... kalau bisa nih , Aul pengen ngilang biar nggak dilihat Ama bapak ."
" Aduh ... lain kali jangan tidur lagi , ngerti !"
" Siap dimengerti !"
" Lanjutkan tugasmu !"
" Oke boss!"
Alif melangkah menuju ruangannya. Barulah Aulia mengelus dadanya yang hampir meledak. Emang bom kali meledak 💥💥💥.
" Lo pergi dulu deh . Kalau orang lihat gua bicara sendiri bisa di anggap gila ."
" Sorry dan terimakasih... semoga Lo mau bantu gua mengungkapkan misteri kematian gua."
" Iya .... tapi sebelumnya siapa nama Lo!"
" Diandra!"
__ADS_1
" Oke!"