Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Penyesalan Musthofa


__ADS_3

Aulia sudah siap untuk berangkat bekerja. Sebenarnya masih terlalu pagi untuk berangkat, tetapi dia masih harus membeli sarapan terlebih dahulu.


" Bade bidal to, nduk ?" ( mau berangkat nak ?) tanya wanita paruh baya yang ia kenal sebagai pemilik kontrakan sekaligus ibu dari Arini . Namanya ibu Yanti .


" Iya bu ," jawab Aulia dengan sopan .


" Tasih Injing lo nduk ."( masih pagi Lo nak .)


" Oh... sebenarnya Aul masih mau cari sarapan dulu bu ," jawab Aulia .


" Oalah... Yo wes ati-ati neng dalam ."


" Ya Bu terimakasih... assalamualaikum."


" Wa alaikum salam warahmatulloh."


Setelah berpamitan pada ibu Yanti , Aulia segera berangkat. Aulia berjalan santai karena memang tempat ia kerja tidak jauh dari kontrakannya.


Aulia berhenti di warung penjual nasi pecel . Setelah memesan , dia langsung mencari tempat untuk duduk .


Sedangkan di tempat lain Musthofa merasa menyesal telah memberhentikan Aulia dengan tidak hormat. Dia telah menyelidiki semuanya dan apa yang telah dikatakan oleh Arfan semuanya benar .


Musthofa menghampiri sang putra di ruangannya. Terlihat Merlin sedang serius dengan pekerjaannya. Dia sangat puas dengan Merlin meskipun ada yang membuatnya panas . Dia tidak menyangka Merlin memakai pakaian yang sangat seksi menurutnya.


" Ehm "


" Eh .. paman Musthofa. Ada yang bisa saya bantu paman ?" tanya Merlin dengan sopan .


" Apakah putraku ada di dalam ?"


" Ada paman , sedari tadi beliau belum keluar dari ruangannya."


" Terimakasih... kalau begitu saya masuk dahulu ," ucap Musthofa sambil berjalan . Dia mengetuk ruangan Alif terlebih dahulu .

__ADS_1


Tok tok tok


Ceklek


Andre membukakan pintu dari dalam . Saat melihat kedatangan Musthofa dia membungkukkan badannya sebentar.


" Silahkan masuk tuan ," kata Andre dengan sopan.


Tanpa berbasa-basi Musthofa langsung masuk. Terlihat Alif masih fokus dengan pekerjaannya. Bahkan dia belum sadar sang papa sudah ada di depannya.


" Apa papa mengganggu, Lif ?" tanya Musthofa yang membuat perhatian Alif terganggu. Alif langsung menatap sang papa yang duduk di hadapannya.


" Loh sejak kapan papa disini ?"


" Sejak tadi ...papa lihat kamu sibuk sekali ."


" Begitulah pa ... Alif harus bekerja ekstra selama gudang masih ditutup ," jawab Alif seadanya.


" Oh .... apakah ada kesulitan?"


" ..."


" Apa ada yang ingin papa sampaikan pada Alif ?"


" Papa hanya ingin minta maaf atas keputusan papa yang terlalu gegabah ."


" Tidak masalah pa ... nasi sudah menjadi bubur , mau menyesal pun tidak ada gunanya."


" Apakah kamu masih marah sama papa ?"


" Alif tidak marah pa ... Alif hanya kecewa . Bahkan Alif belum memberikan hadiah atau kontribusinya tetapi dia telah pergi ."


" Bukankah kamu bisa menyusulnya ke rumah nya ?"

__ADS_1


" Andai dia masih ada dirumahnya. Sayangnya dia telah pergi ," jawab dengan lesu .


" Memangnya dia pergi kemana?"


" Mana Alif tahu . Alif cuma bertemu dengan satpam rumahnya saja saat kesana ."


" Mungkin dia sudah mendapatkan tempat yang lain untuk magang ."


" Bisa jadi "


" Kalau begitu papa keluar dulu . Papa masih ada urusan dengan paman Raka,"


" Silahkan."


Setelah kepergian Musthofa, Alif kembali fokus dengan pekerjaannya. Tak lama Kemudian Merlin datang membawa berkas yang harus ia tandatangani.


Tok tok tok


Dengan tanggap Andre membukakan pintu. Ternyata Merlin membawa setumpuk dokumen di tangannya.


" Maaf tuan ... ini berkas yang perlu anda tandatangani," ucap Merlin dengan sopan.


Tanpa banyak kata Alif mengambil berkas itu dan memeriksanya sebelum memberikan tanda tangan . Melihat Merlin yang masih berdiri di tempatnya membuat Alif menatapnya.


" Ada apa ?"


" Ha ?"


" Kenapa kamu masih ada di sini ?"


" Saya menunggu berkas tersebut tuan."


" Tidak perlu , jika nanti berkas ini sudah aku tanda tangani baru aku berikan padamu."

__ADS_1


" Baik tuan ... kalau begitu saya undur diri."


__ADS_2