
Hari ini setelah sholat subuh Aulia kembali tidur. Dia ingin menikmati waktunya dengan bermalas-malasan. Tetapi dia tidak tahu jika orang tuanya telah datang sejak semalam . Dan kini mereka menunggu putri kesayangannya itu di meja makan .
" Kok Aul nggak bangun-bangun ya pa ," tanya Lily kepada Rangga .
" Papa mana tahu ma . Dari pada bingung mending kita lihat dia di kamarnya," jawab Rangga sambil memberi usul.
" Papa benar ... kok mama bisa Ndak kepikiran," ucap Lily sembari berdiri dari duduknya. Dia dengan semangat berjalan ke kamar Aulia .
Rangga mengikutinya dari belakang . Dia juga sudah kangen dengan putri semata wayangnya itu . Beruntung pintunya tidak dikunci , jadi keduanya bisa langsung masuk kedalam kamar.
Terlihat Aulia masih bergumul dalam selimut . Lily dan Rangga mendekati ranjang . Dengan lembut Lily mengelus kepala Aulia agar putrinya itu terbangun .
" Aul ... bangun sayang ," kata Lily dengan lembut .
" Ehm ....."
" Bangun dong udah siang nih !" bujuk Lily sambil terus mengusap kepala putrinya dengan sayang . Sedangkan berjalan ke arah jendela dan membuka tirainya agar cahaya matahari bisa masuk kedalam kamar . Rangga juga membuka balkon .
__ADS_1
Aulia yang merasa mendengar suara mamanya berusaha untuk membuka matanya. Samar-samar dia bisa melihat siluet mamanya . Dengan manja Aulia memeluk perut Lily membuat Lily terkekeh .
" Putri mama kok belum bangun sih , tumben . Kata bibi ... Aul sudah sering bangun subuh ?"
" Sehabis sholat subuh tadi , Aul kembali tidur ma mumpung libur , " jawab Aulia yang masih memeluk Lily dengan erat .
" Bagaimana Kalau hari ini kita jalan-jalan," kata Lily mengutarakan keinginannya.
" Memangnya mama tiba di rumah jam berapa sih . Apa nggak capek ?"
" Mama semalam tiba di rumah jam sebelas. Kalau tanya capek ya capek lah . Tetapi mama pengen liburan bareng-bareng," ujar Lily dengan semangat.
" Papa ikutan dong . Masak mau ditinggal," jawab Rangga yang sudah berbaring di samping Aulia . Bahkan dia memeluk Aulia dari samping .
" Katanya mau ikut, kok malah ikutan tidur ?"
" Papa masih ngantuk ma .... jalan-jalannya nanti saja . Papa masih pengen meluk putri papa ," jawab Rangga yang sudah memejamkan matanya.
__ADS_1
Aulia tentu saja senang . Dia sudah lama sekali menunggu momen seperti ini . Jadi dia mengeratkan pelukannya pada sang papa . Tak lama kemudian sepasang papa dan anak itu kembali terlelap. Lily yang melihat hal itu tersenyum. Seperti halnya Aulia sebenarnya Lily juga merasakan hal sama dengan Aulia .
Setelah memastikan Rangga dan Aulia terlelap , Lily ternyata ikut naik keatas ranjang . Untung ranjangnya luas jadi muat untuk tiga orang dewasa . Tak lama kemudian Lily ikut terlelap bersama keduanya.
Nadia yang baru datang langsung terbengong menatap mereka . Ada rasa hangat yang ia rasakan setelah sekian lama hilang .
Nadia pun keluar dari kamar dan mencari keberadaan Fitri . Dia suka sekali menggangu Fitri yang sedang bekerja. Pembantu Aulia yang masih muda .
Fitri sedang mencuci pakaian di ruang cuci . Sambil menunggu mesin cuci dia bergoyang menurut irama dari musik yang ia putar. Beberapa kali dia meliukkan badannya. Membuat Nadia cekikikan .
Bu Yem sudah hafal dengan kelakuan keponakannya. Sudah berkali-kali pula dia memberi peringatan tetapi tidak ia gubris. Apalagi Aulia membiarkan kelakuan gadis itu.
" Gua kerjain aja nih anak . Pasti seru !" gumam Nadia sambil cekikikan.
Nadia berjalan ke tempat dimana hp Fitri berada . Karena Fitri memang memutar musik dari ponselnya. Nadia mematikan musik itu dan Fitri pun menghentikan goyangannya.
" Kok udah mati sih ... baterai nya kan masih penuh ," gumam Fitri sambil berjalan kearah ponselnya.
__ADS_1
" Loh ... kok bisa mati ya ," gumam Fitri bingung . Kemudian dia menghidupkan kembali musik itu , dan sekali lagi Nadia mematikannya . Fitri jadi merinding , apalagi saat Nadia mengangkat ponsel itu .
" A.......hantu !"