Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Kamu melihatku ?


__ADS_3

" Kenapa reaksimu seperti itu saat ketemu sama Aulia ?" tanya Alif menatap adiknya dengan pandangan menyelidik .


" Lihatnya nggak usah gitu juga kali ," jawab Arfan dengan agak kikuk . Apalagi Alif menatapnya tanpa kedip .


" Jangan bilang , dia itu memang kekasih kamu ?"


" Idih ... siapa juga yang suka gadis seperti itu . Bukan tipe Arfan banget ," ujar Arfan bergidik. Alif jadi mengernyitkan dahinya. Menurut Alif , Aulia nampak cantik . Eh ....?


" Ya udah ... Abang cuman mau bilang lain jangan di biasakan masuk seenaknya seperti tadi ," ucap Alif dengan tegas .


" Ok ... bos!"


Setelah mendapatkan persetujuan dari Alif , Arfan langsung keluar dari ruangan itu . Dia melihat Aulia yang sedang serius memperhatikan Diana . Dengan dingin Arfan berjalan melewati mereka tanpa menegur sama sekali .


" Dasar cakep-cakep kayak triplek," gerutu Diana begitu Arfan jauh dari mereka .


" Triplek ?"


" Iya datar ."


" ha ha ha ha ha Bu Diana bisa saja . Emang ibu kenal dia ?"


" Nggak usah panggil ibu , panggil mbak saja . Lagian umur kita nggak jauh-jauh amat kok ."


" Oke ."


" Dia manajer keuangan di perusahaan ini . Masih muda sih ... tapi kemampuannya jangan diragukan lagi ."


" Apa dia ada hubungan dengan pak Alif ?"


" Sepertinya sih bukan ."


" Oh ..."

__ADS_1


" Kenapa?"


" Nggak kenapa-napa sih ."


" Kirain apaan . Apa yang tadi mbak sampaikan ada yang belum kamu mengerti ?"


" Alhamdulillah sudah mengerti mbak ."


" Ha ?"


" Kenapa ?"


" Kamu yakin udah faham sama semua yang aku katakan tadi ?"


" Tentu ... ada masalah ?" tanya Aulia bingung


"Tidak . Sekarang tolong kamu foto kopi kan ini di lantai tiga ."


" Memangnya di lantai tujuh sini tidak ada ya mbak ?"


" oh ... Baik deh !"


Aulia membawa dokumen yang akan di foto kopi . Lalu berjalan ke arah lift . Setelah menunggu beberapa saat akhirnya lift pun terbuka . Aulia segera memasuki lift dan menekan tombol tiga . Lift pun berjalan , Aulia menyadari jika ternyata dia tidak sendiri di dalam lift itu . Ada sekarang wanita yang sedang membawa setumpuk dokumen. Entak akan dibawa kemana dokumen tersebut.


Suasana sangat sunyi . Aulia ingin menyapa, tetapi lift keburu berhenti . Dia pun menoleh ke arah wanita itu .


Deg !!!


Ternyata.... tidak sesuai yang ia bayangkan. Dia segera keluar dari lift tersebut . Wanita yang membawa dokumen tersebut merasa jika Aulia menyadari kehadirannya. Padahal selama ini tidak satu orang pun yang menyadari.


Wanita itu langsung keluar menembus lift yang tertutup. Dia mencari keberadaan Aulia. Dia ingin memastikan apa yang diperkirakan adalah benar .


" Ehm..." sapa wanita itu pada Aulia yang sibuk memfotokopi. Aulia melirik sekilas tanpa berniat menyapanya.

__ADS_1


" Apa kamu melihat ku ?"


" ..."


" Hei !"


" Bisa diem tidak ," gumam Aulia dengan lirih . Meskipun begitu wanita itu mendengarnya.


" Jadi kamu beneran bisa melihatku?"


" Tolong jangan ganggu gua dulu. Nanti orang kira gua gila ," ucap Aulia dengan lirih tanpa melihat ke arah wanita itu.


" Sorry.... akhirnya ada juga yang bisa melihat ku ," ucap wanita itu dengan senang .


" ..."


Karena dokumen selesai di fotokopi, Aulia segera meninggalkan tempat tersebut. Dia berjalan ke arah lift dengan diikuti wanita itu . Untung lift sedang sepi , jadi Aulia bisa leluasa berbicara dengan wanita itu .


" Kenapa mengikuti ku ?"


" Kan kamu yang bisa melihat dan mendengarkan aku , jadi aku mengikuti mu," jawab wanita itu santai .


" Sebenarnya apa yang membuatmu bergentayangan seperti ini ?" tanya Aulia penasaran.


" Ya mana saya tahu ... mungkin saja karena Kematian ku tidak wajar ," jawab wanita itu sendu .


" Memang kematian mu kenapa ?"


" Aku ..."


Ting !


" Nanti kita cerita lagi . Sekarang aku harus kembali ke pekerjaan ku ."

__ADS_1


" Oke !"


__ADS_2