Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Bertemu Andre


__ADS_3

Setelah Alvian dan juga Aulia masuk ruangan, Cristin pun kembali keruangan nya. Dia menghentakkan kakinya dengan kasar .


Karyawan lain yang melihatnya seperti itu bukannya kasihan malah senang. Sudah lama mereka tidak suka dengan perangai Cristin yang sewenang-wenang terhadap karyawan yang lain.


" Kamu kenapa?" tanya salah satu teman satu ruangannya.


" Bete!"


" Kenapa?"


" Kesempatan buat bicara saja pak Alvian makin sempit aja ," keluh Cristin dengan bahasa Prancis yang cukup kental.


" Memangnya kenapa?"


" Pak alvian tambah asisten lagi . Tadi dia bilang kalau ada urusan bisa bilang gadis itu atau Tomi . Kesel nggak tuh !"


" Memangnya asisten baru itu cewek ?"


" Ya begitulah," jawab Cristin dengan murung .


" Cantik tidak ?"


" Ya cantikan aku lah !" bantah Cristin tidak terima .


" Masak ?" goda sang teman .


" Kamu ma nggak asyik ."

__ADS_1


" Kamu memang cantik, tetapi kamu cukup sombong . Itu yang menjadi kekurangan mu."


" Sombong kalau ada modal ma nggak masalah."


" Memang apa modal yang kamu punya buat sombong ?"


" Aku kan cantik ."


" Cantik doang buat sombong ma nggak cukup ."


" Biarin ...Sudah lah balik sono ke kursi mu . Bisa-bisa kena pecat nanti ."


Cristin memang sangat cantik . Bahkan kecantikan tidak kalah dari para model yang ada di perusahaan itu .Dia juga mempunyai kemampuan dalam bidangnya. Hanya satu kekurangannya yaitu sombong .


Sedangkan Aulia dan Alvian sudah duduk di tempat masing-masing. Begitupun dengan Tomi . Alvian memberitahu apa saja yang perlu ia lakukan selama bekerja bersamanya.


Ternyata perusahaan mereka akan mengadakan acara fashion show yang akan diadakan satu Minggu lagi . Jadi perusahaan akan sangat sibuk mempersiapkannya.


Saat memasuki ruangan, Aulia cukup takjub dengan dekorasinya. Dia yang baru pertama kali melihatnya tentu saja terpesona.


" Bagaimana menurutmu?" tanya Alvian yang berada di sampingnya.


" Luar biasa," jawab Aulia tanpa melihat kearah Alvian .


" Kamu pasti sudah sering melihat acara seperti ini kan ?"


Aulia menggelengkan kepalanya karena dia memang tidak pernah mengikutinya. Daripada melihat acara seperti itu dia lebih suka mengikuti Arfan.

__ADS_1


" Beneran ?" tanya Alvian cukup kaget .


Karena yang ia tahu entah itu satu kali atau beberapa kali , tempat Aulia berkuliah sering mengajak mahasiswa design untuk melihat acara itu .


" Bener lah bos , ngapain juga bohong?"


" Lah ... kamu kuliah ngapain aja ?" tanya Alvian dengan bingung. Belum sempat Aulia jawab sudah ada yang menghampiri mereka.


" Lo udah balik Al ... kok nggak ngasih kabar gua . Kan gua bisa pesen sesuatu dari sana ," ucap seseorang yang menginterupsi percakapan Aulia dengan Alvian .


"Mau pesen apa memangnya?"


" Mau pesen sambel buatan bunda ," jawab Andre sambil cengengesan.


Tetapi dia dilihat dengan baik-baik ada yang aneh dengan Andre . Dia seperti menggendong seorang. Padahal dia berdiri sendiri.


" Dia siapa ?" tanya Andre begitu melihat Aulia .


" Asisten baru ."


" Bukankah sudah ada Tomi ?"


" Biar Tomi tidak terlalu capek ," jawab asal Alvian .


Andre pun bingung dengan jawaban asal Alvian . Dia menatap Aulia yang juga sedang menatapnya dengan dahi mengkerut . Jangan lupa ekspresinya.


Aulia memang menatap Andre . Lebih tepatnya sosok yang sedang ada di gendongannya. Sosok wanita yang berlumuran darah .

__ADS_1


Aulia masih belum sadar jika dia ditatap oleh kedua pemuda itu . Dia masih menatap kearah gadis di gendongan Andre tanpa takut sedikitpun.


" Ada apa Aul ?"


__ADS_2