
Setelah Alvian dan juga Aulia masuk ruangan, Cristin pun kembali keruangan nya. Dia menghentakkan kakinya dengan kasar .
Karyawan lain yang melihatnya seperti itu bukannya kasihan malah senang. Sudah lama mereka tidak suka dengan perangai Cristin yang sewenang-wenang terhadap karyawan yang lain.
" Kamu kenapa?" tanya salah satu teman satu ruangannya.
" Bete!"
" Kenapa?"
" Kesempatan buat bicara saja pak Alvian makin sempit aja ," keluh Cristin dengan bahasa Prancis yang cukup kental.
" Memangnya kenapa?"
" Pak alvian tambah asisten lagi . Tadi dia bilang kalau ada urusan bisa bilang gadis itu atau Tomi . Kesel nggak tuh !"
" Memangnya asisten baru itu cewek ?"
" Ya begitulah," jawab Cristin dengan murung .
" Cantik tidak ?"
" Ya cantikan aku lah !" bantah Cristin tidak terima .
" Masak ?" goda sang teman .
" Kamu ma nggak asyik ."
__ADS_1
" Kamu memang cantik, tetapi kamu cukup sombong . Itu yang menjadi kekurangan mu."
" Sombong kalau ada modal ma nggak masalah."
" Memang apa modal yang kamu punya buat sombong ?"
" Aku kan cantik ."
" Cantik doang buat sombong ma nggak cukup ."
" Biarin ...Sudah lah balik sono ke kursi mu . Bisa-bisa kena pecat nanti ."
Cristin memang sangat cantik . Bahkan kecantikan tidak kalah dari para model yang ada di perusahaan itu .Dia juga mempunyai kemampuan dalam bidangnya. Hanya satu kekurangannya yaitu sombong .
Sedangkan Aulia dan Alvian sudah duduk di tempat masing-masing. Begitupun dengan Tomi . Alvian memberitahu apa saja yang perlu ia lakukan selama bekerja bersamanya.
Ternyata perusahaan mereka akan mengadakan acara fashion show yang akan diadakan satu Minggu lagi . Jadi perusahaan akan sangat sibuk mempersiapkannya.
Saat memasuki ruangan, Aulia cukup takjub dengan dekorasinya. Dia yang baru pertama kali melihatnya tentu saja terpesona.
" Bagaimana menurutmu?" tanya Alvian yang berada di sampingnya.
" Luar biasa," jawab Aulia tanpa melihat kearah Alvian .
" Kamu pasti sudah sering melihat acara seperti ini kan ?"
Aulia menggelengkan kepalanya karena dia memang tidak pernah mengikutinya. Daripada melihat acara seperti itu dia lebih suka mengikuti Arfan.
__ADS_1
" Beneran ?" tanya Alvian cukup kaget .
Karena yang ia tahu entah itu satu kali atau beberapa kali , tempat Aulia berkuliah sering mengajak mahasiswa design untuk melihat acara itu .
" Bener lah bos , ngapain juga bohong?"
" Lah ... kamu kuliah ngapain aja ?" tanya Alvian dengan bingung. Belum sempat Aulia jawab sudah ada yang menghampiri mereka.
" Lo udah balik Al ... kok nggak ngasih kabar gua . Kan gua bisa pesen sesuatu dari sana ," ucap seseorang yang menginterupsi percakapan Aulia dengan Alvian .
"Mau pesen apa memangnya?"
" Mau pesen sambel buatan bunda ," jawab Andre sambil cengengesan.
Tetapi dia dilihat dengan baik-baik ada yang aneh dengan Andre . Dia seperti menggendong seorang. Padahal dia berdiri sendiri.
" Dia siapa ?" tanya Andre begitu melihat Aulia .
" Asisten baru ."
" Bukankah sudah ada Tomi ?"
" Biar Tomi tidak terlalu capek ," jawab asal Alvian .
Andre pun bingung dengan jawaban asal Alvian . Dia menatap Aulia yang juga sedang menatapnya dengan dahi mengkerut . Jangan lupa ekspresinya.
Aulia memang menatap Andre . Lebih tepatnya sosok yang sedang ada di gendongannya. Sosok wanita yang berlumuran darah .
__ADS_1
Aulia masih belum sadar jika dia ditatap oleh kedua pemuda itu . Dia masih menatap kearah gadis di gendongan Andre tanpa takut sedikitpun.
" Ada apa Aul ?"