Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Jangan coba merayu Arfan ataupun Alif !


__ADS_3

" Halo !"


" ...."


" Jadi benar direktur itu berkhianat?" tanya Alif sambil meremas kertas yang ada dihadapannya. Dia tidak menyangka jika apa yang diucapkan oleh Aulia benar .


" ..."


" Bagaimana gadis yang bernama putri ... apakah sudah ditemukan?"


" ..."


" Bawa dia ke tempat biasa ," jawab Alif .


Setelah itu Alif mematikan telpon secara sepihak. Dia memejamkan matanya yang mulai lelah . Setelah mendengar ucapan Aulia waktu itu , dia segera melakukan penyelidikan terhadap direktur pemasaran. Sekarang...baru tiga hari penyelidikan tetapi sudah mendapatkan hasil yang akurat. Dia dengan mudah bisa membawa direktur itu ke balik jeruji besi.


Tetapi yang menjadi pemikiran Alif adalah bagaimana Aulia bisa menebaknya. Padahal Aulia belum lama kerja di perusahaannya. Dan dia hanya melakukan magang .


Tak lama kemudian pintunya diketuk dari luar . Alif segera membuka matanya kembali dan menyuruh orang itu untuk masuk . Ternyata yang datang adalah mamanya bersama seorang wanita yang sudah ia kenal .


" Loh .... Mama kok kesini ?" tanya Alif , kaget .


" Memangnya tidak boleh ?"


" Ya boleh lah . Silahkan duduk dulu ma ." Alif mempersilahkan mamanya untuk duduk .


" Silahkan Cher!"


" Terimakasih... bang ," jawab Cherry sambil duduk disamping Siska. Mereka duduk di kursi yang ada di depan Alif .


Sebenarnya mereka ingin pergi belanja . Tetapi Cherry ingin mengajak Arfan bersama mereka. Untuk itulah mereka mampir ke perusahaan.


" Mama sudah bertemu papa ?"


" Belum , Mama langsung ke ruangan mu. Tapi kok tumben Andre tidak disini , begitupun dengan sekretaris mu ?"


" Mereka sedang melakukan penelitian pasar."

__ADS_1


" Lah kok bisa ... bukankah Dinda udah hamil besar , kamu tidak kasian dengannya," cerca Siska .


" Dinda sudah cuti sejak seminggu yang lalu . Ada sekretaris pengganti yang menggantikannya. Bukankah waktu itu Alif pernah membawanya ke rumah?"


" Kapan ?"


" Waktu Cherry bertandang ke rumah bersama orang tuanya itu ."


" Kok mama gak tahu ?"


" Alif mana tahu . Sekarang katakan pada Alif tujuan mama sebenarnya.Kan nggak mungkin banget jika cuma mau lihat Alif doang ."


" Kamu tahu saja . Mama mau izin buat membawa Arfan bersama mama ," kata Siska dengan tersenyum canggung. Dia tidak menyangka jika sang putra itu bisa menebaknya.


" Mama bisa langsung ke ruangan dia . Alif kan juga nggak tahu dia sekarang ada di ruangannya apa tidak ."


" Ya sudah kalau begitu . Apakah kamu mau ikut mama ?"


" Nggak deh ma . Alif masih banyak pekerjaan," jawab Alif dengan sopan .


Cherry hanya diam mendengarkan perbincangan sepasang ibu dan anak itu . Sejak dulu dia memang tidak dekat dengan Alif . Meskipun hampir setiap hari Cherry main ke rumah keluarga Musthofa.


Belum juga Andre mengetuk, pintunya sudah dibuka dari dalam . Andre memundurkan tubuhnya.


" Mau masuk Dre ?"


" Benar nyonya," jawab Andre dengan sopan .


Aulia yang baru saja membuka laptopnya untuk membuat laporan , mengalihkan pandangannya saat mendengar suara siska . Dia tidak menyangka bisa bertemu dengan pemilik butik langganannya.


Aulia berdiri dan menghampiri Siska dengan tersenyum. Siska yang melihat Aulia mendekat kearahnya terkejut .


" Aul ?"


" Iya Tante .... Bagaimana kabar Tante ? sudah lama ya kita tidak bertemu. Kok Tante bisa ada di sini ?" tanya Aulia panjang lebar . Membuat Cherry dan Andre saling lirik .


" Seharusnya Tante yang tanya sama kamu . Jangan bilang kamu menguntit Arfan ," tuduh Siska membuat Aulia bingung . Sedangkan Cherry sudah siaga satu .

__ADS_1


" Maaf ya Tante sebenarnya Aulia disini karena magang . Aku tidak pernah menguntit Arfan kok . Tapi ngomong-ngomong Tante kok kenal Arfan ?"


Pertanyaan Aulia membuat ketiga orang didepannya menatap Aulia dengan pikiran yang berbeda .


Sejak di beritahu Arfan tentang Aulia membuat Siska ill feel. Apalagi setelah dia menyelidikinya, ternyata semua yang dikatakan oleh Arfan benar . Dia sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan Aulia .


" Kan Tante Siska ma _"


" Karena Tante ingin bekerjasama dengan perusahaan ini ," potong Siska dengan cepat . Dia tidak ingin Aulia tahu jika Siska orang tua Arfan . Tapi Sepertinya hal itu sia-sia.


" Maaf Tante harus pergi . Perlu kamu tahu gadis ini tunangan Arfan , jadi Tante mohon agar kamu bisa menjaga sikapmu terhadap Arfan ," lanjut Siska sambil menunjuk ke arah Cherry.


Tentu saja Cherry tersenyum senang . Dia menatap Aulia dengan wajah pongah . Sedangkan Aulia malah tambah bingung . Andre melirik Aulia yang kebingungan. Jangankan Aulia... Andre pun bingung.


" Tenang saja Tante . Aul tahu diri kok ," jawab Aulia sambil meringis. Siska sebenarnya tidak enak melihat wajah Aulia yang seperti itu . Tetapi dia juga tidak ingin anak-anaknya terpikat dengan wanita yang sombong dan arogan seperti Aulia .


" Oh iya satu lagi . Tante tidak tahu kamu kesini dalam rangka apa . Tetapi Tante tekankan... jangan coba untuk merayu Arfan ataupun Alif !"


" Mama !" tegur Alif yang entah sudah sejak kapan berdiri di samping Siska . Dia melirik Aulia yang sudah berkaca-kaca. Dia tidak tahu apa yang membuat mamanya bersikap seperti itu .


Aulia kembali shock mendengar ucapan Alif . Jadi Tante Siska orang tua Arfan dan Alif . Pantas saja sikapnya berubah . Mungkin Arfan sudah mendengar sikapnya dulu dari Arfan . Dia tersenyum getir . Tapi dia tidak boleh lemah . Apalagi dia tidak pernah berniat untuk mengejar Arfan maupun Alif .


" Tante tenang saja . Aul janji tidak akan merayu pak Alif dan pak Arfan . Aul hanya ingin menyelesaikan magang Aul dengan baik . Permisi ! " ucap Aulia dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Dia langsung meninggalkan keempat orang yang masih diam setelah mendengar kata-kata Aulia .


Aulia berjalan ke arah toilet tanpa melihat kebelakang. Dia tidak ingin ada yang melihatnya menangis . Apalagi air matanya sudah tidak bisa ia bendung lagi . Dia tidak menyangka Tante yang biasanya selalu menyambutnya dengan ramah bisa mengucapkan kata-kata yang melukai hatinya .


Setelah masuk kedalam toilet, Aulia langsung menangis . Dia berjongkok sambil sesenggukan.


" Hei kamu kalau nangis kayak gini jelek tahu ," ucap Nadia yang sudah ada disampingnya. Dia memang tadi mengikuti Aulia . Entah kenapa dia tidak ingin meninggalkan Aulia . Bahkan dia juga mengikuti aulia saat riset pasar .


Aulia pun menghapus air matanya yang masih mengalir . Dia sungguh berterima kasih pada Nadia . Hantu tomboi ini mau menerima Aulia menjadi temanya .


" Terimakasih," bisik Aulia yang mulai tenang .


" Sama-sama... aku tidak menyangka bisa bertemu mamanya Arfan . Kamu sudah kenal sama beliau ?"


Aulia mengangguk. Dia tidak mungkin menjawabnya. Apalagi di toilet sebelah ada orang lain . Aulia merapikan penampilannya sebelum keluar dari toilet . Dia tidak ingin orang-orang tahu kalau dia habis menangis .

__ADS_1


Ceklek


" Pak Alif ?"


__ADS_2