
" Bagaimana bagus tidak ?" tanya Andre yang berjalan disisi Aulia .
Andre membanggakan hasil kerasnya mendesign roof top itu hingga nampak indah , dan membuat siapapun betah untuk berlama-lama disitu. Andre memang mendesign roof top itu sendirian atas perintah Alif .
" Bagus banget loh mas," puji Aulia dengan tulus .
" Ya iya lah ... asal kamu tahu saja, sekarang tempat ini menjadi favorit si bos saat lagi suntuk ," kata Andre membeberkan rahasia Alif.
" Cocok banget itu mah ," celetuk Aulia menyetujui pemikiran Alif .
Mereka berdua masih dengan santai berjalan sambil melihat sekitar. Tidak menyadari tatapan Alif yang tajam .
" Hei ... kalian berdua mau disitu sampai kapan!" teriak Alif menggelegar . Membuat Andre dan Aulia kaget dan mempercepat langkahnya.
" Iya iya..." jawab Aulia dengan lirih.
Aulia dan Andre mendekati Alif dan juga Cherry. Cherry sudah membuka makanan yang tadi ia bawa dan menatanya di atas meja . Berbagai macam lauk yang ia bawa . Ada udang doreng krispi . Bebek bakar , cap cay, dan juga ayam kecap .
Sedangkan bekal milik Aulia ada rendang dan juga telur balado .Tidak lupa dengan buah dan juga minuman kotak yang selalu di sediakan. Bu Yem memang menyiapkan bekal lebih banyak dengan harapan nona mudanya bisa makan dengan temannya.
" Bekal mu banyak juga , Aul . Memangnya habis segitu ?" tanya Cherry dengan heran . Tidak menyangka badan sekurus itu makanya banyak juga . Untung dia bawa bekal sendiri kalau tidak dia bisa malu .
" Biasanya sih bukan ini kotak bekal aku . Tetapi tadi entah kok Bu Yem memberi bekal yang besar katanya sih buat makan bareng teman ," jawab Aulia dengan jujur .
" Maaf nih ... memangnya kamu punya teman disini ? maaf bukan maksud aku untuk menghina atau apa gitu ," kata Cherry dengan canggung . Sedangkan dua pria di samping mereka hanya diam sambil melirik ekspresi Aulia .
" Kalau teman dekat sih nggak punya . Tetapi ada sih beberapa yang mau berteman dengan ku ," kata Aulia tanpa memasukkan dalam hati perkataan Cherry. Lagian apa yang dikatakan Cherry ada benarnya. Dia tidak memiliki teman , bahkan dibenci karena sifatnya.
" Apa aku terlambat?" tanya seseorang yang baru tiba . Arfan datang dengan wajah yang nampak segar .
" Nggak kok , kami baru saja mempersiapkan makanannya," jawab Cherry dengan senyum mengembang di wajahnya. Dia menarik Arfan untuk duduk disamping kanannya .Sedangkan Aulia di sebelah kiri Cherry.
" Lihat aku bawa udang krispi kesukaan kamu !" kata Cherry dengan ceria .
" Terimakasih... tapi seharusnya kamu nggak usah repot-repot bawa makanan segala . Kan ada kantin ," kata Arfan memperingatkan. Lagian dia juga tidak enak jika Cherry selalu mengunjunginya di waktu istirahat. Bagaimanapun dia masih belum membuka identitas dirinya.
" Hanya sesekali aja kok , sekalian mau berterimakasih sama Aul yang telah menyelamatkan aku kemarin ?" kata Cherry yang melihat ketidaknyamanan Arfan .
__ADS_1
" Memangnya kamu kemarin kenapa?" tanya Andre kepo .
" Kemarin aku hampir tenggelam di danau ," jawab Cherry.
" Jangan bilang berita tentang seseorang yang kesurupan dan tenggelam di danau itu kamu?"
" Hem ... untung _"
" Maaf ceritanya boleh ditunda dulu tidak ?" Aulia memotong ucapan Cherry yang ingin menceritakan tentang kejadian kemarin.
" Kenapa?"
" Saya masih harus menunaikan sholat dhuhur. Untuk itu kita makan dulu , bagaimana?"
'' Apa yang dikatakan Aul benar , sebentar lagi kita akan memeriksa stok bahan produksi di gudang ," kata Alif .
" Betul juga , maaf bos hampir lupa soal itu ," kata Andre dengan penuh sesal.
" Sudahlah lebih baik kita makan sekarang!"
Akhirnya mereka makan dengan tenang . Tidak ada yang bersuara saat makan . Hanya dentingan sendok dan garpu . Meskipun begitu tak membuat Cherry mengacuhkan Arfan . Sesekali dia menyuapkan makanan pada Arfan . Arfan yang memang sudah biasa , menerima tanpa sungkan atau malu . Sangat jelas jika Arfan menerima Cherry sepenuh hati .
Setelah selesai, Aulia berpamitan terlebih dahulu untuk menunaikan sholat duhur . Wadah bekal miliknya juga ia bawa bersama.
Sepeninggalan Aulia, keempat orang yang masih berada di roof top membicarakan hal tadi .
" Memangnya sebenarnya kemarin bagaimana ceritanya?" tanya Andre yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.
" Sebenarnya kemarin....."
Arfan menceritakan kembali kejadian yang menimpa Cherry. Kedua orang itu merasa shock saat mendengarnya.
" Yang kamu ceritain ini nggak mengada-ada kan ?" tanya Alif kemudian .
" Ngapain Arfan mengada-ada... ni orangnya juga ada disini ."
" Cuman aku nggak ingat sama sekali ," jawab Cherry.
__ADS_1
" Kok bisa ?"
" Ya mana saya tahu ?"
" Terus kalian nggak curiga sama Aulia?"
" Ya Alloh kak ... ngapain curiga sama Aul . Kejadian ini bukan hanya kali ini tejadi . Untung aul menyelamatkan Cherry kalau tidak _"
" Kalau tidak?"
" Dia bisa mengalami hal yang dialami oleh orang sebelumnya," jawab Arfan .
" Apa yang mereka alami ?"
"Mereka ditemukan setelah tiga hari atau tujuh hari setelah kejadian dalam keadaan tak bernyawa. Bahkan tim SAR bilang , Cherry masih beruntung ," jelas Arfan . Dia masih menyembunyikan rahasia yang dimiliki oleh Aulia .
" Kok Aul bisa menyelamatkan Cherry? ... tapi itu bisa terjadi jika Aul _"
" Aul kenapa bos ?" tanya Andre penasaran .
" Apa jangan-jangan Aulia memiliki indera keenam?"
" Kok Abang bisa menyimpulkan seperti itu ?"
" Kamu ingat masalah pengkhianat direktur pemasaran waktu itu ?"
" Tentu saja ingat memangnya Kenapa?"
" Dari mana Aul bisa tahu jika direktur itu melakukan pengkhianatan. Padahal waktu itu dia baru pertama kali bertemu ."
" Mungkin saja dia pernah melihatnya di lain tempat," jawab Cherry.
" Bukan hanya itu kecurigaan saya . Saya sering melihat Aulia berbicara sendiri entah dengan siapa ," lanjut Alif .
" Beneran kak?"
" Ya bener lah , sebelumnya aku tidak curiga sebab bisa jadi dia sedang menerima telpon . Tetapi setelah mendengar hal ini dari kalian , saya menarik kesimpulan seperti itu ," lanjut Alif .
__ADS_1
" Lebih baik kita bicara langsung dengan Aul bang ," ujar Arfan . Dia tidak ingin dianggap menyebar rahasia Aulia . Padahal dia sudah berjanji merahasiakannya.