
Sudah hampir dua bulan Lily dan Rangga di Singapura. Mereka memantau bisnis mereka disana .
" Capek bange , pa ," kata Lily sambil duduk di sofa. Mereka baru pulang kerja. Selama di Singapura mereka tinggal di apartemen.
" biar cepat selesai sayang . papa sudah rindu sama Aul . Entah bagaimana kabarnya tuh anak , telpon dari papa nggak pernah diangkat."
" Telpon mama juga nggak pernah diangkat, Untung ada Bu Yem !"
" ...."
" Mama buatin kopi dulu ya, pa ," tanpa menunggu jawaban dari sang suami , Lily berjalan menuju dapur .
Lily mengambil panci kecil dan mengisinya dengan air . Kemudian menyalakan kompor. Panci yang berisi air itu ia letakkan diata kompor yang menyala.
pyar !!!
Saat Lily mengambil gelas , tiba-tiba gelas itu jatuh dan pecah . Rangga yang tertidur langsung membuka matanya. Dia berlari ke dapur untuk melihat apa yang sedang terjadi .
" Awas ma ..... biar papa saja yang merapikan . Mama tidak papa kan ?" tanya Rangga pada Lily yang masih tertegun di tempat . Entah kenapa perasaannya tiba-tiba tidak enak .
Setelah memastikan istrinya tidak luka , Rangga mengambil sapu dan juga cikrak . Dia menyapu pecahan gelas itu dengan teliti . Jangan sampai melukainya dan juga sang istri .
" Mama kenapa ?" tanya Rangga pada Lily yang nampak melamun .
" Perasaan mama tidak enak pa . Tolong papa telpon Aul , dong !" pinta Lily dengan sendu .
" Pasti anak itu sudah tertidur. Lihat sudah jam berapa!" tunjuk Rangga pada jam yang ada di dinding dapur .
" Tapi perasaan mama nggak enak pa . Apa Aul sakit ?"
" Baiklah... dari pada mama kepikiran terus mari kita telpon."
Rangga menggandeng Lily ke depan . Kemudian mengambil ponsel yang masih ada di meja ruang tamu . Rangga mencoba menelpon Aulia tetapi tidak ada yang mengangkat. Rangga menelpon hingga tiga kali tetapi belum juga diangkat. Kemudian Rangga menelpon telpon rumah . Tidak lama kemudian panggilannya di angkat
" Assalamualaikum... kediaman tuan Rangga," sapa Bu Yem yang memang sedang menunggu Aulia di ruang tamu.
" Saya rangga Bu ."
" Oh ... den Rangga. Ada yang bisa saya bantu den ?"
__ADS_1
" Apa Aul sudah tidur Bu ?"
" Belum den ."
" Boleh panggilkan dia ?"
" Maaf den tetapi non Aul belum pulang ," jawab Bu Yem dengan gugup .
" Memang kemana Bu ?"
"Non Aul Eli cemilan di supermarket katanya ," jawab Bu Yem dengan jujur .
" Kok belum pulang ."
" Saya juga masih menunggu den ."
" Nanti kalau dia sudah pulang tolong suruh telpon kami . Katakan kami rindu padanya ."
" Baik den."
Kemudian telpon itu terputus. Bu Yem hanya bisa mengelus dada . Setelah itu dia kembali duduk di samping pelayan yang lebih muda .
" Entahlah fit .... perasaan bibi makin nggak enak."
Kring kring kring
Ternyata telponnya berdering . Bu Yem bangun dan mengangkat telpon itu.
" Assalamualaikum... ada yang bisa saya bantu ?"
" ...."
" Benar pak , itu majikan saya ."
" ...."
" Maaf pak , orang tuanya sedang ada di singapura dan nona Aul _"
" ..."
__ADS_1
" Astaghfirullah.... sekarang dimana nona saya pak ?" tanya Bu Yem dengan gemetar. Bahkan air matanya sudah mengalir tanpa bisa dibendung .
" ...."
" Baik pak ...saya akan sampaikan pada mereka ."
" ..."
" Terimakasih informasinya pak."
" ...."
" Wa alaikum salam warahmatulloh!"
Setelah telpon itu mati , Bu Yem langsung terduduk lemas dilantai . Fitri yang melihat itu langsung menghampirinya.
" Ada apa bi ?"
" Non Aul fit ...hu hu hu." Perasaan Fitri jadi tidak enak . Apalagi melihat kondisi bu Yem .
" Non Aul kecelakaan dan kondisinya kritis,"
deg !!!
" Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un... kalau kita harus hubungi tuan Rangga dan nyonya Lily," ucap Fitri dengan cepat .
" Sekarang bibi sama pak Dadang pergi dulu kerumah sakit . Kita harus segera mengetahui kondisinya . Saya akan mengabari tuan dan nyonya dulu ," kata Fitri memberi solusi .
" Kamu benar ... tolong kamu kabari tuan dan Nyonya besar ," pinta bu yem dengan tulus .
" Bibi tenang saja ."
Bu Yem langsung mengganti pakaiannya dengan yang sopan . Setelah itu mengajak pak Dadang ke rumah sakit yang sudah diberitahu oleh pihak kepolisian.
Ternyata Aulia mengalami kecelakaan yang cukup parah . Mobil yang ia tumpangi ringsek . Orang yang mengemudi truk itu dinyatakan meninggal di tempat . Sebelum menabrak mobil Aulia , supir truk itu sudah menabrak dua kendaraan bermotor . Hasil visum ternyata sopir itu mengendarai truknya dalam kondisi mabuk .
Aulia dalam kondisi cukup parah . Untung tidak ada tulang yang patah . Meskipun begitu memberikan kesedihan mendalam untuk keluarga Rangga .
Flashback off
__ADS_1