Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Kecelakaan 2


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan Lily dan Rangga di Singapura. Mereka memantau bisnis mereka disana .


" Capek bange , pa ," kata Lily sambil duduk di sofa. Mereka baru pulang kerja. Selama di Singapura mereka tinggal di apartemen.


" biar cepat selesai sayang . papa sudah rindu sama Aul . Entah bagaimana kabarnya tuh anak , telpon dari papa nggak pernah diangkat."


" Telpon mama juga nggak pernah diangkat, Untung ada Bu Yem !"


" ...."


" Mama buatin kopi dulu ya, pa ," tanpa menunggu jawaban dari sang suami , Lily berjalan menuju dapur .


Lily mengambil panci kecil dan mengisinya dengan air . Kemudian menyalakan kompor. Panci yang berisi air itu ia letakkan diata kompor yang menyala.


pyar !!!


Saat Lily mengambil gelas , tiba-tiba gelas itu jatuh dan pecah . Rangga yang tertidur langsung membuka matanya. Dia berlari ke dapur untuk melihat apa yang sedang terjadi .


" Awas ma ..... biar papa saja yang merapikan . Mama tidak papa kan ?" tanya Rangga pada Lily yang masih tertegun di tempat . Entah kenapa perasaannya tiba-tiba tidak enak .


Setelah memastikan istrinya tidak luka , Rangga mengambil sapu dan juga cikrak . Dia menyapu pecahan gelas itu dengan teliti . Jangan sampai melukainya dan juga sang istri .


" Mama kenapa ?" tanya Rangga pada Lily yang nampak melamun .


" Perasaan mama tidak enak pa . Tolong papa telpon Aul , dong !" pinta Lily dengan sendu .


" Pasti anak itu sudah tertidur. Lihat sudah jam berapa!" tunjuk Rangga pada jam yang ada di dinding dapur .


" Tapi perasaan mama nggak enak pa . Apa Aul sakit ?"


" Baiklah... dari pada mama kepikiran terus mari kita telpon."


Rangga menggandeng Lily ke depan . Kemudian mengambil ponsel yang masih ada di meja ruang tamu . Rangga mencoba menelpon Aulia tetapi tidak ada yang mengangkat. Rangga menelpon hingga tiga kali tetapi belum juga diangkat. Kemudian Rangga menelpon telpon rumah . Tidak lama kemudian panggilannya di angkat


" Assalamualaikum... kediaman tuan Rangga," sapa Bu Yem yang memang sedang menunggu Aulia di ruang tamu.


" Saya rangga Bu ."


" Oh ... den Rangga. Ada yang bisa saya bantu den ?"

__ADS_1


" Apa Aul sudah tidur Bu ?"


" Belum den ."


" Boleh panggilkan dia ?"


" Maaf den tetapi non Aul belum pulang ," jawab Bu Yem dengan gugup .


" Memang kemana Bu ?"


"Non Aul Eli cemilan di supermarket katanya ," jawab Bu Yem dengan jujur .


" Kok belum pulang ."


" Saya juga masih menunggu den ."


" Nanti kalau dia sudah pulang tolong suruh telpon kami . Katakan kami rindu padanya ."


" Baik den."


Kemudian telpon itu terputus. Bu Yem hanya bisa mengelus dada . Setelah itu dia kembali duduk di samping pelayan yang lebih muda .


" Entahlah fit .... perasaan bibi makin nggak enak."


Kring kring kring


Ternyata telponnya berdering . Bu Yem bangun dan mengangkat telpon itu.


" Assalamualaikum... ada yang bisa saya bantu ?"


" ...."


" Benar pak , itu majikan saya ."


" ...."


" Maaf pak , orang tuanya sedang ada di singapura dan nona Aul _"


" ..."

__ADS_1


" Astaghfirullah.... sekarang dimana nona saya pak ?" tanya Bu Yem dengan gemetar. Bahkan air matanya sudah mengalir tanpa bisa dibendung .


" ...."


" Baik pak ...saya akan sampaikan pada mereka ."


" ..."


" Terimakasih informasinya pak."


" ...."


" Wa alaikum salam warahmatulloh!"


Setelah telpon itu mati , Bu Yem langsung terduduk lemas dilantai . Fitri yang melihat itu langsung menghampirinya.


" Ada apa bi ?"


" Non Aul fit ...hu hu hu." Perasaan Fitri jadi tidak enak . Apalagi melihat kondisi bu Yem .


" Non Aul kecelakaan dan kondisinya kritis,"


deg !!!


" Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un... kalau kita harus hubungi tuan Rangga dan nyonya Lily," ucap Fitri dengan cepat .


" Sekarang bibi sama pak Dadang pergi dulu kerumah sakit . Kita harus segera mengetahui kondisinya . Saya akan mengabari tuan dan nyonya dulu ," kata Fitri memberi solusi .


" Kamu benar ... tolong kamu kabari tuan dan Nyonya besar ," pinta bu yem dengan tulus .


" Bibi tenang saja ."


Bu Yem langsung mengganti pakaiannya dengan yang sopan . Setelah itu mengajak pak Dadang ke rumah sakit yang sudah diberitahu oleh pihak kepolisian.


Ternyata Aulia mengalami kecelakaan yang cukup parah . Mobil yang ia tumpangi ringsek . Orang yang mengemudi truk itu dinyatakan meninggal di tempat . Sebelum menabrak mobil Aulia , supir truk itu sudah menabrak dua kendaraan bermotor . Hasil visum ternyata sopir itu mengendarai truknya dalam kondisi mabuk .


Aulia dalam kondisi cukup parah . Untung tidak ada tulang yang patah . Meskipun begitu memberikan kesedihan mendalam untuk keluarga Rangga .


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2