
Aulia masih kepikiran dengan hal tadi . Fokusnya sekarang terbagi antara berkas yang ada di depannya dengan gadis yang ada di gendongan Andre .
Alvian menatap Aulia yang nampak tidak fokus dengan pekerjaannya. Berkali-kali gadis itu menghela nafas berat . Seolah-olah dia memiliki beban yang sangat berat .
Kegiatan Alvian yang mengawasi Aulia tidak lepas dari perhatian Tomi . Baru kali ini Tomi melihat Alvian begitu perhatian pada seorang wanita. Biasanya dia menolak dengan tegas wanita-wanita yang ingin dekat dengannya.
Meskipun begitu ... bukan berarti Alvian tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita .Sudah dua kali pemuda itu berhubungan dengan seorang gadis .Tetapi hubungan mereka hanya bertahan tidak lebih dari satu bulan .
Tok tok tok
Tomi segera mengalihkan perhatiannya dan berjalan kearah pintu . Begitupun dengan Alvian . Dia langsung memfokuskan perhatiannya pada berkas yang ada dihadapannya.
Tak lama kemudian pintu kembali tertutup. Tomi datang dengan setumpuk berkas di tangannya. Aulia sampai melongo melihat hal itu .
" Itu apaan Pak ?" tanya Aulia .
" Berkas yang perlu tandatangan bos selama beliau cuti ," jawab Tomi sambil berjalan kearah Alvian .
" Banyak amat ," ungkap Aulia heran .
" Ya iya lah ... bos cuti sudah beberapa hari . Sekarang juga lagi mau ada acara . Mending cuma segini ... biasanya malah lebih banyak ."
Toni menghentikan langkahnya didepan meja Aulia . Sepertinya gadis itu penasaran.
" Serius?" merasa kurang percaya dengan apa yang diucapkan Tomi . Bukankah berkas yang sekarang sudah banyak. Mau sebanyak apa lagi coba .
" Dua rius malah ," jawab Tomi dengan serius .
" Kalian pada ngapain sih ?" tanya Alvian dengan jutek . Entah kenapa dia tidak begitu suka dengan interaksi mereka . Padahal dia juga bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang mereka bicarakan.
Pertanyaan Alvian mengalihkan perhatian mereka . Aulia kembali fokus pada berkas di depannya. Sedangkan Toni berjalan menghampiri Alvian dengan semua berkas yang ada di tangannya.
" Maaf bos , ini berkas yang perlu bos tanda tangani."
" Hanya segini ?"
" Iya bos."
" Letakkan saja diatas meja . Kemudian kamu cek , apakah pakaian yang akan kita pakai di acara fashion show nanti sudah siap apa belum ."
" Baik bos ."
Tanpa membuang waktu , Tomi langsung keluar dari ruangan itu . Tinggallah Aulia dengan Alvian .
Suasana cukup hening karena keduanya fokus pada pekerjaan masing-masing. Tidak ada pembicaraan sama sekali diantara mereka .
__ADS_1
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat . Waktu istirahat pun tiba . Tetapi keduanya masih asyik dengan pekerjaannya
Ceklek
Tomi datang dengan bungkusan di kedua tangannya. Sepertinya pemuda itu habis membeli makanan untuk mereka.
Sudah menjadi tugas Tomi menyiapkan makan siang buat Alvian. Kecuali mereka keluar untuk bertemu klien. Mereka sering makan di luar .
" Istirahat dulu bos . Saya membelikan makanan Padang untuk makan siang kali ini . Seperti pesan bos tadi pagi ," kata Tomi sambil meletakkan bungkusan yang tadi ia pakai ke atas meja .
Alvian menghentikan pekerjaannya dan melirik Aulia yang masih belum beranjak dari tempatnya. Kemudian dia bangun dan berjalan menghampiri Tomi yang sudah duduk terlebih dahulu di sofa .
" Makan dulu Aul ."
" Bentar kak ."
" Pekerjaannya lanjut nanti saja . Lagian berkas itu juga nggak akan lari ."
" Kakak apaan sih ...mana ada kertas yang akan lari ."
" Jadi benar dong ucapan kakak . Berkas itu nggak akan lari . Terus salahnya apa coba ?"
Aulia nggak mood menjawab ucapan Alvian . Dia merapikan semua berkas yang ada di depan mejanya. Kemudian menghampiri dua pemuda yang sudah menunggunya.
" Tuh ... sama aja kok ," tunjuk Alvian pada bungkusan makanan yang ada di atas meja .
Aulia mengambil satu begitupun dengan Alvian dan Tomi . Kemudian ketiganya makan dengan lahap. Tidak ada yang bersuara saat makan . Sepertinya ketiganya sudah kelaparan.
" Alhamdulillah... akhirnya kenyang juga," ucap Aulia begitu makanannya habis.
Makanan Alvian sudah habis terlebih dahulu . Saat ini dia sudah berada di kamar mandi. Sedangkan Toni keluar .
" Sudah habis Aul ?"
" Sudah kak.... Aul boleh pinjam kamar mandinya kan ?"
" Memangnya siapa yang larang ?"
" Ya nggak ada sih . Takut aja gitu ."
" Ya udah buruan ... mau sholat bareng kagak ?"
" Boleh tuh , tungguin sebentar ya ."
" Cepetan... kakak tunggu di ruangan ini ," tunjuk Alvian pada ruangan kecil yang ada di sudut belakang .'
__ADS_1
" Sip !"
Aulia dengan semangat berjalan ke kamar mandi . Mumpung ada yang mau jadi imam .
Selesai bersuci dan wudhu Aulia menyusul Alvian ke ruangan yang tadi ditunjuk oleh Alvian. Disana dua sajadah sudah tergelar di atas lantai. Alvian sudah siap dengan sarung dan baju Koko.
Penampilan Alvian yang seperti itu membuat ketampanannya berkali lipat. Hal itu juga membuat Aulia terpesona. Sampai tak sadar jika sedari tadi menatap wajah tampan Alvian yang tengah menunggunya.
" Ngapain masih disitu ... buruan , nanti waktunya keburu habis loh ," tegur Alvian mengembalikan kesadaran Aulia .
Dengan cepat Aulia memakai mukena yang ia bawa . Kemudian berdiri di belakang Alvian. Diatas sajadah yang sudah terpasang.
Setelah memastikan Aulia siap , Alvian pun membaca niat dan memulai sholat. Setiap gerakan mereka lakukan dengan khusu' . Berharap ibadah mereka diterima yang maha kuasa .
Selesai sholat mereka berdua melanjutkan pekerjaan mereka sampai waktu pulang tiba . Nampak sekali raut lelah di wajah Aulia .
" Simpan dulu pekerjaannya Aul . Besok kita lanjutkan lagi ."
" Tinggal dikit lagi kok kak . Biar besok tidak numpuk ."
" Ya udah ... kamu lanjutkan saja sampai Tomi kembali . Entah kemana tuh anak kok nggak nongol-nongol ."
Ceklek
Baru juga di omongin sudah muncul . Tomi datang dengan membawa bungkusan yang entah apa isinya.
" Dari mana saja kamu kok baru datang?"
" Eh... maaf bos . Tadi masih ada urusan sebentar di HRD ."
" Ngapain?"
" Urusan model ."
" Bagaimana hasilnya?"
" Beres ... semua tinggal tampil ."
" Baguslah kalau begitu . Besok kamu pantau semuanya. Bagian apa yang persiapannya belum selesai!"
" Baik bos ."
" Ya udah kita pulang sekarang, Aul !"
" Siap !"
__ADS_1