
Aulia yang kaget langsung bangun dan berlari kearah luar. Rani sampai melongo ditempat. Aulia tidak memperhatikan penampilannya yang hanya memakai baby doll . Bahkan dia juga tidak sempat berfikir bagaimana Rani bisa masuk kedalam rumahnya , padahal tadi semua pintu sudah ia kunci sebelum tidur .
Aulia sudah berada di luar . Dia melihat orang-orang yang sedang berkumpul dan melihat ke atap . Dia pun turut serta melihatnya. Dia amat kaget melihat beberapa pria yang mencoba mendekati Arini . Tetapi tidak berhasil. Sebab mereka juga harus berhati-hati berjalan diatas genting .
Kemudian dengan bismillah Aulia mencoba kekuatannya. Dia mengambil ancang-ancang untuk meloncat ke atas yang ketinggiannya tidak lebih dari tiga meter . Belum ada yang menyadari kehadiran Aulia kecuali Rani yang berhasil menyusulnya.
Ternyata dengan dengan bertumpu pada meja Aulia berhasil naik ke atas ( jangan kaget ya maklum dunia halu 🤫🤭🤭). Hal itu membuat beberapa orang memekik sangking kagetnya. Apalagi penampilan Aulia yang sudah seperti orang mau tidur .
" Halo Kak Arin .... lagi main ya ," goda Aulia sambil tersenyum.
Membuat beberapa orang geleng-geleng kepala. Apa yang sebenarnya dilakukan gadis ini ? Meskipun kekuatan Aulia tidak diragukan, sebab bisa meloncat ke atas dengan mudah .
" He gadis ...nakal ngapain kamu disini ?" tegur Bram yang juga berada di atas .
" Loh pak dosen disini juga ?"
" Baru sadar ... dari tadi dibangunin nggak bangun-bangun," jawab Bram dengan jutek .
" Ya elah pak , slow napa cepat tua loh nanti ."
" Eh _"
" Ceramah nya nanti dulu ya pak , Aul masih mau nyapa kak Arini dulu ," kata Aulia sambil mengalihkan pandangannya pada Arini . Dia tidak sadar bahwa ada sepasang mata yang melihatnya tanpa kedip. Akhirnya....ketemu juga !
__ADS_1
Arini bisa melihat makhluk yang merasukinya. Dan juga berada disampingnya. Bukan hanya satu tetapi ada tiga . Sepertinya ada yang sengaja mengirimkan makhluk itu pada Arini.
" Tolong semuanya ke bawah dulu ya !" pinta Aulia dengan sopan .
" Apa yang akan kamu lakukan anak nakal ?" tanya Bram mewakili orang-orang disekitar situ .
" Jawabannya nanti saja pak , sebab keadaannya lagi genting," jawab Aulia tanpa melepaskan pandangannya kearah Arini .
Meskipun ragu satu persatu turun dari situ . Alvian sebenarnya tidak mau turun tetapi Bram memaksa . Dia penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Aulia . Beberapa orang disitu juga sudah memanggil orang pintar. Hanya saja belum ada yang kembali .
" Halo tuan-tuan... Anda mau keluar sendiri atau mau saya bantu ?" tanya Aulia yang membuat orang-orang bingung . Dengan siapa Aulia bertanya. Tetapi tidak dengan Rani . Dia malah menatap Aulia tanpa kedip . Ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya.
" Ha ha ha ha kamu ingin mengeluarkan kami ? jangan bercanda gadis kecil ," jawab Arini yang membuat orang-orang tercengang.
" Tenang saja tuan-tuan, gadis kecil ini sebenarnya masih belajar . Tetapi ...kita coba dulu bagaimana?"
" Bismillahirrahmanirrahim...." Aulia berjalan melewati genting itu dengan mudah .
Membuat orang-orang tambah tercengang. Apalagi dengan adegan yang selanjutnya terjadi . Aulia dan Arini nampak berkelahi diatas genting . Tetapi tidak ada genting satupun yang terjatuh . Untung saja tidak ada yang merekamnya sangking tegangnya melihat kejadian itu .
Aulia menggunakan tangan kanannya yang sudah bersinar untuk mengeluarkan makhluk yang sudah bersemayam ditubuh Arini . Hanya dengan satu pukulan makhluk itu keluar . Arini langsung pingsan .
" Tolong Arini !" teriak Aulia dari atas . Sedangkan dirinya masih melawan tiga makhluk yang tidak terlihat selain Aulia .
__ADS_1
Butuh waktu untuk melawan mereka. Bahkan Aulia dan makhluk-makhluk itu bertarung di belakang rumah Arini . Banyak yang mengikutinya. Sampai akhirnya makhluk-makhluk itu terbakar dan hilang . Aulia bernafas dengan lega .
Aulia masih melihat kearah makhluk tadi yang sudah terbakar , saat ada seseorang yang memeluknya.
" Alhamdulillah kamu nggak papa A ?"
" Alhamdulillah Aul baik-baik aja kak . "
" Apa mereka sudah pergi ?"
" Sudah terbakar dan hilang kak , " jawab Aulia dengan jujur.
" 👏👏👏👏👏👏 Alhamdulillah," seru semua orang yang mendengar ucapan Aulia dengan Rani . Tiba-tiba ibu Arini menghampiri Aulia .
" Terimakasih nak ... tetapi apa yang sebenarnya terjadi pada Arini nak ?"
" Ada yang mencoba menyakitinya Bu , mereka mengirim beberapa makhluk kepada Arini ," jawab Aulia yang membuat ibu Arini kaget .
" Terus bagaimana sekarang?"
" Saya lihat Arini dulu ya Bu , " jawab sambil berjalan kearah Arini yang masih pingsan .
Kerumunan segera ditertibkan oleh ketua RT . Mereka disuruh kembali ke rumah masing-masing. Jadi di rumah Arini selain keluarganya ada juga ketua RT, Aulia dan juga Rani bersaudara.
__ADS_1
Arini Masi belum sadar . Ia sudah di pindahkan di atas ranjang yang ada di kamarnya. Ayah Arini sudah dibawah ke rumah sakit , karena lukanya agak parah .
Orang pintar yang di panggil oleh tetangga tadi sudah datang kini dia sedang memeriksa keadaan Arini .