Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Berbelanja


__ADS_3

" Kenapa kita pergi kak ?" tanya Aulia dengan bingung . Mereka berdua kini sudah berada di kamar Rani .


" Kakak malas melihat nenek sihir itu datang ," jawab Rani santai.


" Wanita yang tadi ?"


" Hem ... asal kamu tahu sejak dulu dia selalu mengejar cinta kak Al aku tak suka ," jawab Rani , membuat raut wajah Aulia nampak berubah . Rani tidak menyadari itu dan terus berbicara.


" Kamu tahu dia teman kak Al sejak kecil . Mulai dari TK , SD , SMP, bahkan SMA. Entah sejak kapan gadis itu mulai terobsesi dengan kak Al . Dia mulai melakukan hal-hal aneh untuk menari perhatian kak Al . Bukanya suka kak Al malah ill feel melihatnya. Kak Al mulai menjaga jarak dengannya. Bahkan kak Al sampai kuliah ke luar negri demi tidak di kejar olehnya. Dia itu ....."


Aulia sudah tidak mendengar dengan apa yang dikatakan oleh Rani . Dia mengingat semua tindakan bodohnya dalam mengajar cinta Arfan .


" Kamu kok malah ngelamun sendiri , sih!" ucap Rani tidak suka .


" Maaf kak ."


" Ya udah lebih baik kita nonton drama Korea saja ."


" Oke !"


Rani mengambil laptop-nya yang ada di lemari dan mulai mencari film yang ingin ia tonton . Kemudian ia duduk di samping Aulia . Aulia yang tadinya masih melamun langsung semangat begitu film itu terputar. Mereka seolah larut dalam adegan dalam film itu .


" Rani kemana Tan ?" tanya Felisha sambil celingak-celinguk. Sebab tadi dia sudah melihat Felisha bersama seorang gadis . Siapa gadis itu ?


" Eh iya ... kemana mereka ?"


" Ini karena kehadiran mu ... makanya mereka lebih suka menghindar ," jawab Bram .


" Kak Bram ma gitu , memangnya Felisha seburuk itu !" cebik Felisha tidak terima.


Tuan Mahendra akhirnya berpamitan untuk pergi keluar. Begitupun dengan Alvian , dia masih ingin mengurus tentang visa Aulia . Dari pada di rumah lebih baik dia pergi .


" Maaf ... om masih ada urusan di perusahaan jadi pamit dulu . Ma papa pergi dulu ," ucap tuan Mahendra sambil berdiri . Erika memaklumi sikap suaminya.


" Alvian juga ada janji dengan klien penting ma , Alvian pergi dulu ."

__ADS_1


Alvian hanya mencium kening ibunya sebelum pergi tanpa menoleh lagi . Sedangkan Bram mengajak sang istri untuk istirahat.


" Ayo sayang ... tadi katanya lelah , kita istirahat dulu ," ajak Bramasta sambil menggandeng lengan istrinya.


" Maaf ya fel aku tinggal dulu !"


" Baik kak ."


Felisha terbengong melihat kepergian mereka satu persatu. Tinggal Erika sendiri yang menemani Felisha di ruang tamu . Dulu dia memang sempat memberi restu pada Felisha. Tetapi sekarang ...


Akhirnya yang direncanakan Gatot alias gagal total .


Aulia pulang setelah makan siang bersama Rani , Erika . Sedangkan Felisha masih berada disana .


sepulangnya dari rumah Rani Aulia tidak langsung pulang ke rumah . Dia masih berjalan-jalan ke mall . Dia ingin berbelanja sekaligus cuci mata.


" Mau cari apa mbak ?" tanya salah seorang pramuniaga di toko yang aulia datangi .


" Mau cari ... celana jeans dong . Boleh lihat koleksinya?"


" Silahkan anda pilih yang sesuai ."


" Terimakasih."


Saat akan mencobanya , Aulia mendengar namanya dipanggil. Ternyata Cherry, dia bersama dengan Arfan disebelahnya.


" Aul !"


" Iya ?"


Cherry menghampiri Aulia dan langsung memeluk erat tubuhnya. Sampai Aulia merasa sesak .


" Kamu kemana saja kok tiba-tiba resign dari kantor? Bukankah masa magang kamu masih lama ?"


" Ha ?"

__ADS_1


Aulia bingung dengan apa yang diucapkan oleh Cherry. Bukankah dirinya yang dikeluarkan secara tidak hormat lewat telpon . Kok jadi .... Ah sudahlah , memang dia pikirin .


" Ya begitulah, aku harus menggantikan teman aku yang magang di tempat lain ," jawab Aulia setelah lama diam .


" Jadi begitu ... kamu disini beli apa ?"


" Nih !" Aulia menunjukkan celana yang ia pilih .


" Bagus ... kamu suka celana ?"


" Ya begitulah."


" Aku tidak begitu suka sih ."


Arfan hanya diam memperhatikan Aulia dan Cherry yang sebenarnya dia ingin berbicara berdua dengan Aulia tetapi tidak enak dengan Cherry. Apalagi pertunangan mereka sudah di tentukan. Dia ingin menghargai perasaan Cherry.


" Oh iya ... seminggu lagi kami akan bertunangan. Kamu hadir ya ?" pinta Cherry dengan tulus .


" Insyaalloh kalau aku ada waktu . Apalagi tempat magang aku tidak di Jakarta."


" Memangnya kamu sekarang magang di mana ?"


" Di ... lupa aku . Tetapi letaknya di Paris ."


" Paris ? ... yang benar kamu ?"


" Tentu saja benar , saya masih menunggu visa keluar baru berangkat."


" Kok bisa ?"


" Ya bisa lah ... maaf ya aku duluan . Masi ada yang harus aku beli nih ."


" Oh ... oke !"


Arfan yang ikut mendengar ucapan Aulia langsung terperangah . Dia tidak menyangka Aulia memperoleh keberuntungan seperti itu . Apalagi setelah dikeluarkan oleh ayahnya . Dia hanya berharap Aulia mendapatkan kebahagiaannya. Doa tulus dari dalam hati Arfan .

__ADS_1


__ADS_2