Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Perkelahian


__ADS_3

" Tadi kamu sama siapa A ?"tanya Rani begitu mobilnya mulai berjalan .


" Sama ibu Aisyah."


" Saudara kamu ?"


" Bukan . Aul juga baru kenal hari ini ."


" Kok kayaknya akrab banget. Dan tadi aku lihat dia genggam tangan kamu yang kemudian memancarkan sinar . Sebenarnya apa yang sedang terjadi ?" tanya Rani penasaran.


" Kak Rani ingat tadi nggak waktu tiba-tiba muntah ?"


" Kenapa sebenarnya?"


" Sebenarnya ini rahasia sih Kak , tetapi karena kak Rani juga udah mau terbuka sama Aul maka aku akan jujur sama kakak ."


" Apaan sih , jangan membuat kakak tambah penasaran dong ."


" Sebenarnya Aul bisa melihat makhluk halus kak ," ucap Aul dengan hati-hati.


Ckitt bruk !!!


Rani langsung mengerem mobilnya mendadak .Mereka berdua sampai terhuyung kedepan , masih baik keduanya memakai pengaman jadi selamat . Untung jalan juga lagi lenggang , kalau tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi .


" Kak Rani ko ngerem mendadak sih !" protes Aulia .


" Abisnya kakak kan kaget dengar omongan kamu tadi ."


" Jadi salah Aul nih ," cebik Aulia dengan cemberut.


" Ya elah neng bibirnya jangan dimajuin napa, mau aku ikat pakai benang ?"


" Ih .... kak Rani mah gitu !"


Tin tin


Rani kembali menyalakan mobilnya kembali . Dia tidak ingin mobilnya ditilang dan membuat keributan.

__ADS_1


" Apa yang kamu bilang tadi benar ?"


" Ya bener lah kak . Tadi tuh yang bikin Aul langsung muntah ... Aul ngelihat ada pocong yang ngeludah di dalam piring orang yang lagi makan , jijik banget nggak tuh !"


" Astaghfirullah... beneran A ?"


" Ya bener dong kak, ngapain Aul bohong . Aul bisa ngelihat dengan jelas lagi , gimana nggak mau muntah coba ?"


" Astaghfirullah... emangnya kamu sejak kecil sudah bisa ngelihat hal-hal seperti itu ?"


" Ya enggak sih . Sebenarnya Aul pernah koma kak ... belum lama ini sekitar sebulan yang lalu . "


" Kamu habis kecelakaan."


" Kok sampai koma ... pasti dahsyat banget kecelakaannya."


" Nggak tahu deh ... Aul sudah lupa . Mobilnya aja ....eh tunggu.... bukankah Aul trauma Ama mobil ya ... kok Aul biasa aja sekarang ," kata Aul dengan bingung . Dia baru sadar kalau saat ini ia menaiki mobil Rani .


" Jadi kamu trauma baik mobil ?"


" Terus sekarang gimana... muncul gejalanya nggak ?" tanya Rani khawatir.


" Nggak ada gejala apapun ... aneh banget sebenarnya. Tapi Alhamdulillah deh kalau gitu . Semoga aja Aul udah sembuh ," kata Aulia dengan gembira . Rani yang melihat semangat Aulia jadi menghela nafas lega .


Mereka berbincang banyak hal selama di perjalanan. Sampai akhirnya Rani menghentikan mobilnya di parkiran kantor. Karena yang ia pakai memang mobil kantor yang biasa ia pakai saat ada keperluan.


Mereka hanya sebentar di kantor . Karena Rani mengajak Aulia untuk segera pulang kerumah .


Mereka pulang berdua , karena memang rumah mereka berdekatan. Tetapi langkah mereka terhenti saat Toni tiba-tiba menghalangi jalan mereka.


Rani menatap Toni jengah . Apalagi sebenarnya yang diinginkan pria itu. Sedangkan Aulia hanya diam menanti apa yang akan terjadi selanjutnya. Melihat Toni tidak hanya sendiri tetapi bersama dia orang yang sering mengikutinya. Tak lain asisten dan bodyguardnya.


" Ayo ikut mas , sayang !" ajak Tini dengan lembut . Dia sudah seperti melupakan jika dia telah menalak Rani kemarin .


" Maaf tuan ... saya harus segera pergi ," jawab Rani formal , bahkan terkesan datar . Toni terhenyak sebelum mengambil tangan Rani dengan kasar dan menariknya ke arah mobil .


" Lepas .... brengsek!" teriak Rani sambil meronta . Aulia yang melihat hal itu tentu saja tidak ingin diam saja . Dia berjalan dengan cepat kearah mereka. Tetapi kedua orang menghadangnya .

__ADS_1


" Jangan ikut campur nona !" ancam sang bodyguard. Aulia melihat Rani yang sudah hampir tiba sampai mobil . Dengan gerakan cepat Aulia menendang kedua orang yang menghentikan langkahnya.


Gerakan Aulia sangat cepat sampai keduanya tidak menyadarinya . Kedua orang itu terpental ke lantai . Aulia dengan cepat berlari kearah Rani yang sudah dimasukkan kedalam mobil dengan paksa . Sedangkan Toni masih ada diluar mobil .


" Aku tidak menyangka selain brengsek anda juga tidak tahu malu ternyata ," kata Aulia saat tiba di depan Toni .


" Tidak usah ikut campur adik kecil . Kamu hanya gadis magang yang menjadi asisten istriku .


" Istri ??? anda mimpi tuan ... jangan lupa anda telah menalak kak Rani kemarin . "


" Tapi kami masih sah sebagai suami istri , karena belum ada surat cerai ."


" Jangan muna deh tuan ... Anda benar-benar pria brengsek yang saya kenal . Saya tidak menyangka anda bisa jadi sekarang CEO dibalik kebrengsekan anda ," sindir Aulia .


" Jaga mulutmu!" teriak asisten Toni yang sudah berdiri dibelakang Aulia bersama sang bodyguard. Keduanya menatap Aulia tajam .


" Eh ... sudah bangun paman . Mau Aul tendang lagi !"


" Jangan sombong nona ... tadi anda hanya beruntung."


" Betulkah.... tetapi aku nggak peduli tuh . Ayo kak keluar !"


Aulia mendekat ke arah mobil Toni dan akan membuka pintu mobil itu . Tetapi belum juga menyentuh pintu Toni sudah menghalanginya. Dia mencengkeram tangan Aulia dengan erat .


Bukan Aulia jika dia dengan mudah dikalahkan. Dengan gerakan cepat dia memutar tangannya hingga cengkeraman itu terlepas. Kemudian Aulia mendorong Toni kesamping dan menendangnya .


Toni hampir saja terjatuh jika tidak dibantu oleh asistennya. Kemudian tiga orang itu menyerang Aulia bersama . Tapi Aulia dengan mudah menghadapi mereka . Rani yang melihat itu dari dalam mobil hanya bisa menganga . Tapi dengan cepat dia menguasai dirinya.


Rani langsung keluar dari mobil itu . Dia mendekati Aulia yang sudah memenangkan perkelahian. Aulia menatap Toni yang sudah babak belur.


" Ingat ini tuan ... jika sekali lagi saya lihat anda menyakiti kakak saya , saya tidak akan segan-segan membuat anda lebih buruk dari ini , ingat itu !" ucap Aulia dengan arogan .


" Aku akan selalu ingat penghinaan ini gadis kecil ... tapi sebelum itu , aku sebagai pemimpin tertinggi di perusahaan ini mengeluarkan mu dengan tidak hormat dari perusahaan ini. Jangan pernah kembali ke sini . Dan saya pastikan nilai magang mu zero !"


" Dasar brengsek!" Rani sudah geram dengan tingkah Toni . Dengan marah Rani menendang Toni berkali-kali tanpa melihat penampilannya yang sudah tidak karuan . Untung satpam segera tiba . Jadi perkelahian itu bisa di hentikan.


" Hentikan nyonya ...!" teriak satpam .

__ADS_1


__ADS_2