
" Ayo makan dulu !" ajak Siska pada para tamunya. Hari sudah sore tapi keluarga Cherry belum berniat untuk pulang .
Alif sudah masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Arfan masih ditahan oleh Cherry. Dia bahkan belum tahu , jika Andre dan juga Aulia sudah pulang .
" Kedatangan kami merepotkan jeng Siska sekeluarga," ucap mama Cherry .
" Tidak dong ... saya sungguh senang dengan kedatangan kalian . Ayo ... keburu masakannya dingin . Arfan ajak Cherry ke ruang makan ," kata Siska yang disetujui oleh Arfan .
Mereka menuju ruang makan bersama. Di meja makan sudah tersedia berbagai hidangan yang pastinya menggugah selera.
" Oh iya fan , panggilkan Abang mu dong !" kata Siska kepada Arfan yang hampir mengisi piringnya.
" Baik , ma !"
Arfan berjalan ke kamar Alif , saat tiba di ruang kerja Alif Arfan menghentikan langkahnya. Tiba-tiba dia teringat Andre dan Aulia yang tadi di suruh kemari oleh Abangnya. Arfan pun mengetuk pintu , tetapi tidak ada jawaban dari dalam . Saat pintu ia buka ... tidak ada satu orang pun disana.
Arfan segera beranjak ke kamar Alif . Dengan tak sabaran dia menggedor pintunya . Hingga Alif yang sedang menunaikan sholat ashar jadi terganggu.
Tok tok tok
tok tok tok
tok tok tok
ceklek
" Ngapain sih fan, ngetok pintu seperti itu . Abang belum budeg tahu ," omel Alif dengan masih memakai baju Koko dan sarung.
" Abang sholat"
" Menurut mu ? .... masih nanya aja . Ini sudah hampir Maghrib dan Abang yakin kamu belum sholat. Abang nggak nyangka banget kedatangan kekasih membuat mu lupa dengan kewajiban," cerocos Alif panjang lebar . Arfan pun jengah , bisa-bisanya abangnya yang terkenal cuek dan dingin bisa ngomel kayak emak-emak.
" Bentar lagi Arfan sholat. Sekarang Abang disuruh mama turun . Diajak makan bersama ," kata Arfan .
" Oh iya bang ... Aul sama bang Andre kok nggak ada diruang kerja Abang ?" tanya Andre begitu dia ingat.
" Mereka sudah pulang dari tadi ," jawab Alif yang kembali masuk kamar dan mengganti pakaiannya.
__ADS_1
" Kok nggak bilang sama Arfan sih ... tadi Aul pulangnya naik apa ?" tanya Arfan . Ada sedikit kekhawatiran dari nada bicaranya.
" Kamu kok nampak khawatir seperti itu . Aul diantar Andre menggunakan sepeda motor Abang jika kamu penasaran," jawab Alif .
" Siapa yang penasaran... Arfan juga nggak khawatir. Cuma tanya doang kok , kan tadi Aul yang bawa kesini arfan . Jadi nggak enak aja , gitu ," bantah Arfan tidak terima dianggap khawatir sama Aulia. Padahal hatinya sudah deg-degan.
" Nggak enak apanya ... dari tadi saja kamu sudah lupa sama mereka," sindir Alif , membuat Arfan diam.
" Ngapain masih diam disitu , Ayo kita keruang makan ," ajak Alif pada Arfan yang masih terdiam di depan pintu kamar Alif .
Keduanya berjalan dengan beriringan . Sepanjang perjalanan tidak ada perbincangan sama sekali . Alif yang malas , sedangkan Arfan yang masih kepikiran dengan Aulia .
" Kok lama banget sih ?" tanya Siska .
" Alif baru aja selesai sholat asar ma . Oh iya princess mana ?" tanya Alif begitu tidak melihat adik kesayangannya.
" Oh iya mama lupa . Tadi kan tidur siang ... dan mama belum tau , apa adikmu sudah bangun apa belum ," jawab Siska .
" Kalau begitu biar Alif yang panggilan . Silahkan makan saja dahulu !" ujar Alif yang langsung meninggalkan ruang makan begitu saja . Alif sungguh tidak menyangka jika mamanya bisa melupakan adik kesayangannya.
Saat akan kelantai dua , Alif melihat papanya yang baru pulang dari kantor. Terlihat wajahnya yang nampak lelah. Alif pun menghampiri beliau .
" Mau bagaimana lagi... tadi saat papa mau keluar ada investor datang berkunjung. Kamu dan Arfan sudah pulang duluan. Masak papa ikutan pulang . Nggak enak dengan mereka dong . Apa keluarga Cherry sudah pulang ?" tanya Musthofa dengan wajah lelahnya.
" Belum pa ...mereka masih ada di ruang makan . Apa papa mau menghampiri mereka?"
" Papa mau mandi dulu . Lepek banget !kamu sendiri kenapa disini ?"
" Mau panggil princess."
" Loh ... memang dia dimana ?"
" Masih di kamar. Tadi dianya tidur . Entah sekarang," jawab Arfan .
" Ya sudah kalau begitu ... papa ke kamar dulu ."
" Silahkan!"
__ADS_1
Mereka berpisah di tangga . kamar pak Mustofa dan Siska ada di lantai satu . Sedangkan kamar putra putrinya di lantai dua .
Tok tok tok
" Adek !'
" Iya bang sebentar....!" teriak princess dari dalam kamar .
Ceklek
" Ada apa bang ?" tanya princess dengan suara imutnya.
" Adek lagi ngapain?"
" Lagi buat pr ."
" Ayo kita makan dulu ," ajak Alif .
" Nanggung bang ... tugas princess tinggal sedikit. Lagian princess masih kenyang ," jawab princess dengan jujur.
" Mau Abang bantu ?" tawar Alif sambil memasuki kamar adik bungsunya.
" Boleh .... adek seneng banget . Sudah lama abang tidak membantu princess buat pr ," jawab princess dengan riang .
Alif pun memasuki kamar princess dan menemaninya membuat pr . Mereka tidak ikut makan bersama. Begitu dengan pak Musthofa yang sedang berendam untuk mengurangi rasa lelah setelah bekerja seharian .
Sedang Siska dan Arfan keduanya menjamu tamunya di ruang makan . Mereka semua menikmati makanan yang sudah dipersiapkan oleh pembantu rumah tangga.
" Makanannya silahkan dihabiskan," seru Siska .
" Masakannya enak banget . Tenang... pasti nanti kami pulang dalam keadaan kenyang ," jawab mama Cherry.
Cherry memakan makanannya dengan sesekali melirik Arfan yang tidak begitu semangat. Entah apa yang terjadi padanya.
Setelah makan keluarga Cherry berpamitan pulang . Siska dan arfan mengantar mereka ke depan . Cherry berjanji akan sering-sering main ke rumahnya lagi .
" Abang mu tadi kemana sih ... bukankah tadi berpamitan manggil princess kok nggak nongol - nongol lagi ?" tanya Siska .
__ADS_1
" Mana saya tahu ma . Mama tanya aja sama Abang . Arfan mau mandi dulu , belum sholat," jawab Arfan sambil melangkah menjauhi sang mama .
" Uh .... dasar !"