Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Apaan tuh carmuk?


__ADS_3

" Assalamualaikum..." ucap Arfan begitu memasuki.


" Wa alaikum salam warahmatulloh..." Jawab mama Arfan yang sedang duduk diruang tamu sambil memainkan ponsel .


" Sendiri ma ?"


" Sendiri , princess tidur siang . Kok kamu baru pulang , fan ?" tanya mama Arfan saat Arfan sudah duduk di sampingnya.


" Tadi sewaktu pulang macet ," jawab Arfan.


" Parah banget ya macetnya?" tanya mama Arfan penasaran. Karena putranya hampir tiga jam sejak berangkat tadi . Mungkin masih mampir-mampir kali .


" Nggak juga sih . Sebenarnya.... pelanggan mama itu orang tua temen kampus Arfan . Tadi saat Arfan tiba disana , temen Arfan itu pingsan. Orang tuanya belum datang . Jadi Arfan meminta tolong dokter Amir untuk memeriksa. Karena itulah Arfan agak lama disana ."


" Terus sekarang Aul sudah sadar ?"


" Mama kenal sama Aul ?"


" Ya kenal lah ... dia kan juga pelanggan mama. Anaknya asyik mama suka !"


" Anak sombong kayak gitu mama suka ?"


" Nggak kok .... mama kenal dia nggak sombong," sanggah mama Arfan tidak terima Aulia dikatakan sombong.


" Carmuk tuh pasti !" sindir Arfan .


" Apaan tuh carmuk ?"


" Cari muka ."


" Ngapain cari muka sama mama ?"


" Asal mama tahu ... tuh anak sudah ngejar-ngejar Arfan sejak tiga tahun yang lalu."

__ADS_1


" What!! beneran?" pekik mama Arfan dengan suara agak tinggi .


" Ngapain juga Arfan boong . Arfan benar-benar ill feel sama kelakuannya. Mama nggak tahu aja tuh anak juga sering bully cewek yang suka sama Arfan . Parah nggak tuh !"


" Astaghfirullah... kalau gitu kamu jangan dekat-dekat sama cewek seperti itu . Psikopat pasti . Mama kok jadi ngeri . Terus ngapain tadi masih bantu dia segala?"


" Cuma kasian doang ."


" Ya udah kalau gitu . Mama nggak mau dekat lagi deh sama tuh anak . Padahal Aulia mau mama jodohkan sama Abang kamu ," kata mama Arfan dengan murung .


deg !


Arfan merasa sudut hatinya merasa sakit . Entah kenapa , tapi merasa tidak rela jika Aulia dekat dengan lelaki lain .


" Kamu kenapa kok sampai bengong begitu ?" tanya mamanya.


" Cuman bayangin kalau Aul jadian sama Abang gimana ya ?"


" Kenapa mama nggak biarin Abang cari cewek yang sesuai seleranya saja ?"


" Iya juga sih .... tapi sampai kapan ?"


" Sampai ada wanita yang bisa membuka hati Abang lah . .... sudah deh ma Arfan mau ke kamar dulu capek . Sekalian mau sholat asar ," ijin Arfan pada mamanya.


" Ya sudah sana !"


Mama Arfan mengingat pertemuannya dengan Aulia . Dia tidak menyangka jika gadis yang ia sangka baik hati bisa melakukan hal seburuk itu . Tetapi dia masih belum percaya sepenuhnya. Dia tahu Aulia memang kekurangan kasih sayang . Tapi untuk melakukan hal itu ....?


Malamnya semua anggota keluarga kumpul minus Alif . Mereka makan malam dengan tenang . Tidak satu suara pun yang keluar kecuali bunyi dentingan sendok dan piring . Mereka membuat aturan tertentu saat makan salah satunya makan dilarang sambil berbicara.


Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga. Banyak yang mereka bicarakan mulai dari pekerjaan tuan Musthofa, kegiatan princess di sekolah dan masih banyak lagi .


" Princess tadi dapat nilai seratus lagi loh pa , lihat ini ," ucap gadis kecil itu dengan bangga . Dia bahkan memperlihatkan bukunya sebagai bukti bahwa dia tidak berbohong.

__ADS_1


" Princess papa memang the best. Tadi disekolah jajan apa saja ?"


" Tadi princess beli telur gulung sama sop buah ."


" Bekalnya habis tidak ?"


" Tadi ada teman princess yang tidak bawa bekal jadi princess bagi setengah punya princess."


" Pintarnya anak mama," ujar sang mama dengan bangga.


" Terus bagaimana dengan hari mu , fan ?"


" Seperti biasa pa . Makasih ya pa ternyata Arfan magang di tempat papa ."


" Tidak masalah.... sepertinya banyak temanmu yang magang disana ."


" Tetapi di jurusan ku hanya ada empat orang kalau tidak salah ."


" Masih ada dari jurusan desain dan jurusan komunikasi."


" Kok Arfan nggak tahu ?"


" Kan bukan jurusan mu ... aneh-aneh saja kamu ini .'


" Iya juga .... teman-teman juga tidak ada yang tahu jika itu perusahaan papa, kecuali Dhika dan Huda."


" Kamu nggak masalah kan ?"


" Arfan malah bersyukur pah ."


" Alhamdulillah kalau begitu ."


Mereka melanjutkan perbincangan mereka hingga pukul delapan . Kemudian pergi ke kamar masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2