Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Tiba di Jakarta


__ADS_3

Aulia mengantar Arini ker rumah Bu Aisyah. Dia kesana sekaligus berpamitan untuk pulang ke Jakarta . Rani dan saudaranya tidak ikut . Mereka menunggu di dalam taksi .


" Jadi kamu ingin kembali ke Jakarta?" tanya Bu Aisya sambil memandang Aulia dengan tersenyum. Di samping Aulia , Arini diam menunduk . Dia kenal wanita di depannya. Seorang ustadzah yang sering berdakwah di daerahnya.


" Benar Bu ," jawab Aulia dengan sopan .


" Kalau begitu ... ibu akan memberi alamat saudara ibu yang ada di sana . Beliau bisa membantumu jika ada kesulitan."


" Terimakasih Bu . Tapi maaf saya tidak bisa lama , sebab saya takut terlambat sampai di bandara ," kata Aulia tidak enak hati .


" Untuk mbak Arini bagaimana?"


" Arini disini dulu Bu . Betul kan Ar ?"


" Iya Bu ."


" Baiklah kalau begitu . Hati-hati diperjalanan. Jika ada sesuatu kamu bisa menghubungi ibu atau saudara ibu . Insyaalloh selama ibu bisa membantu akan ibu bantu . "


" Sekali lagi terimakasih Bu ."


" Ya ."


" Kalau begitu saya permisi dulu ."


" Silahkan!"


Setelah itu Aulia keluar dari rumah Bu Aisyah. Dia berjalan kearah taksi yang sudah di pesan oleh Rani . Dia akan satu mobil dengan Rani . Karena kalau mereka berada dalam satu mobil maka tidak akan muat .


" Bagaimana tadi ?" tanya Rani penasaran.


" Alhamdulillah... lancar ."


" Memangnya kamu sudah kenal lama sama Bu Aisyah?"


" Baru dua kali ini berinteraksi kak . Pertama ya saat di masjid kemarin ."


Di mobil lain Alvian menanyakan apa saja kepada Bramasta.

__ADS_1


" Kak Bram sepertinya dekat sama mahasiswa itu ."


" Gimana tidak deket ... kakak yang sering memberi dia hukuman ."


" Dihukum?" Alvian menatap Bram dengan banyak pertanyaan di dalam benaknya.


" Perlu kamu ketahui ... Aulia terkenal dengan putri bar-bar."


" Putri bar-bar? kok bisa ?"


" Ya bisa lah , kan tingkahnya memang kelewat bar-bar."


" Tetapi kak Bram kayaknya sayang sama tuh bocah ?"


" Kak Bram cuma kasian sama dia . Perlu kamu ketahui ... dia koma hampir dua bulan . "


" Kenapa?"


" Kecelakaan ."


" Kok bisa ?"


Perjalanan mereka untuk sampai ke bandara hanya perlu waktu empat puluh menit . Masi ada waktu sebelum penerbangan. Bram mengajak yang lain untuk sarapan terlebih dahulu .


" Akhirnya perut Aul terisi juga ," kata Aulia begitu makanan yang ia pesan sudah ada di depannya.


" Kamu lapar ?"


" Banget !"


" Bukan cuma kamu A ... kita bertiga juga lapar," kata Rani .


" Kukira tadi kakak sudah makan ."


" Makan angin ... kak Al diajak makan makan kagak mau katanya nunggu kamu sekalian ."


Mendengar ucapan Rani membuat Aulia mu tidak mau menatap Alvian yang kini mukanya sudah memerah . Di tatap seperti itu membuat Alvian gugup meskipun dia masih menyamarkan dengan wajah datarnya.

__ADS_1


" Terimakasih kak Al ... kakak emang the best . Jadi Aul akan membagi sedikit makanan kesukaan Aul ."


Aulia mengambil sedikit makanannya dan menaruhnya di atas piring Alvian . Tingkah Aulia membuat ketiganya saling pandang .


" Kok cuman kak Al doang , aku juga mau dong A ."


" Habiskan punyaku sendiri, biar Aul habiskan makanannya," ujar Alvian dengan suara seksinya. Membuat Aulia terpesona .


" Matanya di kondisikan A !" tegur Rani dengan muka cemberut .


" Kak Rani kenapa mukanya ditekuk seperti itu ?"


" Makan dulu Aul ," titah Alvian sambil menatap Aulia dengan lembut . Membuat Aulia meleleh , sedangkan dua orang lainya melongo .


" Itu beneran kak Alvian kan ?" bisik Rani pada Bram yang duduk di dekatnya.


" Sepertinya bukan. Mungkin dia orang lain yang menyamar menjadi Alvian ," bisik Bram sambil menjitak kepala adik perempuannya.


" Sakit kak !" pekik Rani sambil mengelus keningnya.


Aulia dan Alicia memandang keduanya heran.


" Nggak usah kepo ... lanjutkan makan kalian ."


Seolah tahu apa yang akan ditanyakan Aulia maupun Alvian membuat Bram berkata seperti itu . Jika sudah seperti itu mau apa lagi . Mereka melanjutkan makan mereka .


Setelah itu mereka langsung boarding pass. Dan tak lama kemudian pesawat yang mereka naiki berangkat.


Aulia dengan ketiga bersaudara itu berpisah di bandara . Mereka akan langsung pulang ke rumah masing-masing.


" Jangan lupa hubungi aku jika sudah sampai rumah ," ucap Rani sebelum mereka berpisah .


" Sip 👍👍"


" Ya udah masuk taksi sana !"


" Aul duluan semua ... assalamualaikum!"

__ADS_1


" Wa alaikum salam warahmatulloh."


__ADS_2