Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Arfan nggak pengen adek lagi !


__ADS_3

Pukul empat sore para pegawai yang tidak ada lembur bisa pulang . Tetapi mereka juga dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu .


" Kalian boleh pulang ," ucap Alif yang sudah keluar dari ruangannya. Di belakangnya sudah ada Andre yang setia mengikutinya. Andre akan pulang setelah mengantar Alif pulang kerumah dengan selamat .


" Baik pak ... sebentar lagi pekerjaan kami selesai," jawab Diana dengan sopan . Sedangkan Aulia hanya diam memperhatikan.


" Kalau begitu saya pulang terlebih dahulu ," ucap Alif sebelum meninggalkan tempat itu .


" Memangnya pak Alif selalu lapor jika ingin keluar mbak ?" tanya Aulia begitu Alif dan Andre hilang dari pandangan mereka.


" Ya iya atuh ... jadi kalau ada yang mencari khususnya keluarga ataupun kolega , kita bisa menjawabnya."


" Jadi begitu ..."


" Lebih baik sekarang kita lanjutkan pekerjaan kita . Agar kita lekas pulang !"


" Oke !"


Dengan semangat Aulia melanjutkan pekerjaannya bersama Dinda . Meskipun perut Dinda sudah besar tetapi tidak menyurutkan semangat wanita hamil itu .


Alif melepaskan jas dan juga dasi yang melekat di tubuhnya begitu memasuki mobil . Andre mengendarai mobil itu dengan santai .


" Mau pulang kemana tuan ?" tanya Andre sambil terus mengemudi .


" Langsung kerumah utama saja . Sepertinya kakek dan nenek sudah sampai di rumah ," jawab Alif sambil melihat jalanan dari jendela .


Alif memang masih tinggal bersama orang tuanya. Tetapi dia juga memiliki rumah sendiri serta apartemen yang cukup mewah . Sesekali dia akan tinggal di apartemen. Sedangkan rumahnya akan ia tinggali saat sudah menikah. Entah dengan siapa ... padahal pacar aja belum punya 😂😂😂.


Duala puluh menit berlalu , akhirnya Alif sampai juga di rumah . Andre menghentikan mobil di depan teras rumah.


" Nggak masuk dulu ?" tanya Alif sebelum keluar dari mobil.


" Tidak perlu tuan . Saya langsung pulang saja ," jawab Andre dengan sopan .


" Hati-hati!" ucap Alif sebelum memasuki rumahnya.Andre hanya mengangguk.

__ADS_1


Andre langsung melajukan mobilnya begitu Alif sudah memasuki rumah .


" Assalamualaikum... " ucap Alif begitu melihat papa dan mamanya duduk di ruang tamu . Dia mendekati mereka dan meraih tangannya untuk dicium .


" Wa alaikum salam warahmatulloh....Sudah pulang nak ?"


" Iya ... tadi kata Arfan kakek dan nenek kesini ?" tanya Alif sambil duduk disamping mamanya . Mama Alif duduk dengan suami di sofa panjang . Jadi Alif bisa duduk dengan mereka dalam satu sofa dengan mama ditengah.


" Benar , sekarang mereka masih istirahat. Kamu tahu sendiri perjalanan mereka cukup panjang . Pasti mereka masih lelah . Lebih baik kamu sekarang istirahatlah terlebih dahulu!"


" Mama memang paling mengerti Alif deh ," puji Alif pada mamanya.


" Dari pada ruangan ini bau busuk ," sindir Musthofa yang tak suka .


" Iri bilang bos!"


" Ngapain juga iri... ini mah istri papa . Yang mestinya iri ma kamu . Sampai sekarang belum punya pasangan jadi tidak ada yang bis diajak sayang-sayangan ," sindir sang papa habis-habisan. Dia geregetan dengan putra sulungnya itu . Sampai kapan akan sendiri terus . Padahal banyak wanita yang ingin menjadi istrinya. Tetapi sampai sekarang belum juga mau rumah tangga .


" Papa .... mulutnya atuh !" tegur mama .


" Jadi selama ini papa belum ngasih contoh yang baik dong kalau begitu ," sindir mama Alif .


" Maksud papa tuh ... kasih contoh kayak gini loh ."


Tanpa ba bi bu tuan Mustofa langsung mencium sang istri tepat dibibir. Bukan hanya mencium biasa , tetapi ******* bibir sang istri di depan Alif . Tanpa banyak kata Alif meninggalkan kedua orang yang masih asyik dengan kegiatannya. Sungguh tidak patut ditiru 🤫. Untung princess tidak ada disitu . Bisa disidang mereka .


Alif menaruh jas yang sedari tadi ia pegang ke tempatnya. Setelah itu melepas sepatu dan kasut yang melekat di kakinya.


" Dasar pasangan tua yang mesum !" gerutu Alif yang dongkol dengan papanya .


" Nggak ada malu-malunya deh . Heran aku ... untung sifat mesumnya itu nggak nurun hi ....!"


Alif mengunci pintu kamar sebelum melepas semua baju yang ada ditubuhnya. Baju itu dia letakkan di tempatnya. Kemudian dengan hanya memakai bokser dia memasuki kamar mandi .


Sehabis membersihkan diri , Alif yang hanya memakai handuk sebatas lutut berganti pakaian di ruang ganti . Dia mengambil baju Koko serta sarung . Setelah itu dia menunaikan sholat asar yang memang belum ia laksanakan.

__ADS_1


Tok tok tok


Alif yang sedang sholat tidak menghiraukan suara ketukan pintu . Dia dengan khusu' melanjutkan sholatnya.


Tok tok tok


Sekali lagi pintu kamar itu diketuk . Ternyata di depan pintu Arfan menunggu abangnya membukakan pintu .


" Abang mu baru pulang . Mungkin saja masih sholat asar . Apa ada yang penting ?" tanya mama .


" Nggak ada yang penting sih ma ... tetapi nenek nyuruh Arfan memanggil Abang ke kamarnya," jawab Arfan mengatakan tujuannya mengetuk pintu kamar Alif .


" Memangnya kakek sama nenek sudah bangun ?"


" Sudah dari tadi ... sekarang beliau sedang bermain bersama princess."


" Kirain masih istirahat."


" Kata kakek sih ... sudah capek istirahat."


" Ya sudah kalau begitu . Tunggu saja sebentar."


" Mama mau kemana ?"


" Mau ke kamar dulu , ada yang mau papa bicarakan sama mama ."


" Mau bicara apa bicara ?" sindir Arfan yang sudah hafal dengan kelakuan orang tuanya.


" Itu ma urusan orang tua ... oke !"


" Tapi Arfan pesen satu hal sama papa dan mama ," ucap Arfan serius. Membuat mama bertanya-tanya.


" Apaan?"


" Arfan udah nggak pengen adek lagi loh !"

__ADS_1


"....."


__ADS_2