Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Ke rumahku keluarga Mahendra


__ADS_3

Aulia sudah berdiri depan gerbang rumah keluarga Mahendra . Semalam saat Aulia menelpon Rani , dia di suruh langsung untuk kerumahnya.


Rani masih diam di tempat tanpa berniat untuk membunyikan bel yang ada di sana . Tetapi penjaga yang tahu kedatangan Aulia segera membukakan pintu untuknya.


" Wow ... !" Aulia merasa takjub melihat gerbang itu terbuka .


" Selamat datang nona ... Ada yang bisa saya bantu ?"


" Saya mau bertamu pak."


" Apa sudah ada janji ?"


" Sudah pak ."


" Apa bernama A ?" tanya penjaga itu dengan sopan .


" Bukan pak saya U ," elaknya dengan muka cemberut.


" Jadi anda bukan nona A ?" tanya penjaga itu sekali lagi.


" Bukan pak ."


" Terus kedatangan nona kesini ingin bertemu siapa ?"


" Mau ketemu bos saya pak ."


" Bos anda siapa ?"


" Bos Maha ," jawab Aulia menyebut nama awal Rani .


" Disini tidak ada yang namanya Maha non , mungkin anda salah alamat." sepertinya penjaga ini tidak tahu nama panjang Rani .


" Tapi bos saya memberi alamatnya disini pak ," jawab Aulia dengan menampilkan wajah polosnya. Entah kenapa tiba-tiba jiwa jahilnya meronta-ronta. Dia tidak tahu saja bahwa Rani dan keluarganya sudah menunggu di ruang tamu .


" Apa bos nona salah tulis alamat ya non ?" tanya penjaga itu dengan lugu . Kok bisa penjaga rumah lugu gini .. apa nantinya tidak di manfaatkan oleh jahat ?


Yang tidak Aulia ketahui , sebenarnya yang berbicara dengannya saat ini tak lebih tukang kebun . Dia menggantikan tempat temannya yang saat ini sedang berada di toilet.


" Kayaknya sih tidak pak , bagaimana kalau bapak tanya dulu sama majikan bapak. Mungkin saja ada yang bernama bos maha !"


" Nona benar ... bapak kok nggak kepikiran ya , kalau begitu nona tunggu dulu disini ya . Biar bapak tanya ," pinta bapak itu dengan sopan .


" Maaf ya pak membuat bapak repot ," ucap Aulia dengan tidak enak hati .

__ADS_1


" Nggak papa kok non, tunggu sebentar."


Pria paruh baya itu berlari kedalam rumah . Dengan sopan memberitahu kedatangan Aulia .


" Permisi !"


" Ada apa pak , apa bapak butuh pestisida itu sekarang ?" tanya tuan Mahendra. Dia baru ingat bahwa karyawannya ini kemarin meminta pestisida buat mematikan rumput .


" Bukan pak , tetapi didepan ada tamu ."


" Apa A sudah datang ? " tanya Rani penasaran.


" Bukan non ... dia bilang namanya U ."


" U ???!"


" Iya non... dan dia bilang ingin bertemu bos Maha ," jawab karyawan itu sesuai yang dikatakan oleh Aulia .


" Astaghfirullah.... ni anak memang ," gumam Rani sambil berdiri dan berjalan kedepan menghampiri Aulia . Membuat kedua orang tuanya bingung , tetapi tidak dengan pemuda yang duduk diantara mereka . Setelah mendengar informasi dari Bram , dia jadi tahu keusilan Aulia .


" Ada apa sayang ?" teriak sang mama pada Rani yang tentu saja tidak di jawab karena Rani sudah jauh di depan .


" Pasti Aul yang datang ma ," jawab Alvian dengan datar .


" Kita tunggu aja dulu!"


Rani yang sudah diluar melihat Aulia yang sibuk main ponsel sambil duduk di atas rumput . Dengan cemberut wanita itu menghampiri Aulia yang sibuk sendiri.


" Ya Alloh A ... kok malah enak-enakan disini sih !"


" Disini enak kak seger ," jawab Aulia santai .


" Kok kamu ngaku bernama U ?"


" Habisnya nama bagus-bagus dipanggil A sekalian saja U gitu ."


" Kan kak Rani sudah biasa panggil A , masak marah sih !"


" Bukannya marah sih ... tapi itu buat kak Rani doang bukan buat pak siapa tadi ."


" Pak Syam ?"


" Iya ... terus kak , maaf nih ya ..."

__ADS_1


" Maaf kenapa ?" tanya Rani dengan dahi mengkerut .


" Kok keluarga kak Rani nempatin pak Syam di bagian satpam sih , nggak salah emang ?"


" Kenapa memangnya... pak Syam baik kok ."


" Itu masalahnya, pak Syam terlalu baik . Bisa-bisa dia dibodohi orang . Apalagi kan penjaga gerbang tuh ... paling tidak orang yang bisa bela diri . Kenapa? Karena jika ada hal buruk bisa di antisipasi mulai depan, gitu . Terus nih ya ... kalau Aul lihat keluarga kakak nih pasti orang kaya pake banget , pasti yang iri juga banyak banget ," omel Aulia panjang lebar .


" Pak Sam bukan satpam kali A ... dia cuma tukang kebun yang mengganti satpam yang asli untuk makan ."


" Oh ... syukurlah kalau begitu . Kasihan pak Syam nanti kalau ada orang jahat ."


Mereka masih asyi berbincang. Rani juga turut duduk di atas rumput disamping Aulia


Mereka sampai lupa kalau sudah ditunggu di ruang tamu . Sampai mama Rani menghampiri mereka .


Mama Rani bernama Erika sedangkan papanya bernama Panji Mahendra. Erika melihat Rani duduk di atas rumput yang berada di halaman depan bersama gadis yang asing menurutnya.


" Rani ... bawa tamunya kedalam dong ," teriak Rika dari depan pintu .


" Eh ... iya ma! ayo A , kami sudah nunggu kamu dari tadi !"


" Ayo kak ."


Mereka berjalan berdampingan menghampiri Erika yang masih berdiri di tempat yang sama. Dengan takzim Aulia memberi salam pada Erika .


" Assalamualaikum Bu ... maaf datang-datang udah bikin keributan," ucap aulia dengan malu .


" Nggak masalah .... ayo masuk kedalam dulu !" ajak Erika sambil merangkul bahu Aulia dan mengajaknya masuk kedalam . Rani sampai melongo melihatnya.


" Anak sendiri di lupakan ma !"


protes Rani sambil mengekor di belakang mereka .


" Salah kamu sendiri ... disuruh panggil malah enak-enakan duduk di depan . Kita disini kan sudah nunggu dari tadi ," omel Erika tanpa menoleh .


" Mama ma nggak asyik !"


" Suka-suka mama ."


Melihat perdebatan itu membuat Aulia terkikik .


" Awas kamu A!"

__ADS_1


" Maaf Bu bos !"


__ADS_2