
" Sebenarnya Lo tadi berkelahi dengan siapa sih ?" tanya Arfan begitu mereka duduk berdua di warung yang ada di sebelah klinik.
Rangga lah yang menyuruh keduanya kesini . Agar tidak sakit , Rangga menyuruh Arfan dan Aulia mengisi perutnya. Biar dia yang menunggu kedua orang yang belum sadar .
Sebenarnya Aulia menolak, tetapi perutnya tidak bisa diajak kompromi. Apalagi saat kedinginan dan perutnya lapar bisa membuat Aulia sakit . Sedangkan Arfan langsung menyetujuinya tanpa protes . Dia ingin menghilangkan rasa penasarannya.
Mendengar ucapan Arfan , dia sudah menebak jika Arfan melihat aksinya tadi . Percuma dirinya bohong , percaya atau tidak dia menjawab sejujurnya.
" Kalau gua bilang berkelahi dengan sosok yang merasuki Cherry apa Lo percaya?" tanya Aulia sambil menatap Arfan . Dia tidak menyangka dengan jawaban Arfan yang langsung mengangguk.
" Jadi Lo percaya?" tanya Aulia dengan kaget .
" Kok reaksi Lo gitu amat sih ," protes Arfan .
" Habisnya Lo kok langsung percaya dengan omongan gua ," kata Aulia .
" Gua lihat langsung saat Lo melakukan gerakan aneh ... lalu tiba-tiba bisa melihat Cherry yang sedari tadi tidak bisa gua lihat ," ujar Arfan menjelaskan. Alia manggut-manggut mendengar penjelasan Arfan .
" Sejak kapan Lo mempunyai kemampuan seperti itu ?"
" Sejak bangun dari koma ," jawab Aulia dengan jujur .
" Kok _"
" Jangan bilang siapa-siapa. Tidak ada yang tahu kemampuan gua ini . Lo yang pertama tahu ," kata Aulia memperingati. Tetapi Arfan mempunyai pemikiran berbeda ... Mungkin Aulia masih mempunyai rasa dengannya sehingga mau jujur . Padahal sudah kepergok!
" Tenang ... gua nggak suka bergosip ," jawab Arfan , membuat Aulia berdecak sebal . Kalau nggak suka gosip bagaimana bisa Tante Siska melabrak Aulia ?
" Hei ... kok Lo sepertinya nggak percaya sama omongan gua , "protes Arfan .
" Kita lahat saja nanti . Sekarang lebih baik habiskan makanannya, kita harus segera balik ke klinik ," ucap Aulia sambil melahap makanannya.
Arfan menurut . Dia kembali memakan makanannya di piring . Setelah habis mereka pun kembali ke klinik . Ditengah perjalanan Arfan mengehentikan langkahnya. Membuat Aulia menoleh.
" Ada apa?"
" Kok bisa Cherry yang ia rasuki . Bukankah banyak orang yang ada disana ?" tanya Arfan penasaran.
" Ya mana saya tahu . La wong selesai sholat tadi saya baru tahu kalau ada yang tenggelam," jawab Aulia kemudian dia menatap Arfan penuh selidik.
" Jangan bilang Lo nuduh gua _"
" Jangan Shuudhon !"
" Kali aja _"
" Gua nggak se naif itu kali ," jawab Arfan dengan masam .
__ADS_1
" Sorry... Lo kan bawaannya sensitif gitu ."
" Enak aja Lo kali yang sensitif !"
" Tapi apa mungkin Cherry sedang menstruasi?"
" Ya mana gua tahu !" cebik Arfan tambah kesal. Emang dia suaminya apa ? tunangan aja masih belum , gerutu Arfan dalam hati .
" Mukanya biasa aja kali bos !"
" ...."
Mereka saling ledek . Tanpa mereka sadari , mereka berkomunikasi selayaknya tidak pernah punya masalah atau konflik. Mereka sudah seperti teman yang sudah lama.
Mereka memasuki kamar yang tempati Cherry dan Lily . Mereka bisa melihat jika Lily sudah sadar . Aulia segera berjalan kearah ranjang Lily dengan cepat. Di tangannya ada bungkusan makanan yang ia beli di warung tadi . Arfan mengikutinya dari belakang.
" Mama sudah sadar ," sapa Aulia dengan tersenyum.
" Dasar anak nakal ... lain kali jangan seperti itu lagi sayang . Mama bisa jantungan melihat kamu tadi ," ucap Lily dengan berurai air mata . Aulia ikut menangis mendengarnya.
" Maaf ," ucap Aulia sambil memeluk mamanya.
" Jangan tinggalkan mama lagi sayang ... cukup dua bulan kamu meninggalkan mama jangan lagi ," pinta Lily dengan serius.
"Ma ma nggak usah khawatir... Aulia nggak papa kan tapi kalau Aul terlambat sedikit saja kasian Cherry, ma !"
" Sip !"
Tak lama kemudian Cherry membuka matanya. Dia menatap sekelilingnya yang nampak asing . Kemudian melihat Arfan yang berdiri di pinggir ranjang sebelahnya.
" Arfan !" panggil Cherry dengan agak keras .
Membuat keempat orang yang sedang berbincang itu menoleh kepadanya. Bahkan Aulia langsung menghampirinya. Membuat Cherry bingung . Apalagi melihat kondisinya yang sedang di infus. Yang dia ingat dia sedang berbincang dengan Arfan di danau .
" Kamu sudah sadar .... apa yang kamu rasakan sekarang? " tanya Aulia mewakili Arfan yang ingin bertanya tetapi malah didahului Aulia . Meskipun bingung , Cherry menjawabnya dengan jujur .
" Baik ...agak lemas , sebenarnya apa yang telah terjadi ?"
" Kamu ..."
Arfan menceritakan dengan lengkap tanpa ada yang ditutupi membuat yang mendengarnya kaget . Cherry tidak menyangka jika dirinya melakukan hal yang tidak baik . Sampai meloncat ke danau . Tidak ada yang ia ingat sama sekali . Dan yang tidak habis pikir , aulia mau menolongnya. Padahal yang ia dengar dari Tante Siska Aulia akan membully orang yang dekat dengan Arfan .
Cherry menatap Aulia dengan penasaran. Membuat Aulia tidak nyaman.
" Lo ngapain natap gua kayak gitu ... nanti naksir baru tahu rasa ," kata Aulia membuat Cherry mendengus sedangkan yang lain geleng-geleng kepala .
" Gua mau tanya tapi Lo harus jawab jujur sebab ini menjadi pertanyaan kami ," ujar Aulia dengan serius membuat ke empatnya menatap Aulia .
__ADS_1
" Kok malah natap aul semua sih !"
" Katakan saja ," jawab Cherry penasaran, begitupun dengan tida orang lainya. Penasaran dengan ucapan Aulia ' pertanyaan kami ' tadi .
" Apa kamu sedang haid ?"
" What!" pekik Cherry dengan keras .
" ....."
" ????"
" Nggak sopan tanya seperti itu sayang ," kata Lily dengan lembut. Dia merasa tidak enak dengan Cherry.
" Sebab pertanyaan ini sangat penting ma ," ucap Aulia dengan serius.
" Kenapa?"
" Menurut yang diceritakan oleh Arfan tadi , sekaligus reaksi Cherry sekarang sudah dipastikan kalau Cherry kerasukan. Pertanyaan Aul kenapa harus Cherry ... bukankah disana banyak orang yang lain .... bahkan lebih dari seratus orang ," kata Aulia menjelaskan.
Semua membenarkan ucapan Aulia. Kemudian baik itu Arfan, Rangga dan Lily menatap kearah Cherry. Mau tak mau Aulia mengangguk.
" Jadi begitu .... menurut orang-orang tadi kejadian ini bukan yang pertama. Dan Lily satu-satunya yang selamat," ucap Arfan kemudian .
" Apa maksudmu?" tanya Aulia penasaran. Begitupun dengan yang lain .
" Sudah banyak yang meloncat ke danau itu dan hilang . mereka akan ketemu setelah tiga atau empat hari . Semuanya tidak ada yang selamat ," jawab Arfan .
Suasana langsung hening . Semuanya sibuk berfikir.
" Kok danau itu masih dibuka untuk umum ?" tanya Aulia. Sedangkan Cherry menatap Aulia dengan intens.
" Ya mana saya tahu," jawab Arfan sambil mengendikkan bahunya.
" Terimakasih," ucap Cherry dengan lirih . Membuat semuanya menoleh kearahnya.
" Terimakasih Aul ... Terimakasih sudah mau menolong ku ," ucap Cherry dengan lebih jelas .
" Aku juga berterima kasih... kamu masih kuat ," jawab Aulia dengan tersenyum.
" kok gitu ?"
" Kamu tahu ... aku sangat takut saat melihatmu sudah tenggelam di dasar danau ," ucap Aulia dengan jujur .
Suasana langsung hangat . Aulia dan keluarga berpamitan saat Lily merasa lebih baik . Sedangkan Arfan dan Cherry masih menunggu infus Cherry habis .
Setibanya di rumah Aulia langsung istirahat. Menurutnya hari ini sangat melelahkan.
__ADS_1