Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Di kantor polisi


__ADS_3

Security alias satpam membawa Aulia dan juga Rani ke kantor polisi. Keduanya tidak memberontak ataupun mengelak . Mereka dengan santai mengikutinya.


Sebenarnya Rani sempat tidak enak dengan Aulia . Dia berniat ke kantor polisi sendirian. Tetapi dengan tegas Aulia menolak . Apalagi dia lah yang membuat ketiga orang itu babak belur .


Toni sudah dibawah ke rumah sakit bersama kedua anak buahnya. Keadaannya ini membuat mama Toni histeris. Dia mengajak sang suami untuk menghampiri Aulia dan Rani yang masih ada di kantor polisi.


Aulia menjawab dengan jujur semua yang ditanya oleh polisi. Begitupun dengan Rani . Dia juga memberi alasan di tidak mau ngikuti mantan suaminya. Dan juga menceritakan pengkhianat suaminya yang membuat selingkuhan nya hamil .


Kebetulan polisi yang menginterogasi mereka perempuan. Polwan itu ikut geram mendengar kesaksian keduanya. Tetapi mereka juga butuh bukti . Kemudian polwan itu menyuruh rekanya untuk mengambil rekaman cctv yang ada disekitarnya.


Saat mereka asyik bercerita mama Toni dengan keras menarik rambut Rani yang panjang. Tentu saja membuat Rani memekik kesakitan .


" Dasar ****** tidak tahu diri ! apa yang sudah kamu lakukan pada putriku ," teriak wanita itu dengan keras . Aulia dengan sigap membantu Rani.


" Apa-apaan kamu .... jangan ikut campur masalah ku . Aku harus membuat wanita merasakan apa yang telah ia lakukan pada putraku ," teriak wanita itu dengan histeris .

__ADS_1


" Slow....mom , bukan kak Rani Yaang membuat bajingan itu tidak berdaya . Tetapi .... aku . Aku lah yang membuat lelaki tak tahu diri itu masuk ke rumah sakit ," jawab Aulia dengan santai .


" Apa kamu bilang !!!! dasar gadis tidak tahu diri kamu !"


Mama Toni hampir saja menerjang Aulia tetapi dengan sigap polisi yang ada di sekitarnya membantu .


" Lepaskan saya pak polisi . Wanita ini harus merasakan apa yang putraku rasakan . Dia telah membuat putraku terbaring tidak berdaya di rumah sakit . Lepas !" teriak mama Toni .


" Sudah ma... tenang . Semuanya tidak bisa selesai jika mama seperti ini ," jawab sang suami . Meskipun dia marah tetapi dia masih mampu menahan dirinya.


Dengan patuh empat orang termasuk Aulia duduk di depan polwan itu . Aulia di paksa kembali bercerita di depan kedua orang Toni . Mama Toni tidak mempercayai apa yang sudah disampaikan oleh oleh Aulia . Sedangkan papanya masih gamang . Tapi rekaman cctv menjadi bukti nyata dari kejadian itu berhasil diambil dan ditunjukkan di depan keduanya. Alhasil mereka tidak lagi membantah.


" Kenapa kamu tidak mau ikut suamimu , Rani ?" tanya mantan papa mertua Rani dengan lembut . Dia masih belum tahu jika anaknya sudah menalak sang istri demi wanita yang kini tinggal di rumahnya.


" Maaf tuan .... tuan Toni bukan lagi suami saya . Bukankah istri tuan Toni ada di rumah anda . Dia juga sedang mengandung . Untuk apa saya harus mengikuti tuan Toni ?"

__ADS_1


" Apa ?!!!! jadi wanita dirumah itu istri toni ? " papa Toni mantap sang istri dengan penuh kemarahan. Sebab kemarin sang istri bilang dia saudara dari Rani yang menginap disana .


" Maaf pa !" ucap sang istri dengan kepala tertunduk. Dia maklum dengan kemarahan sang suami .


" Kalau begitu ... kami cabut laporan itu Bu . Ini memang salah putra saya . Sudah salah masih saja tidak sadar diri ," ucap papa Toni dengan malu . Dia merasa malu akan kelakuan putranya. Apalagi setelah melihat bagaimana Toni memaksa Rani ikut dengannya. Untuk ada Aulia kalau tidak ?..... entahlah apa yang akan terjadi .


" Tapi pa !"


" No protes.... apa mama mau papa mencari istri muda lagi ?"


" Pa !"


Aulia dan semua yang menonton drama suami istri itu hanya bisa menahan tawanya.


Akhirnya semuanya berakhir damai . Aulia dan Rani tidak jadi di keluarkan dari kantor polisi . Dengan wajah lelah keduanya kembali ke kontrakan mereka.

__ADS_1


__ADS_2