
"Duh, gak usah tanyain anak itu deh. Gue sebel sama dia. Udah lo nurutin aja apa kata Arkan. Lo kan nggak boleh dekat-dekat sama anak itu, jadi jangan deket-deket."
"lya Naya. Lo kenapa sih jadi cerewet kayak si Arkan," protes Kamila.
Naya hanya tertawa kecil. Dua sahabat itu pun langsung masuk kelas. Kebetulan bel tanda masuk pun sudah berbunyi. Rena yang duduk dua bangku dari Kamila mendelik melihat gadis itu.
Rena tidak sempat menyapa Kamila karena bel masuk sudah berbunyi. Tetapi, Rena sudahnmerencanakan sesuatu yang jahat
kepada kamila.
Pada saat jam istirahat Kamila dan Naya pun bergegas ke kantin, karena mereka berdua sudah lapar. Tetapi saatnsedang makan tiba-tiba saja Kamila kebelet, ia ingin ke toilet.
Melihat Kamila yang berjalan sendirian ke arah toilet, Daren dan Bastian pun segera mengikuti Kamila dari belakang.
Mereka takut jika kejadian Kamila terkunci di toilet terjadi lagi. Maka mereka berdua pun langsung mengikuti Kamila. Setelah selesai Kamila hendak kembali.
Rena melihat Kamila berjalan, senyum licik terbit di wajah Rena. Dia juga melihat Daren sedang berjalan di belakangnya, Rena menyelandung kaki Kamila.
"ARGH!"
Daren dengan sigap menangkap Kamila, terlihat Daren seperti memeluk Kamila.
"Lo gak papa?" tanya Daren.
Kamila menggelengkan kepalanya, dia melihat mata Daren.
"Arkan!" gumam Bastian yang masih terdengar oleh Daren dan Kamila.
Arkan datang, dia terdiam sambil bersidekap dada menatap Kamila dan
Daren yang merasa tercyduk selingkuh.
Kamila bangkit begitu juga Daren.
"Arkan! Ini salah paham!" ujar Kamila.
Arkan pergi begitu saja tanpa mengatakan apa pun, Rena tersenyum senang penuh kemenangan.
Melihat Arkan yang pergi begitu saja, Daren dan Kamila pun langsung berlari mengejar Arkan sementara Bastian langsung menghampii Rena.
__ADS_1
"Heh Benalu! Uler aer! Lo tuh emang sengaja banget ya bikin Si Arkan marah. Lo sengaja kan tadi bikin Si Kamila jatoh, jadinya seakan-akan Daren lagi meluk si Kamila. Padahal Lo yang bikin dia jatoh. Emang ya lo uler tanah, nenek sihir!" maki Bastian kepada Rena.
"Dih, lo datang-datang sewot. Gue nggak tau. Gue kan cuman jalan, ya gue pikir Si Kamila nggak bakalan sampai kesandung. Itu bukan salah gue, lagian mereka aja yang ambil kesempatan dalam kesempitan pengen peluk-pelukan, si Kamila gak ada
bersyukurnya udah punya Arkan, eh temennya di embat juga," kata Rena dengan entengnya.
"Hiihh anjin". Untung di sekolah. Coba kalau di luar, udah gua bikin perkedel lo!" kata Bastian.
Pemuda itu pun segera meninggalkan Rena dan menyusul Kamila serta Daren yang sudah lebih dulu mengejar Arkan.
"Arkan tunggu dulu, lo harus dengerin penjelasan gue. Gue sama Darren itu nggak sengaja. Kaki gue tadi keselandung kaki si Rena. Jadi gue jatoh terus Daren cuma nolongin gue kalo nggak gua udah jatuh ke lantai," kata Kamila.
Tetapi Arkan tetap berjalan dan tidak mengindahkan Kamila. Sementara Daren yang merasa tidak enak bergegas mencekal lengan Arkan.
"Ar! Gue tahu lo kesel, tapi dengerin dulu. Emang lo pikir gue temen makan temen? Gue sama sekali nggak ada apa-apa sama Kamila. Gue tau juga dia cewek lo. Lagian ya kalo gue mau udah dari kemaren kemaren sebelum lo jadian gue bilang suka sana Kamila. Tapi kan enggak... ngapain juga coba? Persahabatan kita itu udah dari lama, Ar. Jadi nggak mungkin dong gue
ngekhianatin lo," kata Darren.
Melihat Arkan yang hanya diam dan tampak marah Kamila pun sudah meneteskan air mata.
"Ar, please dong lu dengerin gue ama Daren. Gue sama Daren tuh nggak ngapa-ngapain ... tadi itu bener-bener nggak sengaja," kata Kamila dengan lirih
Kemudian la pun menarik tangan Bastian yang baru sampai dan meninggalkan Kamila berdua dengan Arkan.
Kamila memegang tangan Arkan air matanya mulai mengalir, "Arkan! Dengerin gue dulu, Daren sanma gue itu gak ada apa-apa, Bastian saksinya. Tadi gue mau ke toilet, gue gak tau ada Daren Bastian. Kayaknya mereka jagain gue deh, nah pas udah selesai. Rena sengaja majuin kakinya dan yaaa gue jatoh. Daren bantu gue, itu semua gak seperti yang lo pikirin!" kata Kamila menjelaskan.
"Gue gak pernah selingkuh Arkan, punya lo aja itu udah lebih dari cukup. Gue mohon lo harus percaya sama gue Arkan! Gue gak ada main di belakang lo. Demi apa pun Arkan! Lo orang yang paling gue Sayang," lanjut Kamila.
Arkan masih diam saja dengan tangan di dada.
"Arkan!" Kamila menggoyang-goyangkan tangan Arkan.
"Hiks! Arkan jahat, lo gak mau percaya sama gue, gue kan sedih!" Tangis Kamila pecah.
"Eh kok nangis sih, Haha gue gak marah Sayang." Tanpa disangka, Arkan tertawa terbahak-bahak melihat Kamila.
Kemudian ia pun langsung memeluk gadis itu.
Plak...
__ADS_1
"Jahat! Lo bikin gue nangis," sungut Kamila dia memukul pundak Arkan.
"Aduh Sayang sakit. Sampe nangis gini, sayang sama gue yah?" goda Arkan.
"Gak tau kesel gue."
Arkan terkekeh dia mengusap air mata di pipi Kamila, "Jangan nangis Sayang, tadi bercanda. Gue juga tau kalau si Rena emang sengaja bikin lo jatoh. Gue sengaja pura-pura marah karena gue liat ada Rena di situ. Gue pengen dia liat biar dia pikir rencana dia itu berhasil buat bikin kita berantem."
"Jangan nangis yah, gue gak marah kok!" kata Arkan sambil mengusap kepala Kamila.
Kamila pun langsung tersenyum dan memeluk Arkan lagi.
"Gue takut lo marah, gue gak bisa dijauhin sama lo. Gue sayang sama lo, lo kalo lagi marah beneran lupa siapa diri lo sendiri! Gue takut Arkan!" ujar Kamila sambil memeluk Arkan dia meletakan dagunya di pundak Arkan.
Arkan terkekeh, "Coba dong Sayang dibedain mana ngambek sama marah, ngambek sama marah itu beda loh!"
"Terserah, menurut gue mau lo marah atau ngambek itu sama-sama bikin gue takut, gue gak mau!" jawab Kamila sambil menggelengkan kepalanya.
"lyah deh, maaf yah Sayang." Arkanmengelus kepala Kamila.
Kamila tersenyum dia melepas pelukannya lalu menganggukan kepalanya.
"Yaudah sekarang ke kelas yah, sebentar lagi masuk. Lo udah selesai makan kan?" kata Arkan. Kamila pun menganggukan kepalanya.
"Ayo!" Arkan mengantarkan Kamila ke kelasnya baru ia kembali ke kelasnya sendiri.
Sampai di kelas, la pun langsung menghampiri Daren dan Bastian. Daren dan Bastian yang melihat itu langsung mendekati Arkan.
"'Ar, lo nggak ngapa-ngapain si Kamila kan?" tanya Daren.
"Gue liat kok kejadiannya, gak seperti yang lo pikirin. Itu emang cewe hama mau buat lo ribut sama Kamila," kata Bastian.
Arkan terkekeh, "Aman! Gue liat kejadian nya gue tadi pura pura aja biar si Rena puas biar di pikir rencananya berhasil."
"Lo juga bego mau aja gue kibulin!" kata Arkan lagi.
"Yeee gue mana tau, tapi serius Ar gue ngeri takut lo ribut sama Kamila gara-gara itu, sumpah demi apa pun gue sama Kamila gak ada apa-apa!"
Arkan menganggukan kepalanya, " Kalem aja lah, sekarang gantian gue yang mau ngerjain dia! Gue gak sebodoh yang dia liat!"
__ADS_1
"Gue punya kejutan buat dia!"